Liburan di DBL Arena
Lebih dari 4.000 Penonton Menikmati Honda DBL 2008
SURABAYA - DBL Arena, gedung basket baru di Jalan Ahmad Yani, kemarin (30/7) seolah berubah menjadi tempat wisata baru. Mulai pukul 10.00 hingga pukul 19.00, lebih dari 4 ribu orang silih berganti memadati gedung yang sedang digunakan melangsungkan pertandingan babak penyisihan grup SMA Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2008 tersebut.
Keramaian penonton tidak hanya berpusat di lapangan basket dan tribun, namun juga di atrium. Ada yang mencoba lapangan basket mini, makan dan minum di food court, serta membuat temporary tattoo di stan Honda.
Di antara ribuan penonton kemarin, ada yang datang berombongan sekeluarga. Salah satunya adalah keluarga Segaf yang datang untuk mendukung sang putra, Muhammad Hasan Al Askari. Hasan merupakan guard tim putra SMAN 1 Surabaya yang kemarin bertanding melawan SMA Santa Agnes Surabaya.
Keluarga itu datang berdua belas. Ada sang ayah, Segaf, 43; kakak dan adik-adik Hasan; serta paman dan sepupu-sepupu Hasan. ”Tadinya yang mau datang sebelas. Sama dengan nomor punggung Hasan. Tapi, ada saudara dari Malang yang baru datang, mau ikut nonton. Ya sudah, akhirnya diajak sekalian. Jadi, datang dua belas orang,” jelas Alwi Baagil, salah seorang sepupu Hasan.
Selain mendukung Hasan, tujuan mereka adalah liburan. ”Kemarin waktu ditelepon, saudara-saudara yang di Surabaya semua bisa datang. Akhirnya, dibawa ke sini sekalian mumpung lagi libur,” tutur Segaf, ayah Hasan.
Di antara seluruh penonton di tribun, rombongan tersebut juga terlihat paling unik. Sebab, seluruh anggota keluarga yang datang mengenakan kopiah hitam dihias pita merah putih. Yang laki-laki dewasa ber-dress code baju takwa putih. Saat mendukung Smasa -sebutan SMAN 1 Surabaya- bertanding, mereka memukul-mukulkan clapper berwarna merah-putih.
”Pakai kopiah, pakai baju takwa, ya supaya terlihat masih sopan. Kalau pitanya, karena sebentar lagi Agustusan,” ungkap Segaf.
Estianing Nurharini, 36, dan putra semata wayangnya, Bisma Putra Sulung, 4, juga tampak menikmati suasana DBL Arena dari tribun. Ibu dan anak itu datang tidak untuk mendukung tim. Melainkan menemani sang ayah, Sutris (37), guru pendamping tim putra SMA Petra 3 Surabaya yang kemarin bertanding.
Esti merupakan pengajar akuntansi di sekolah Cita Hati. Dia telah beberapa kali menonton DBL saat tim SMP dan SMA Cita Hati tampil. Kadang, Bisma juga diajak. Namun, baru kemarin mereka datang sekeluarga.
”Sehari-hari, kami sibuk. Saya dan suami kan sama-sama ngajar. Jadi, jarang bisa ketemu dan keluar bareng-bareng. Kalau libur begini ini, waktunya kumpul. Tapi, karena bapaknya Bisma harus jadi ofisial, kami ikut ke sini. Nggak apa-apa, yang penting bisa kumpul bapak-ibu-anak. Sekalian ndolanin si Bisma,” ungkap Esti.
Kemarin, Bisma memang terlihat riang. Saat sang ibu menonton pertandingan antara tim putra SMA GIKI 2 Surabaya melawan SMA Frateran Surabaya, bocah lucu itu asyik jalan-jalan sendiri.
Tanpa dibantu, Bisma menaiki dan menuruni tribun. Jika lelah, dia berhenti, duduk sendirian di tribun, lalu menonton pertandingan. Jika ada pemain yang berhasil mencetak poin, tanpa peduli pemain tim mana, Bisma tertawa sambil ikut bertepuk tangan.
”Dia memang seneng banget kalau diajak nonton DBL. Senengannya ya gitu itu, naik turun tribun. Tapi, kalau nonton di sini (DBL Arena, Red), kayaknya dia lebih puas. Gedungnya lebih gede, jadi tempat jalan-jalannya lebih luas,” ujar Esti.
Honda DBL 2008 SMA hari ini masih terus berlanjut. Di DBL Arena, bakal digelar sembilan pertandingan sejak pukul 10.00. Sementara di gedung lain, yaitu GOR Basket Kampus C Unair, dilangsungkan tujuh laga sejak pukul 10.00. (rum/dat)
Source: Jawa Pos Online
Add comment August 1st, 2008