Archive for August 1st, 2008

Liburan di DBL Arena

Lebih dari 4.000 Penonton Menikmati Honda DBL 2008

SURABAYA - DBL Arena, gedung basket baru di Jalan Ahmad Yani, kemarin (30/7) seolah berubah menjadi tempat wisata baru. Mulai pukul 10.00 hingga pukul 19.00, lebih dari 4 ribu orang silih berganti memadati gedung yang sedang digunakan melangsungkan pertandingan babak penyisihan grup SMA Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2008 tersebut.

Keramaian penonton tidak hanya berpusat di lapangan basket dan tribun, namun juga di atrium. Ada yang mencoba lapangan basket mini, makan dan minum di food court, serta membuat temporary tattoo di stan Honda.

Di antara ribuan penonton kemarin, ada yang datang berombongan sekeluarga. Salah satunya adalah keluarga Segaf yang datang untuk mendukung sang putra, Muhammad Hasan Al Askari. Hasan merupakan guard tim putra SMAN 1 Surabaya yang kemarin bertanding melawan SMA Santa Agnes Surabaya.

Keluarga itu datang berdua belas. Ada sang ayah, Segaf, 43; kakak dan adik-adik Hasan; serta paman dan sepupu-sepupu Hasan. ”Tadinya yang mau datang sebelas. Sama dengan nomor punggung Hasan. Tapi, ada saudara dari Malang yang baru datang, mau ikut nonton. Ya sudah, akhirnya diajak sekalian. Jadi, datang dua belas orang,” jelas Alwi Baagil, salah seorang sepupu Hasan.

Selain mendukung Hasan, tujuan mereka adalah liburan. ”Kemarin waktu ditelepon, saudara-saudara yang di Surabaya semua bisa datang. Akhirnya, dibawa ke sini sekalian mumpung lagi libur,” tutur Segaf, ayah Hasan.

Di antara seluruh penonton di tribun, rombongan tersebut juga terlihat paling unik. Sebab, seluruh anggota keluarga yang datang mengenakan kopiah hitam dihias pita merah putih. Yang laki-laki dewasa ber-dress code baju takwa putih. Saat mendukung Smasa -sebutan SMAN 1 Surabaya- bertanding, mereka memukul-mukulkan clapper berwarna merah-putih.

”Pakai kopiah, pakai baju takwa, ya supaya terlihat masih sopan. Kalau pitanya, karena sebentar lagi Agustusan,” ungkap Segaf.

Estianing Nurharini, 36, dan putra semata wayangnya, Bisma Putra Sulung, 4, juga tampak menikmati suasana DBL Arena dari tribun. Ibu dan anak itu datang tidak untuk mendukung tim. Melainkan menemani sang ayah, Sutris (37), guru pendamping tim putra SMA Petra 3 Surabaya yang kemarin bertanding.

Esti merupakan pengajar akuntansi di sekolah Cita Hati. Dia telah beberapa kali menonton DBL saat tim SMP dan SMA Cita Hati tampil. Kadang, Bisma juga diajak. Namun, baru kemarin mereka datang sekeluarga.

”Sehari-hari, kami sibuk. Saya dan suami kan sama-sama ngajar. Jadi, jarang bisa ketemu dan keluar bareng-bareng. Kalau libur begini ini, waktunya kumpul. Tapi, karena bapaknya Bisma harus jadi ofisial, kami ikut ke sini. Nggak apa-apa, yang penting bisa kumpul bapak-ibu-anak. Sekalian ndolanin si Bisma,” ungkap Esti.

Kemarin, Bisma memang terlihat riang. Saat sang ibu menonton pertandingan antara tim putra SMA GIKI 2 Surabaya melawan SMA Frateran Surabaya, bocah lucu itu asyik jalan-jalan sendiri.

Tanpa dibantu, Bisma menaiki dan menuruni tribun. Jika lelah, dia berhenti, duduk sendirian di tribun, lalu menonton pertandingan. Jika ada pemain yang berhasil mencetak poin, tanpa peduli pemain tim mana, Bisma tertawa sambil ikut bertepuk tangan.

”Dia memang seneng banget kalau diajak nonton DBL. Senengannya ya gitu itu, naik turun tribun. Tapi, kalau nonton di sini (DBL Arena, Red), kayaknya dia lebih puas. Gedungnya lebih gede, jadi tempat jalan-jalannya lebih luas,” ujar Esti.

Honda DBL 2008 SMA hari ini masih terus berlanjut. Di DBL Arena, bakal digelar sembilan pertandingan sejak pukul 10.00. Sementara di gedung lain, yaitu GOR Basket Kampus C Unair, dilangsungkan tujuh laga sejak pukul 10.00. (rum/dat)

Source: Jawa Pos Online

Add comment August 1st, 2008

Kaktus ala Patrick SpongeBob

SURABAYA - Penuh dengan duri, tanaman kaktus punya kecantikan khas. Penampilannya bisa diubah menjadi imut-imut dengan penambahan sejumlah aksesori. Ditempeli sepasang mata mainan dan pita merah di bagian hidung, kaktus-kaktus berukuran kecil mampu menjelma menjadi boneka lucu.

Kreasi dengan media kaktus itu bisa disaksikan pada Pesta Bunga, Buah, dan Sayuran Khas Nusantara. Acara tersebut berlangsung di Convention Hall TP 3 mulai kemarin (31/7) hingga lusa (3/8).

Boneka lucu dari kaktus tersebut bisa ditemukan di stan Cianjur. Di situ, tanaman asal Amerika Latin itu dijajar rapi. Dipilih yang berukuran kecil untuk ditanam dalam pot berdiameter 8 cm.

Ada tiga jenis kaktus yang dijadikan boneka di stan tersebut. Yaitu, ekor tupai, noto kaktus, dan opuntia. Bentuk ekor tupai menyerupai jari tangan. Warnanya hijau, durinya kuning. Setelah diberi hiasan, kaktus itu menyerupai tokoh bintang laut bernama Patrick dalam kartun SpongeBob SquarePants.

“Konsumen menamainya kaktus SpongeBob. Padahal, saya tidak bermaksud demikian,” kata Deden Saefulloh yang membidani boneka-boneka kaktus itu.

Menurut Deden, tidak sulit membuat boneka dari kaktus tersebut. Dia hanya butuh lem biasa untuk menempelkan pernak-pernik. “Lemnya tidak akan berpengaruh apa-apa pada pertumbuhannya,” jelasnya lebih lanjut.

Boneka dari jenis noto kaktus terlihat seperti boneka beranak pinak. Bentuk kaktus itu bulat bertumpuk-tumpuk. Ada yang besar dan kecil. Ada juga kaktus yang bentuk aslinya seperti Mickey Mouse. Duri kaktus itu lebih sedikit daripada kaktus lain. “Saya ingin menggabungkan konsep tanaman hias dengan handicraft,” tutur Deden yang mulai berkreasi dengan kaktus sejak tujuh tahun lalu tersebut.

Dalam kesempatan kemarin, pria yang sudah mengurus tanaman kaktus sejak 1985 itu juga membagikan resep merawat kaktus. Menurut dia, penyiraman harus disesuaikan dengan tempat tanaman diletakkan. Jika di luar rumah, kaktus cukup disiram sekali dalam sepuluh hari. Kalau di dalam rumah, disiram sebulan sekali sudah cukup. “Penyiraman yang salah bisa membuat kaktus membusuk,” ungkapnya.

Selain boneka kaktus, acara yang diikuti peserta dari 32 provinsi di Indonesia itu menampilkan beragam produk unggulan. Stan Kalimantan Tengah mengusung buah nanas paun. Nanas tersebut berukuran besar dengan berat 3 kg-5 kg. “Berat maksimalnya bisa mencapai 7 kg,” terang John Samson dari Dipertanak Kalteng.

Nanas paun hanya bisa ditemukan di Kalteng. Perkebunannya terdapat di Kabupaten Kotawaringin Timur. Karena kandungan air yang cukup tinggi daripada jenis lain, nanas itu lebih cocok dijadikan sirup dan selai.

Sementara itu, Provinsi Papua Barat memamerkan pala dan segala produk olahannya. Buahnya bisa dijadikan manisan, asinan, sirup, dan kecap. Kemudian, bunganya bisa dijadikan minyak goreng. “Orang Papua senang memakai minyak pala karena cepat panas,” jelas Yosep Robert Kaitau, staf Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Papua Barat. (jan/ayi)

Source: Jawa Pos Online

Add comment August 1st, 2008


Calendar

August 2008
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Posts by Month

Posts by Category