Patrol (Traditional Music)


Kesenian patrol merupakan salah satu jenis musik khas Banyuwangi yang tetap hidup dan berkembang sampai sekarang. Kesenian patrol adalah jenis musik rakyat yang lebih bersifat ritmis, tanpa peralatan diatonik. Seluruh instrumennya terbuat dari bambu. Bentuk alatnya meliputi katir, gong, kempul, angklung renteng, kethuk, kendang, dan seruling. Komposisi ini merupakan aktivitas budaya Osing, masyarakat asli Banyuwangi, yang ditampilkan pada malam bulan Ramadahan, baik untuk ronda siskamling maupun membangunkan orang sahur. Syair-syair yang dinyanyikan mengambil dari Kitab Berjanji dan lagu-lagu daerah Banyuwangi dengan teknis tabun sistim timpalan. Pada saat festival, biasanya diikuti grup-grup patrol dari desa dan kelurahan se Kabupaten Banyuwangi dengan jumlah personel satu grup minimal 15 orang.

Dalam penampilannya, patrol selalu diiringi vokal membawa­kan lagu atau gending banyuwangen dengan cengkok serta logat yang khas Banyuwangi, diselingi ucapan suara lantang dan keras, “sahur! sahur!”

Selain patrol, kesenian tradisional rakyat Banyuwangi sangat beragam. Ada Jaranan Banyuwangi, Janger, Pacul Goang, Terbang Gending, dan lain-lain. Dari sekian kesenian musik tradisional Banyuwangi itu, Patrol termasuk salah satu jenis musik tradisional yang tetap bertahan (eksis) di tengah goncangan modernisasi. Artinya, musik patrol masih banyak diminati masyarakat (tradisional), selain karena keunikan simbolisasinya (pakaian, alat-alat musik,dll) juga karena mengusung makna filosofis yang sangat menyentuh hati. Nilai-nilai natural-filosofis kesenian tradisional ini terletak pada gaya (style) permainan dan lantunan musiknya.

Latest News

Ngagelan Beach – Banyuwangi

Ngagelan Beach Ngagelan beach is breeding area. It is located 7 km to the west of Trianggulasi Bay. It is also the hachery for the baby turtles. There are some biology students do the research here. Ngagelan beach has much … Continue reading


Seblang Ritual And Dance, Banyuwangi Traditional Ceremony

Seblang Ceremony Seblang is one of rituals in Osing societies, Banyuwangi regency. This ritual can be found in two villages, which is. Bakungan village and Olihsari village. Olihsari society will held this ceremony in a week after the Idul Fitri. … Continue reading


Kebo-Keboan Ritual, Banyuwangi

Kebo-Keboan Cultural Feast Banyuwangi people, which are mostly farmers, have a sacred ritual to ask the blessings of salvation. The tradition known as kebo-keboan. Kebo in Java language means buffalo, the people in village are mostly use buffalo to do … Continue reading


Plengkung Beach

Plengkung Beach Plengkung is known as one of the best surfing beaches in the world. The word of “G” in “G-Land” derives from Grajagan, the name of the bay where the huge waves were found at the south of the … Continue reading


Hotel Deals of the Day
Interesting Links