Bahan Daur Ulang Jadi Gaun Cantik

October 14th, 2008

SURABAYA - Kemarin (13/10) para siswa Bunka School of Fashion memamerkan beragam busana daur ulang. Aneka gaun ciptaan lima kelompok terlihat cantik, meski berbahan barang-barang bekas pakai. Mulai sumbu kompor, kertas alas kue, hingga tikar.

Tema peragaan kemarin adalah Fashion Meets Nature. Lewat tema itu, masing-masing kelompok yang beranggota 3-5 orang beradu kreatif. Mereka memanfaatkan bahan-bahan yang sebelumnya tak dipikirkan orang untuk dijadikan baju.

Salah satunya adalah gaun hijau berbahan tikar. Busana itu tercipta lantaran para perancangnya merasa prihatin tikar mulai diganti karpet. Keprihatinan tersebut melahirkan sebuah ballgown mini dari tikar. ”Daripada nggak dipakai, dimanfaatkan sebagai gaun saja,” ujar Priscilla Salim, salah seorang anggota kelompok.

Mengusung tema flora dan fauna, lembaran tikar tersebut dikreasi menjadi gulungan-gulungan yang menyerupai bunga. Aksen bunga tikar itu menghiasi bagian bawah gaun.

Saat pewarnaan, mereka merendam tikar dalam beberapa zat pewarna (wenter). Hasilnya, ada bunga kuning, hijau, oranye, dan merah. Untuk menimbulkan efek blooming, ditambahkan rangkaian kain sifon dengan warna gradasi yang dibentuk menyerupai gumpalan-gumpalan.

Bagian atas berupa kemben yang dibentuk dari tikar yang telah direndam wenter warna hijau. Pada kemben tersebut, dilukis tiga gambar burung yang merupakan satwa langka Indonesia. Ada burung merak, kakaktua, dan tucan. Menurut Priscilla, gaun tersebut mencerminkan upaya untuk melindungi flora dan fauna Indonesia.

”Bagian atas itu mewakili fauna, sedangkan bagian bawahnya floranya,” ungkap Priscilla mewakili teman-temannya. Namun, tanpa disangka karya tersebut berhasil meraih posisi ketika dalam ajang Bali Fashion Week, Agustus lalu.

Selain gaun tikar, ada gaun dari sumbu kompor. Meski tidak memenangi kontes, gaun sumbu kompor tersebut juga unik. Terdiri atas atasan one shoulder dan rok mini full clock, Minarni Tjandra dan dua rekannya memanfaatkan sumbu kompor menjadi bunga-bunga kecil. Bunga-bunga itu memenuhi bagian atas gaun yang dilapisi kain belacu. Bagian bawah juga diberi aksen bunga sumbu kompor.

Bukan hanya sumbu kompor, mereka juga menggunakan jaring buah dari styrofoam yang dirangkai bertumpuk di bagian dalam rok. Rangkaian jaring buah tersebut dibuat untuk menambah volume rok agar mengembang.

Yang tidak kalah unik, ada juga gaun yang menyerupai hand bouquet terbalik. Dibuat dari kertas alas kue berwarna putih, gaun bermodel tube dress hasil kolaborasi Joan Margaretha Sengkey dan dua rekannya itu tampak cantik dengan tampilan obi (ikat pinggang kain besar) berbahan kain sandwash pink.

Gaun rancangan kelompok lainnya yang tidak kalah menarik adalah gaun berbahan kelobot jagung serta kancing batok kelapa. (ken/dos)

Source: Jawa Pos Online

Entry Filed under: East Java News

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Most Recent Posts