Face to Fish Wadji Iwak
SURABAYA - Pelukis Wadji Martha Saputra atau yang terkenal dengan nama Wadji Iwak kembali menggelar pameran tunggal. Pada pameran bertajuk Face to Fish itu, Wadji memajang 21 karya terbarunya di Galeri Surabaya, 27 Juli - 2 Agustus. Wadji memang tidak bisa meninggalkan ‘’sosok” ikan pada setiap lukisannya.
”Bagi saya, ikan punya filosofi tinggi. Dia enerjik, tidak pernah lelah, dan selalu berdzikir,” ungkapnya.
Entah ikan laut atau air tawar, tetap saja rasa dagingnya tawar. ”Saya artikan, dia punya prinsip yang kuat,” tegasnya. Prinsip itu pula yang dianut Wadji untuk selalu berkarya. ”Supaya nggak kalah dengan pelukis muda,” jelasnya.
Pameran ini memang sudah disiapkan Wadji setahun yang lalu. Dia ingin menampilkan karya yang berbeda. ”Tidak ikan nyel, ada simbol dan pesan di setiap lukisan,” kata pelukis kelahiran Jombang 53 tahun yang lalu ini. Karya-karyanya kali ini merupakan gambaran rasa yang ada di dalam hatinya.
Wadji melakukan kolaborasi antara ikan dan makna kehidupan. Seperti lukisannya yang berjudul Rindu Kebebasan. Lukisan itu menggambarkan seorang anak kecil sedang menggenggam burung merpati di sebelahnya terdapat akuarium kecil yang berisi banyak ikan. Latar lukisan itu berwarna merah polos.
Dua gambar itu memiliki persamaan. Anak kecil menginginkan sebuah kebebasan yang disimbolkan dengan burung merpati. Sedangkan ikan dalam akuarium juga menginginkan kebebasan bergerak, karena akuarium itu terlalu sempit.
Lalu ada lukisan yang berjudul Berdialog. Lukisan itu bergambar seorang wanita dengan mimik wajah seperti sedang berbicara, lalu di depannya terdapat banyak ikan. Seolah sedang berbicara dengan wanita tersebut. Lukisan inilah yang akhirnya menjadi inspirasi Wadji menamai pamerannya Face to Fish.
Dari semua lukisan yang dipamerkan. Menurut Wadji, lukisan berjudul Proses Kehidupan yang pertama kali dia buat. ”Perlu proses berpikir lama saat membuatnya,” ungkap Wadji.(jan)
Source: Jawa Pos Online
Add comment July 29th, 2008