Museum Probolinggo


Museum Probolinggo merupakan destinasi wisata yang menawarkan konsep sejarah dari Probolinggo, Museum ini terletak di Jalan Suroyo No 7 Kota Probolinggo, jadi anda tidak akan sulit untuk menemukan letak dari museum ini, karena akses menuju kesana yang sangat mudah dijangkau, baik oleh wisatawan yang menggunakan kendaraan sendiri atau dengan menaiki kendaraan umum. Museum ini mempunyai arsitektur bangunan yang khas peninggalan Belanda menjadikan Museum ini sangat kental dengan suasana masa lampau. Bangunan Museum ini dulunya merupakan sebuah Gedung Societiet Gebow Harmony yang difungsikan sebagai Ballroom (Kamar Bola), yang artinya merupakan tempat berkumpulnya kaum priyayi Belanda dan kemudian gedung ini difungsikan sebagai Gedung Serba Guna yang biasanya digunakan oleh masyarakat atau instansi di Probolinggo untuk melakukan acara atau event – event tertentu.

Gedung ini pertama dibangun pada tahun 1814 yang mempunyai gaya bangunan Empire Style. Museum yang di resmikan tanggal 15 mei 2011 ini memang memiliki banyak informasi sejarah tentang Kota Probolinggo. Menyusuri Museum ini seakan ikut menjelajah Kota Probolinggo dari zaman dahulu hingga saat ini. Museum Probolinggo ini di buka setiap selasa-minggu jam 08.00-15.00 WIB. Berwisata sejarah di Museum Probolinggo ini menjadikan kita kaya informasi akan sejarah.

Latest News

Gili Ketapang – Probolinggo, East Java

Gili Ketapang Gili Ketapang is a village and a small island in the Madura Strait, exactly 8 km off the north coast of Probolinggo. Administratively, the island includes the District of Sumberasih, Probolinggo, East Java. Its area is about 68 hectare, and most of the inhabitant are Madura tribe whose live as fisherman. The population of the island is known for relatively affluent. Gili Ketapang is one of natural destinations in Probolinggo. The island is connected to Java island, which can be reach by boat through the Port of Tanjung…


The Humble Tengger People

Tengger People Tenggerese or Tengger People is one of Indonesian tribes that live around Bromo Mountain which located around Pasuruan, Lumajang, Probolinggo and Malang Regency. The Tenggerese are the descendants of the Majapahit Princes. Their population is about 600.000 inhabitants within thirty villages. Tenggerese are being known as obedient Hindu followers. For them, Bromo Mountain is sacred. In once in a year they held ceremony of Kasada or Yadnya Kasada as a thanks giving to the Lord. This ceremony is always held in midnite in full moon time around date…


Enchanting Probolinggo

Probolinggo Probolinggo, the nice town on East Java, which properly surrounded by group of famous mountain on East Java, which are Mount Semeru, Mount Bromo, and Mount Argopuro. The local inhabitant on Probolinggo are various, mostly are Tenggerese, Madurese, Pandalungan and some of Javanese. The culture of Tengger is hold the strong way of living withing the society, Tenggerese are mostly live on Bromo mountain area, they are Hindu and they believe that they were descendant of Majapahit Kingdom. Looking from the way of living and cultural diversity, probolinggo has…



Hotel Deals of the Day
Interesting Links