Wayang Kulit Gamelan Modern
September 22nd, 2008
SURABAYA - Alkisah, Prabu Duryudana, pembarep Kurawa yang juga raja Astina, marah besar. Sebab, di negerinya berdiri padepokan baru yang dipimpin Begawan Yudowolo. Duryudana lantas mengutus Ditya Kolondaru untuk mengusir Yudowolo dari bumi Astina.
Namun, cerita tak berakhir sesederhana itu. Sebab, sejatinya, Kolondaru -raksasa yang mengerikan- itu adalah jelmaan Jamus Kalimasada, senjata milik Yudhistira, sulung Pandawa. Sebelumnya, senjata pusaka tersebut dicuri oleh Duryudana. Sedangkan Yudowolo adalah jelmaan Petruk, punakawan berhidung panjang. Akhirnya, Jamus Kalimasada, yang kerap diartikan sebagai ”kalimat syahadat” bisa kembali ke tangan Yudhistira dengan selamat.
Lakon Begawan Yudowolo itu kemarin (21/9) dipentaskan Ki B.S. Prayoga di Royal Plaza. Tentu bukan lakon tersebut yang membuat pentas itu terasa istimewa. Bersama 14 kru, Ki Prayoga memainkan wayang kulit dengan racikan musik modern. Pasalnya, grup wayang yang bermarkas di Jalan Mojo tersebut menggunakan keyboard dan drum sebagai pengganti gamelan lengkap. Peranti itu melengkapi rebab, seruling, kendang, dan sejumlah gamelan.
Pergelaran wayang di dalam mal tersebut cukup mengundang perhatian pengunjung. Salah seorang penonton adalah Ratih Heryuliati, 45, warga Jemursari. Ratih yang sedang berbelanja bersama keluarganya memilih duduk menyaksikan wayang kulit. ”Irama gamelannya membuat saya tertarik. Belum tentu setahun sekali saya bisa menyaksikan wayang,” katanya.
Wayang campursari modern itu diselenggarakan dalam rangka Gebyar Ramadhan Bazaar Matahari. Store Manager Matahari Totok Indras mengatakan, pertunjukan tersebut bisa kembali mengangkat pamor wayang kulit. ”Kalau pertunjukannya dilakukan di dalam mal, kan banyak yang menonton,” tuturnya. Karena nuansanya Ramadan, para sinden tidak hanya menyanyikan lagu-lagu Jawa. Mereka juga melantunkan selawat dan puji-pujian. (jan/dos)
Source: Jawa Pos Online
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed