Taman Nasional Meru Betiri


Taman Nasional Meru Betiri merupakan kawasan taman nasional perwakilan ekosistem mangrove, hutan rawa, dan hutan hujan dataran rendah di Jawa, yang terletak di wilayah administrative Jember dan Banyuwangi.

Untuk mengakses taman nasional ini bisa di tempuh dengan 2 rute yaitu melalui wilayah kabupaten Banyuwangi di timur, atau melalui kabupaten Jember di sebelah barat. Dengan rute sbb:
• Banyuwangi - Jajag - Pesanggaran - Sungai Lembu - Sarongan - Kandangan - Pantai Rajegwesi (pintu gerbang taman nasional) - Sumbersuko - Sukamade. Sukamade adalah wilayah pantai yang terkenal sebagai tempat peneluran penyu.
• Jember - Ambulu - Tempurejo - Curahnongko - Andongrejo (lokasi gerbang taman nasional) - Bande Alit. Bandealit juga merupakan wilayah pantai, di mana berlokasi sebuah perkebunan kecil di tengah hutan.

Kawasan hutan Meru Betiri pada awalnya berstatus sebagai hutan lindung yang penetapannya berdasarkan Besluit van den Directur van Landbouw Neverheiden Handel yaitu pada tanggal 29 Juli 1931. Kemudian pada tahun 1967 kawasan ini ditunjuk sebagai Calon Suaka Alam dan pada periode berikutnya kawasan hutan lindung ini ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa seluas 50.000 Ha.

Taman nasional ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu merupakan habitat penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu ridel/lekang di Pantai Sukamade. Di pantai tersebut dibangun beberapa fasilitas sederhana untuk pengembangbiakan penyu agar tidak punah.

Taman Nasional Meru Betiri dihuni oleh beberapa tanaman eksotis yang langka, seperti raflesia (Rafflesia zollingeriana), dan beberapa jenis tumbuhan lainnya seperti bakau (Rhizophora sp.), api-api (Avicennia sp.), waru (Hibiscus tiliaceus), nyamplung (Calophyllum inophyllum), rengas (Gluta renghas), bungur (Lagerstroemia speciosa), pulai (Alstonia scholaris), bendo (Artocarpus elasticus), dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan.

Selain itu, terdapat juga beberapa satwa di taman nasional ini. Terdapat 29 jenis mamalia, dan 180 jenis burung. Satwa tersebut diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus), kucing hutan (Prionailurus bengalensis javanensis), rusa (Cervus timorensis russa), bajing terbang ekor merah (Iomys horsfieldii), merak (Pavo muticus), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu ridel/lekang (Lepidochelys olivacea).

Latest News

Ngagelan Beach – Banyuwangi

Ngagelan Beach Ngagelan beach is breeding area. It is located 7 km to the west of Trianggulasi Bay. It is also the hachery for the baby turtles. There are some biology students do the research here. Ngagelan beach has much … Continue reading


Seblang Ritual And Dance, Banyuwangi Traditional Ceremony

Seblang Ceremony Seblang is one of rituals in Osing societies, Banyuwangi regency. This ritual can be found in two villages, which is. Bakungan village and Olihsari village. Olihsari society will held this ceremony in a week after the Idul Fitri. … Continue reading


Kebo-Keboan Ritual, Banyuwangi

Kebo-Keboan Cultural Feast Banyuwangi people, which are mostly farmers, have a sacred ritual to ask the blessings of salvation. The tradition known as kebo-keboan. Kebo in Java language means buffalo, the people in village are mostly use buffalo to do … Continue reading


Plengkung Beach

Plengkung Beach Plengkung is known as one of the best surfing beaches in the world. The word of “G” in “G-Land” derives from Grajagan, the name of the bay where the huge waves were found at the south of the … Continue reading


Hotel Deals of the Day
Interesting Links