Archive for July 29th, 2008

Face to Fish Wadji Iwak

SURABAYA - Pelukis Wadji Martha Saputra atau yang terkenal dengan nama Wadji Iwak kembali menggelar pameran tunggal. Pada pameran bertajuk Face to Fish itu, Wadji memajang 21 karya terbarunya di Galeri Surabaya, 27 Juli - 2 Agustus. Wadji memang tidak bisa meninggalkan ‘’sosok” ikan pada setiap lukisannya.

”Bagi saya, ikan punya filosofi tinggi. Dia enerjik, tidak pernah lelah, dan selalu berdzikir,” ungkapnya.

Entah ikan laut atau air tawar, tetap saja rasa dagingnya tawar. ”Saya artikan, dia punya prinsip yang kuat,” tegasnya. Prinsip itu pula yang dianut Wadji untuk selalu berkarya. ”Supaya nggak kalah dengan pelukis muda,” jelasnya.

Pameran ini memang sudah disiapkan Wadji setahun yang lalu. Dia ingin menampilkan karya yang berbeda. ”Tidak ikan nyel, ada simbol dan pesan di setiap lukisan,” kata pelukis kelahiran Jombang 53 tahun yang lalu ini. Karya-karyanya kali ini merupakan gambaran rasa yang ada di dalam hatinya.

Wadji melakukan kolaborasi antara ikan dan makna kehidupan. Seperti lukisannya yang berjudul Rindu Kebebasan. Lukisan itu menggambarkan seorang anak kecil sedang menggenggam burung merpati di sebelahnya terdapat akuarium kecil yang berisi banyak ikan. Latar lukisan itu berwarna merah polos.

Dua gambar itu memiliki persamaan. Anak kecil menginginkan sebuah kebebasan yang disimbolkan dengan burung merpati. Sedangkan ikan dalam akuarium juga menginginkan kebebasan bergerak, karena akuarium itu terlalu sempit.

Lalu ada lukisan yang berjudul Berdialog. Lukisan itu bergambar seorang wanita dengan mimik wajah seperti sedang berbicara, lalu di depannya terdapat banyak ikan. Seolah sedang berbicara dengan wanita tersebut. Lukisan inilah yang akhirnya menjadi inspirasi Wadji menamai pamerannya Face to Fish.

Dari semua lukisan yang dipamerkan. Menurut Wadji, lukisan berjudul Proses Kehidupan yang pertama kali dia buat. ”Perlu proses berpikir lama saat membuatnya,” ungkap Wadji.(jan)

Source: Jawa Pos Online

Add comment July 29th, 2008

Surabaya mangrove forests home to 140 species of Java`s biggest birds

Surabaya, East Java (ANTARA News) - The mangrove forest conservation area in Wonorejo on Surabaya`s east coast has 140 species of Java island`s biggest birds.

Bambang DH, mayor of Surabaya, said here last week end of the 140 bird species, about 84 are categorized as sedentary , 12 species as protected and 44 as migrant species.

“We should thank God that we have a good environment here. We hope the bird diversity can be maintained,” he said after launching a drive to plant 15,000 mangrove trees on Surabaya`s east coast.

Surabaya`s east coast also constitutes a mangrove conservation center area and a buffer zone in the seaside ecosystem which is protected by the provincial government.

“Initially we issued a provincial administration regulation to protect the mangrove conservation center to avoid misuse of the conservation area,” he said.

Thus, he asked all members of the local community to continue protecting the area.

If the mangrove conservation center area can be maintained well, there will be an added value, for instance, as a tourist object, he said, adding his office was preparing to implement the so called family tourism concept in the area. (*)

COPYRIGHT © 2008

Source: ANTARA News

Add comment July 29th, 2008


Calendar

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Posts by Month

Posts by Category