Kaktus ala Patrick SpongeBob
August 1st, 2008
SURABAYA - Penuh dengan duri, tanaman kaktus punya kecantikan khas. Penampilannya bisa diubah menjadi imut-imut dengan penambahan sejumlah aksesori. Ditempeli sepasang mata mainan dan pita merah di bagian hidung, kaktus-kaktus berukuran kecil mampu menjelma menjadi boneka lucu.
Kreasi dengan media kaktus itu bisa disaksikan pada Pesta Bunga, Buah, dan Sayuran Khas Nusantara. Acara tersebut berlangsung di Convention Hall TP 3 mulai kemarin (31/7) hingga lusa (3/8).
Boneka lucu dari kaktus tersebut bisa ditemukan di stan Cianjur. Di situ, tanaman asal Amerika Latin itu dijajar rapi. Dipilih yang berukuran kecil untuk ditanam dalam pot berdiameter 8 cm.
Ada tiga jenis kaktus yang dijadikan boneka di stan tersebut. Yaitu, ekor tupai, noto kaktus, dan opuntia. Bentuk ekor tupai menyerupai jari tangan. Warnanya hijau, durinya kuning. Setelah diberi hiasan, kaktus itu menyerupai tokoh bintang laut bernama Patrick dalam kartun SpongeBob SquarePants.
“Konsumen menamainya kaktus SpongeBob. Padahal, saya tidak bermaksud demikian,” kata Deden Saefulloh yang membidani boneka-boneka kaktus itu.
Menurut Deden, tidak sulit membuat boneka dari kaktus tersebut. Dia hanya butuh lem biasa untuk menempelkan pernak-pernik. “Lemnya tidak akan berpengaruh apa-apa pada pertumbuhannya,” jelasnya lebih lanjut.
Boneka dari jenis noto kaktus terlihat seperti boneka beranak pinak. Bentuk kaktus itu bulat bertumpuk-tumpuk. Ada yang besar dan kecil. Ada juga kaktus yang bentuk aslinya seperti Mickey Mouse. Duri kaktus itu lebih sedikit daripada kaktus lain. “Saya ingin menggabungkan konsep tanaman hias dengan handicraft,” tutur Deden yang mulai berkreasi dengan kaktus sejak tujuh tahun lalu tersebut.
Dalam kesempatan kemarin, pria yang sudah mengurus tanaman kaktus sejak 1985 itu juga membagikan resep merawat kaktus. Menurut dia, penyiraman harus disesuaikan dengan tempat tanaman diletakkan. Jika di luar rumah, kaktus cukup disiram sekali dalam sepuluh hari. Kalau di dalam rumah, disiram sebulan sekali sudah cukup. “Penyiraman yang salah bisa membuat kaktus membusuk,” ungkapnya.
Selain boneka kaktus, acara yang diikuti peserta dari 32 provinsi di Indonesia itu menampilkan beragam produk unggulan. Stan Kalimantan Tengah mengusung buah nanas paun. Nanas tersebut berukuran besar dengan berat 3 kg-5 kg. “Berat maksimalnya bisa mencapai 7 kg,” terang John Samson dari Dipertanak Kalteng.
Nanas paun hanya bisa ditemukan di Kalteng. Perkebunannya terdapat di Kabupaten Kotawaringin Timur. Karena kandungan air yang cukup tinggi daripada jenis lain, nanas itu lebih cocok dijadikan sirup dan selai.
Sementara itu, Provinsi Papua Barat memamerkan pala dan segala produk olahannya. Buahnya bisa dijadikan manisan, asinan, sirup, dan kecap. Kemudian, bunganya bisa dijadikan minyak goreng. “Orang Papua senang memakai minyak pala karena cepat panas,” jelas Yosep Robert Kaitau, staf Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Papua Barat. (jan/ayi)
Source: Jawa Pos Online
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed