Pikat Gadis Inggris dengan Tari Remo

July 25th, 2008

LOMBA International Contest of Seamanship-Atlantic Challenge tinggal dua hari lagi. Arek-arek Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang tergabung dalam tim ITS Maritime Challenge terus mempersiapkan diri. Terutama, mendandani si cantik Merdeka yang sudah dua bulan ini berpisah dari seluruh anggota tim.

Agar mempermudah pengiriman, beberapa bagian kapal tersebut memang dipereteli. Karena itu, tim pun harus bekerja keras merakit kapal untuk persiapan lomba. Agar efisien, mereka membagi tugas. Sembilan orang pergi ke yacht club tempat kapal bersandar untuk memperbaiki dayung yang sedikit bermasalah. Sisanya stay di sekolah Pursisalmi yang menjadi lokasi menginap untuk men-setting layar Merdeka. ”Banyak yang muji dayung kami lho. Katanya bentuknya cantik dan rumit,” kata Ahmad Ali Ridloh, anggota tim yang bertugas di kehumasan, lewat e-mail khusus kepada Jawa Pos .

Tim ITS Maritime Challenge beranggota 17 orang. Mereka adalah Rachmad Rudiyanto, Febrian Akhmad Warist, Fadwi Mukti Wibowo, Dian Adi Candra, Ahmad Ali Ridloh, Indah Budiar Pratiwi, Meta Endra Puspita, Nurfiah, Rizkilah, Haris H.M., Nanda A.Z.F., Yogi Rianto, Nur Ahmad Sugiharto, Ricky A.S., Mahendra Duta, Afri Luhur, dan Abdul Kholik.

Kini, salah satu fokus tim tersebut adalah melatih fisik. Mereka berlatih lari setiap pagi. Meski lomba sudah di depan mata, mereka berusaha tidak tegang. Karena itu, acara refreshing tetap masuk dalam agenda. Salah satunya, bermain sepak bola bersama anggota tim lawan di gym sekolah Pursisalmi. Bagi cowok anggota tim, ajang sepak bola bersama bisa dimanfaatkan untuk ”tebar pesona”. Sebab, tidak jarang cewek-cewek tim lain datang untuk melihat.

”Pernah waktu kami main sama tim Belgia, ada dua cewek Inggris datang. Namanya Victoria dan Zoe. Untuk ukuran orang Eropa, mereka tidak terlalu tinggi, tapi cantik dan seksi,” ungkap Ridloh.

Tak pelak, kehadiran dua cewek itu langsung memompa semangat mereka untuk bertanding lebih heboh. ”Tapi, pas lagi asyik main, Meta (salah seorang anggota tim, Red) mengingatkan kami untuk berlatih remo,” jelas Ridloh.

Meski acara ”pamer” mereka terhenti, para cowok ITS itu tak kehilangan akal. Mereka mengajak Victoria dan Zoe bergabung. Ternyata, dua cewek cantik tersebut terkagum-kagum melihat mereka berlatih remo dan cerewet bertanya ini-itu. Akhirnya, empat cewek yang tergabung dalam tim ITS mengajari mereka dengan telaten. Sayang, mereka hanya ikut sebentar karena keburu dipanggil untuk berlatih dengan timnya.

Selama di Finlandia, empat cewek dalam tim ITS berperan sebagai ”ibuke arek-arek”. Tidak hanya mempersiapkan diri untuk lomba, mereka juga mempersiapkan kebutuhan makanan untuk seluruh anggota. Meski demikian, tidak berarti yang cowok berpangku tangan. Mereka kebagian mencuci piring, membereskan perlengkapannya, sekaligus mengumpulkan dan membuang sampah.

Berada di negara orang dan bertemu rekan dari negara lain dimanfaatkan anggota tim ITS untuk mendapatkan pengetahuan sebanyak mungkin. Misalnya, Ridloh yang baru tahu bahwa di Finlandia ada dua bahasa resmi. Yakni, bahasa Swedia dan bahasa Finlandia. ”Jadi, Jakobstad itu nama kota dari bahasa Swedia. Kalau dalam bahasa Finlandia, kota itu disebut Pietersari,” katanya.

Ridloh juga sempat mempromosikan Indonesia kepada panitia di Finlandia. ”Namanya Davi. Dia sangat antusias saat saya menceritakan tentang Surabaya yang ramai, tidak seperti Jakobstad,” ungkapnya.

Bahkan, Davi mengaku ingin segera berkunjung ke Indonesia ketika Ridloh mengatakan ada 10 kota besar di Indonesia. ”Sebab, di Finlandia, kota besarnya hanya satu, Helsinki,” ujarnya. (any/dos)

Source: Jawa Pos Online

Entry Filed under: East Java News

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts