Lampion dari Cone Es Krim
August 22nd, 2008
Biasanya, bahan plastik paling banter dimanfaatkan sebagai barang jualan. Kalaupun diolah lagi, paling hanya jadi hiasan di langit-langit gang. Namun, Iwan Setiawan, kader lingkungan RT 6 RW 8 Kelurahan Banyu Urip, punya kreasi unik. Dia mengolah cone plastik bekas es krim dan botol air mineral menjadi lampion cantik. Untuk membuat lampion itu, kata Iwan, dibutuhkan kreativitas dan ketekunan. Sebab, bentuk lampion bisa bermacam-macam, bergantung selera.
Bodi lampion tersebut mirip lampu tempel berbahan bakar minyak gas. Lampion itu terdiri atas dua bagian. Yakni, bagian bawah dan atas. Bagian bawah dibuat seperti penampung minyak tanah. Bahannya dibuat dari ujung bawah botol air mineral. Fungsinya sebagai tatakan lampion agar bisa berdiri saat diletakkan. Bagian tersebut juga berfungsi untuk memegang bohlam.
Menurut Iwan, biar sesuai dengan bentuk lampion yang kecil, dia memilih bohlam ukuran kecil. Bagian bawah lampion juga berfungsi sebagai penyimpan kabel. ”Kalau bisa, yang wattnya kecil saja. Jangan yang terlalu besar. Tidak muat,” katanya.
Bagian atas dibuat dari cone es krim. Itu berfungsi sebagai bongkar pasang. Lelaki berambut keriting tersebut mengatakan, kalau ingin lebih semarak, bagian tengah bisa diambilkan dari botol minyak kayu putih. ”Nanti cahanya bisa terlihat hijau,” tambahnya.
Untuk menambah kesan lampu minyak, Iwan menganjurkan memasang perangkat berbentuk lingkaran di belakangnya. Perangkat tersebut juga berfungsi untuk menempelkan lampion di paku. ”Ini kan cantik kalau dibuat suvenir,” ungkapnya sambil menimang tiga lampion. (aga/oni)
Source: Jawa Pos Online
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed