Makam Bathoro Katong
Terletak di desa Setono Kecamatan Jenangan, sekitar 2 km kearah timur dari pusat kota. Bathoro Katong adalah pendiri sekaligus bupati Ponorogo yang pertama dan tokoh penyebar agama Islam di Ponorogo. Beliau adalah keturunan raja Brawijaya dari Majapahit dan adik dari R. Patah dari kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Di komplek pemakaman tersebut juga dimakamkan Tokoh pendiri Ponorogo yang lain, yaitu Patih seloaji dan kyai Ageng Mirah.
Pada waktu-waktu tertentu khususnya bulan Suro dan Ruah (penanggalan Jawa). Komplek Pemakaman Bathoro Katong banyak dikunjungi oleh para peziarah yang ingin mendoakan arwah yang disemayamkan. Komplek pemakaman ini juga diyakini oleh banyak orang sebagai tempat yang mustajab untuk berdo'a karena itu tempat ini selalu ramai oleh para pengunjung yang ingin berziarah.
Astana Srindil
Astana atau makam Srandil ini berada di sebuah kaki bukit di kecamatan Badegan, sekitar 15 km ke arah barat dari pusat kota. Yang dimakamkan disitu adalah bupati Sumoroto dan keturunannya. Situs ziarah ini banyak dikunjungi peziarah pada hari Selasa Kliwon.
Makam Raden Jayengrono Pulung
Jayengrono adalah Putra dari Harjo Mataundari Kasunanan Surakarta. Sedangkan Ibunya adalah keturunan dari Bathoro Katong. Dikisahkan, sewaktu dia membuka hutan dia menemukan jeruk yang berbau pesing sehingga daerah itu diberi nama Jeruksing. Selanjutnya dia bergerak ke arah timur yang sekarang bernama Pulung. Daerah ini menjadi 'desa perdikan'.
Makam Merto Hadinegoro Tajug
Dengan luas 1,5 ha dan terletak di desa Tajug, Kecamatan Siman, makan ini merupakan makan R. Adipati Mertohadinegoro Bupati pertama Ponorogo dan keturunan dari Jayenggrono dan Bathoro Katong.
Pondok Modern Gontor
Berlokasi di kecamatan Mlarak, Pondok pesantren ini merupakan pondok pesantren modern pertama dan terbesar di Indonesia. Dikenal secara nasional bahkan internasional. Siswanya datang dari berbagai negara tetangga.