Kompleks Lautan Pasir Tengger

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengamatan langsung pada lokasi TB BTS terdapat beberapa jalur yang bisa dipilih oleh para wisatwan yang ingin datang dan mengeksplor lokasi ini.

Cemorolawang - Gunung Bromo - Cemorolawang

Jalur ini adalah jalur yang paling dan biasa dilalui oleh banyak pengunjung dengan berjalan kaki atau menunggang kuda (sekitar 3 jam). Jika rute ini dikunjungi di pagi hari, pengunjung akan dapat melihat matahari terbit, jika dilakukan di siang hari, pengunjung akan dapat dengan jelas melihat gunung Bromo dengan semua aktifitasnya. Yang paling menarik dari rute ini adalah dengan dilaluinya rute lautan pasir di sekitar gunung Tengger.

Cemorolawang - Gunung Bromo - Gunung Watangan - Cemorolawang

Rute ini disukai oleh mereka yang suka akan tantangan, karena jalur ini cukup riskan dan tidak mudah untuk dilalui oleh orang awam. Dalam rute ini ini pengunjung harus melewati jalur antara dua jurang dan membutuhkan waktu 4 jam. Walaupun tidak mudah, tapi dengan melewati jalur ini, kita bisa melihat panorama yang indah dari Segoro Wedi lor. Segoro Wedi Lor, atau Lautan Pasir Utara sebenarnya merupakan kawasan kawah aktif dari gunung Watangan ini dan masih jarang dikunjungi, sehingga kondisinya masih alami dan perawan.

Cemorolawang - Penanjakan - Cemorolawang

Jalur ini meliputi jalan-jalan di sekitar puncak Penanjakan. Dengan berjalan, rute ini bisa dilalui dalam 5 jam perjalanan. Spot paling menarik dari lokasi ini adalah kaldera Tengger, sehingga dengan berjalan melalui rute, kita juga dapat melihat panorama yang indah dari lautan pasir. Pada puncak Pananjakan, yaitu daerah puncak tertinggi Tengger, kita juga dapat melihat dan menikmati panorama yang indah di lokasi gunung, matahari terbit dan hal-hal eksotis lainnya.

Cemorolawang - Gunung Bromo - Watangan - Goa Lava - Cemorolawang

Bagian terbaik dari rute ini bisa ditemukan di wilayah goa atau daerah Sumur Pitu. Di sana kita bisa melihat banyak goa. Goa-goa tersebut terbentuk dari gunung Kursi yang mengalami prosen pendinginan. Dengan berjalan, rute ini menghabiskan sekitar 4-5 jam perjalanan. Dengan melewati lokasi ini, kita akan melihat terjadinya gua lava yang menurut sejarah geologi, dibangun dari lava yang ada di bawah tanah dan dengan kondisi temperatur yang dingin.

Wonokitri - Gunung Bromo - Wonokitri

Jalur ini merupakan jalur yang lebih panjang dari rute Cemorolawang-Bromo- Cemorolawang. Tapi dengan mengambil jalur ini, kita akan dapat melihat pemandangan yang juga jauh lebih indah yang tidak dapat ditemukan dari jalur lain. Untuk mencapai jalan ini, kita dapat menggunakan mobil khusus four wheel drive, dengan berjalan kaki atau dengan menunggang kuda. Waktu yang ideal yang dibutuhkan jika kita mengambil jalan ini adalah sekitar jam 3-4 jam.

Hal yang paling menarik jika kita mengambil jalan ini adalah pemandangan yang indah di sekitar lokasi lautan pasir, yang terletak di sisi kanan jalur.

Wonokitri - Penanjakan - Wonokitri

Jalur ini sangat Populer bagi mereka yang suka akan tantangan, karena banyak pengunjung yang melaluinya dengan mengendarai sepeda motor atau mobil dengan kondisi jalan yang baik.

Nongkojajar - Kandangan - Gunung Bromo - Nongkojajar

Selain memang dikembangkan sepenuhnya, jalur ini tidak terlalu populer untuk dilalui. Tetepai, pada dasarnya jalur ini menyimpandaya tarik yang tak kalah indahnya dari jalur lain. Jalur ini adalah jalur terpendek dan yang paling hemat waktu jika kita ingin pergi ke Gunung Bromo dan Nongkojajar, yaitu sekitar 12 km, tetapi sampai sekarang kondisi jalan dari Kandangan ke Lautan Pasir masih dalam bentuk tanah yang mengeras dan sempit, sehingga membuat mobil tidak bisa melewati jalan ini dengan lancar. Sepanjang jalan ini, kita akan menemukan desa Kandangan dan di tempat ini kita akan dapat melihat banyak bunga edelweiss yang menyebar di sepanjang jalan sampai Lautan Pasir. Sangat indah dan eksotis.



View Pasir Berbisik at indonesiavirtual.com