Wonorejo Tentrem ala Tombo Ati
August 25th, 2008
Road show pemungkas Surabaya Green and Clean berlangsung kemarin (24/8). Acara yang dilangsungkan di Wonorejo itu menjadi kemeriahan terakhir peserta kompetisi kampung bersih. Kini mereka tinggal menunggu malam final yang akan diselenggarakan pada Jumat (29/8).
Road show terakhir kemarin berlangsung meriah. Warga berdatangan dari Kelurahan Kedungdoro, Keputran, dan tuan rumah Wonorejo. Mereka mengenakan berbagai macam seragam dengan warna utama hijau.
Wawali Arif Afandi yang hadir pada pukul 07.00 langsung melakukan sidak. Sejumlah pejabat pemkot mendampingi. Di antaranya, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Hidayat Syah, Koordinator Fasilitator Lingkungan Surabaya Anwar, dan pejabat masyarakat setempat. Bersama rombongan, Arif meluncur ke gang-gang dan saluran air.
Saluran air yang dikunjunginya adalah Kali Mir. Saluran air selebar satu meter itu memang sering menjadi tempat pembuangan sampah warga. Padahal, saluran air yang penuh sampah sering menjadi sarang penyakit.
Belum lagi, air yang tersumbat mengancam terjadinya banjir. Karena itu, warga mengadakan kerja bakti untuk membersihkan saluran tersebut. Tanpa rikuh, Arif langsung mengambil serok dan bergabung dengan warga.
Menurut Arif, Kelurahan Wonorejo sangat berpeluang memenangkan program Surabaya Green and Clean. Namun, dia masih melihat kampung di Surabaya Pusat itu belum maksimal dalam penghijauan. “Pohon-pohon perlu banyak ditanam di pinggir jalan. Nanti biar Pak Dayat yang membantu,” katanya.
Kemeriahan road show bertambah saat rangkaian lomba diadakan. Mulai lomba memasak, lomba yel-yel, hingga lomba yang baru kali ini diadakan, yaitu memilah sampah.
Sebelum lomba yel-yel diadakan, para kader lingkungan setempat menampilkan lagu Tombo Ati yang liriknya sudah diubah. Dengan iringan musik elekton, para penyanyi yang kebanyakan ibu-ibu itu membawakan lagu berjudul Wonorejo Tentrem dengan apik.
”Wonorejo tentrem ono limo perkarane. Kaping pisan resik-resik lingkungane. Kaping pindo podho nandur nang latare. Kaping telu ngombe mendhem ndang lereno. Kaping papat bekupon doro ndang endekno. Kaping limo aturan RT turutono.”
Djadi Galajapo yang biasanya suka meledek kini malah terkesima. Dia langsung bergabung dan bernyanyi bersama mereka. ”Iki apik tenan lagu iki. Ayo para warga, dilereni mendheme karo bekupon dorone,” kata anggota grup lawak Galajapo itu.
Lomba yel-yel pun tak kalah meriah. Para peserta perwakilan RW itu tampil komplet dengan kostum dan dandanan bertema daur ulang. Bahkan, peserta dari RW 11 datang membawa paralon untuk komposter resapan. Sambil berjoget, komposter diayunkan mengikuti irama. Komposter tersebut, ternyata, tokcer membawa mereka merebut jawara yel-yel.
Bukan Djadi namanya kalau tidak suka usil dan jahil. Korban pelawak yang menjadi pembawa acara road show kali ini adalah salah seorang pemenang undian, yakni Liena Roostiati.
Tiap kali mengambil kupon, Djadi selalu meneriakkan nama pemenang. Liena adalah pemenang ketiga undian berhadiah yang diberikan untuk sepuluh pemenang itu. Ketika mengundi untuk pemenang ke-8, Djadi tiba-tiba berteriak, “Pemenangnya adalah Liena Roostiati.”
Secara spontan, Liena yang berdiri di atas panggung bersama pemenang lainnya pun meloncat kegirangan. Dia pun menghampiri Djadi yang melongo melihat tingkah warga Tempel Sukorejo itu. ”Lho, aku lak mek moco, Liena Roostiati. Mosok gak oleh,” kata Djadi.
Merasa dikibuli, Liena pun malu. Dia langsung memukuli Djadi diiringi ledakan tawa peserta road show lainnya. ”Hadiah yo dibagi-bagi. Mosok sampeyan tok,” ungkap Djadi.
Liena akhirnya kembali ke barisan pemenang undian. Di belakangnya, sambil cengengesan, Djadi kembali berteriak, ”Liena Roostiati.” Kali ini, Liena tak lagi meloncat kegirangan.
Di akhir acara, Djadi mengingatkan bahwa malam penganugerahan pemenang diadakan sebentar lagi. Tepatnya Jumat, 29 Agustus, di Taman Surya. “Mari kita budayakan hidup bersih. Meski nanti sudah tidak ada lomba, budaya bersih harus terus kita lakukan. Jangan hanya karena ada Green and Clean,” katanya dengan mimik serius. (aga/obi/fat)
Source: Jawa Pos Online
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed