Perkebunan Glenmore - Kalibaru


Glenmore merupakan daerah perkebunan dengan hawa yang lebih sejuk dibanding Kecamatan Ketapang di bagian timur Kota Banyuwangi. Dari Pelabuhan Ketapang bisa dijangkau dalam tempo satu setengah jam dengan menumpang bus. Glenmore merupakan wilayah dataran tinggi sehingga udaranya sejuk dan pemandangannya sangat indah. Banyak perkebunan kopi dan coklat di daerah ini. Pengunjung bisa melihat para pengrajin tradisional mengerjakan peralatan dapur, bahkan bisa membelinya di sepanjang jalan Glenmore – Kalibaru.

Tapi, udara di Glenmore kalah sejuk dibandingkan Kalibaru, kecamatan tetangga di bagian barat. Selain nama yang asing, jejak-jejak berbau asing, terutama peninggalan kolonial Belanda masih ditemukan saat ini. Selain stasiun kereta api, ada juga jembatan, hingga gudang dan peralatan pabrik di perkebunan. Ada terowongan panjang menembus Gunung Mrawan yang bisa dinikmati dengan naik kereta api. Penginapan dan hotel juga tersedia di daerah ini, seperti Kalibaru Cottage, Margo Utomo dan lain sebagainya.

Nama Glenmore sering melemparkan asumsi orang tentang sebuah tempat di Eropa yang sejuk dan kadang berselimut salju. Padahal ini nama sebuah kecamatan yang terletak di ujung timur Pulau Jawa. Glenmore memang terkesan seperti kosakata Inggris. Sebagian besar orang meyakini Glenmore merupakan gabungan dari dua kosa kata yakni “Glen” dan “More”. Kata Glen untuk menggambarkan daerah berhawa sejuk yang memiliki hamparan lahan berkontur. Sedangkan More untuk menunjukkan daerah ini memiliki hamparan berkontur yang lebih banyak dibandingkan dengan daerah di sekitarnya. Gabungan dua kata itu kemudian disatukan menjadi Glenmore. Konon, gabungan dua kosakata ini banyak digunakan oleh warga Belanda yang menghuni daerah ini sejak abad ke-18.

Versi lain menyebutkan nama Glenmore tidak lepas dari Ros Taylor, bangsawan Skotlandia yang membeli lahan perkebunan di daerah ini. Izin pembukaan lahan ini ditandatangani oleh Gubernur Jenderal Belanda pada 24 Februari 1909 dan diumumkan di Javasche Courant tanggal 30 Maret 1909. Menurut versi ini, Ros Taylor sangat dihormati oleh penduduk lokal maupun warga Belanda karena kekayaan dan status sosialnya. Sebagai penghormatan kepada bangsawan Skotlandia ini Belanda menamai perkebunan yang telah dibeli dengan nama Glenmore. Kata Glen untuk menggambarkan lahan perkebunan yang berkontur dan sangat luas. Sedangkan More merupakan marga keluarga besar Taylor. Jadi, Glenmore merupakan lahan berkontur yang luas milik keluarga More.

Latest News

Java Indo Eco Tourism Travel, Banyuwangi

Javaindo Ecotourism Tour operator and handling tours program for mount Bromo tours, Ijen crater/Plateau tours (kawah ijen tours) Borobudur sunrise tours, explore sumba tours, explore komodo tours Prambanan temple and Yogyakarta tours include merapi volcano. then also handling Wildlife tours Indonesia for Sukamade Turtle Beach, Baluran National Park, Alas Purwo National Park,and Orangutan Tours. As a first hand of Indonesia Travel Company, their primary goal is to provide an exceptional travel experiences in Indonesia for you as their clients. Some of tourists have trusted Java Indo tour to be their…


The Legendary Banyuwangi

Banyuwangi Banyuwangi is one of regencies in East Java Province. Located on the eastern tip of Java Island near Bali Strait on the east. In fact, the Ketapang harbor is the only way to connect to Gilimanuk harbor in Bali Island. Banyuwangi is the largest regency in East Java. The area is diverse, from the lowlands to the mountains. It is surrounded by mountainous and woody areas to the west; by sea to the east and south. It also near the border area with Bondowoso, there are also series of…




Hotel Deals of the Day
Interesting Links