Kolam Ikan di Taman Flora
SURABAYA - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya terus melakukan pembenahan dan penambahan fasilitas di Taman Flora, Bratang. Setelah mendatangkan rusa tutul dari Madiun dan RSU dr Soetomo, kini DKP sedang membangun kolam ikan di taman itu. Tujuannya untuk memanjakan pengunjung dari berbagai golongan usia.
”Antusiasme warga untuk mengunjungi Taman Flora saat ini lagi tinggi-tingginya. Kami perlu meresponsnys,” cetus Hidayat Syah, kepala DKP Surabaya kemarin.
Salah satu upaya yang dilakukan DKP saat ini dengan menyulap tandon air di Taman Flora menjadi kolam ikan. DKP hanya memberi tambahan filter penjernih air untuk menjadikan kolam ikan itu. Setelah jadi, kolam itu akan ditebar berbagai jenis ikan hias. ”Anak-anak pasti suka. Kami berharap Taman Flora nanti juga menjadi salah satu ikon kota ini selain Taman Bungkul,” ungkapnya.
Setelah DKP memelihara burung dan rusa tutul, kehadiran ikan hias di kolam itu diharapkan bisa menjadi daya tarik pengunjung. Apalagi, pengadaan kolamnya tidak sampai memakan anggaran banyak. ”Pokoknya di bawah Rp 50 juta. Itu masuk proyek PL (penunjukan langsung, Red) kok,” tutur pria asli Palembang itu.
Tak sekedar membuat kolam, DKP juga akan melengkapi dengan berbagai tanaman hias di sekitar kolam, seperti bunga anggrek dan mawar. ”Sekarang anak-anak senang berlama-lama di sini. Mereka tak sekadar bermain dan bergembira, tapi banyak yang menikmati tempat ini dengan belajar. Mungkin karena suasananya yang nyaman,” jelas Hidayat.
DKP juga akan melengkapi area taman dengan sarana outbound. Dengan demikian, lengkaplah sarana dan prasarana hiburan di taman itu. ”Taman ini akan dikenal sebagai pusat hiburan keluarga,” ucapnya.
Sarana outbound itu misalnya seperti jembatan dari yang melintang di dua tempat. Praktis ketika outbound dilakukan, kerja sama antara satu orang dengan yang lain akan terjalin. ”Tujuannya kita untuk mengikis sifat individualistis warga kota. Yakni dengan mengakrabkan lewat jembatan tadi,” tutur alumnus ITS itu.
Dengan berbagai fasilitas di taman Taman Flora bisa menjadi sarana pelepas lelah dari rutinitas sehari-hari. ”Sebisa mungkin kami ingin memperbanyak ruang publik yang menghibur untuk warga kota,” ujarnya. Dengan begitu, Surabaya diharapkan memiliki ikon wisata sendiri. (kit/ari)
Source: Jawa Pos Online
Add comment July 17th, 2008