Museum Kesehatan Lengkapi GDC
August 12th, 2008
PEMBANGUNAN Gedung Diagnostic Center (GDC) di RSU dr Soetomo tahap kedua sudah selesai. Minggu depan gedung yang menghabiskan dana Rp 98 miliar itu akan diresmikan Gubernur Jatim Imam Utomo.
Rencananya, gedung delapan lantai tersebut menjadi pusat pemeriksaan radiodiagnostik dan radioterapi. Ada juga bagian patologi klinik dan anatomi, serta pengembangan ilmu kedokteran forensik. Salah satunya pemeriksaan DNA. “GDC dirancang untuk memadukan fasilitas radioterapi. Sebab, selama ini pemeriksaan laboratorium tersebar di beberapa tempat. Itu sangat tidak efisien dan menyulitkan pasien,” kata Direktur RSU dr Soetomo dr Slamet Riyadi Yuwono DTMH MARS.
Dia menambahkan, keberadaan GDC dengan ruang radioterapi yang komplet bisa meminimalkan pemeriksaan laboratorium secara ilegal yang masih sering terjadi di rumah sakit milik pemprov tersebut. “Kami berusaha memberantas hal tersebut dengan pembangunan GDC. Nanti pemeriksaan laboratorium tersentral di satu tempat,” tambahnya.
Tak hanya itu, gedung tersebut dilengkapi helipad untuk mengangkut pasien yang terkena bencana. ”Saat ini transportasi darat sering macet dan tidak transportable, sehingga memperlambat penanganan pasien,” ucap dr Urip Murtedjo SpB KL, ketua forum pers RSU dr Soetomo.
Di dalam gedung tersebut juga terdapat museum. Lokasinya di lobi utama bangunan. Di museum itu akan dipajang berbagai macam benda bersejarah milik RSU dr Soetomo sejak berdiri 69 tahun silam. Di antaranya, foto-foto bangunan RSU dr Soetomo dari tahun ke tahun, alat-alat kedokteran konvensional, buku pengajaran, serta dokumentasi kuno lain. “Kami ingin seperti Singapore General Hospital (SGH). Museum itu nanti juga menjual berbagai macam suvenir yang terkait RSU dr Soetomo,” lanjutnya.
Untuk pengembangan ke depan, museum tersebut juga dirancang menjadi tempat wisata sejarah sekaligus tempat pendidikan. “Tidak hanya memajang barang kuno, siapa pun yang suka sejarah bisa berkunjung ke museum RS ini,” kata Urip.
Dia menambahkan, ide mendirikan muncul berdasar pengalaman sulitnya mencari data sejarah pendirian RS. Bahkan, manajemen RSU dr Soetomo sempat membentuk tim khusus hanya untuk mencari tanggal berdirinya RS. “Makanya, dokumen berharga tersebut akan kami simpan,” papar urip.
Mengapa tak dititipkan ke Museum Kesehatan dr Adhyatma, Jalan Indrapura? Urip mengatakan, barang-barang itu merupakan barang bersejarah RSU dr Soetomo. ”Biar RS ini memiliki ciri khas juga. Makanya, dibuat museum agar ada kenangannya,” katanya. (ai/fat)
Source: Jawa Pos Online
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed