Promosi Wisata di 1.400 Taksi
August 21st, 2008
Upaya pemkot melalui Surabaya Tourism Promotion Board (STPB) untuk mempromosikan Surabaya makin konkret. Tak hanya dengan membuka kantor cabang di berbagai kota dan negara lain, STPB juga berpromosi dengan memasang logo Sparkling Surabaya pada 1.400 taksi Blue Bird di Surabaya. Penyematan city branding Sparkling Surabaya itu kemarin dilakukan Wali Kota Bambang D.H. di Taman Surya.
Dengan pencatuman logo itu diharapkan wisatawan asing lebih mengenal Surabaya. Sebab, 1.400 awak Blue Bird kerap beroperasi di bandara, terminal, dan pelabuhan. Dengan begitu, potensi Surabaya sebagai kota parwisata bisa lebih dikenal wisatawan asing.
Executive Director STPB Yusak Anshori mengatakan, STPB menyambut baik kepedulian dan partisipasi para pelaku bisnis terhadap perkembangan pariwisata Surabaya. Apalagi, Blue Bird memiliki jaringan di beberapa kota besar di Indonesia.
”Taksi merupakan salah satu moda transportasi penting di suatu kota yang terkait dengan pengembangan pariwisata,” jelasnya.
Komitmen antara pemkot dan perusahaan taksi itu diharapkan dapat mengangkat pamor Surabaya di mata wisatawan domestik maupun manca. Apalagi, kata Yusak, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke kota ini terus bertambah. Tahun lalu, tercatat 136 ribu wisatawan asing berkunjung ke Kota Pahlawan. Tahun ini, STPB menargetkan 140 ribu pengunjung. ”Berbagai upaya kita tempuh untuk mempromosikan Surabaya. Termasuk dengan stiker logo Sparkling Surabaya ini,” ujarnya.
Tak urung, kata Yusak, bertambahnya wisatawan asing yang datang ke Surabaya turut berimbas terhadap peningkatan pajak hotel, restoran, dan hiburan. Peningkatan PAD (pendapatan asli daerah) itu terlihat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2005 PAD dari sektor ini meraih Rp 119 miliar. Kemudian pada 2006 naik jadi Rp 141 miliar, dan tahun lalu jadi Rp 159 miliar.
Sejatinya, kata Yusak, ada strategi jitu yang bisa dibidik STPB untuk mendongkrak jumlah pendapatan itu. Yakni, membidik orang asing yang melakukan kunjungan kerja (kunker) di Surabaya. ”Saya menghitung dalam sehari, kunker dari negara lain sampai empat kali,” sebutnya.
Hal itu, kata dia, merupakan potensi besar dunai pariwisata jika digarap dengan serius. Misalnya, setiap kali selesai kunker, para wisatawan asing bisa diajak keliling menikmati kelebihan Surabaya. Dari tempat wisata, kuliner, hingga mengunjungi berbagai pusat perbelanjaan. ”Kita dorong mereka agar berbelanja sebanyak-banyaknya di kota ini,” sebutnya.
Wali Kota Bambang D.H. mengatakan, program pemasangan logo Sparkling Surabaya di taksi-taksi strategis untuk promosi wisatawan. Karena itu, bisa jadi nanti juga untuk bus Damri, KA, dan pesawat. ”Kita akan usahakan ke arah sana. Sebab, saya yakin cara itu bisa menarik wisatawan cukup efektif,” ujarnya.
Vice President Blue Bird Ateng Aryono berharap agar city branding kota ini lebih dikenal negara lain. Karena itu, pihaknya rela mengeluarkan dana untuk membuat dan mencantumkan logo itu di ribuan armada taksinya. (kit/ari)
Source: Jawa Pos Online
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed