Duta Xiamen Nyanyikan Lagu Surabaya
July 4th, 2008
Siang Ini CCF Dibuka di TP
SURABAYA - Delegasi seni dari Xiamen (Tiongkok), Thailand, dan Busan (Korea) siap memberikan penampilan terbaik dalam pembukaan Cross Culture Festival (CCF) di Atrium Tunjungan Plaza 1, siang ini mulai pukul 13.00. Kemarin seluruh duta seni dari delapan negara dan beberapa daerah sudah tiba di Surabaya. Mereka akan mengikuti festival lintas budaya itu hingga Minggu (6/7) nanti.
Pertunjukan seni yang cukup lengkap disiapkan kelompok Paduan Suara Xinghai dari Xiamen. Mereka tidak hanya nyanyi bareng (koor), tapi juga menyiapkan solo-vokal, duet, permainan saxophone, bahkan tarian. Paduan suara yang pernah menjuarai lomba tingkat dunia itu antara lain akan menyanyikan lagu Hui Nyang Ca (pulang kampung). Mereka juga menyiapkan lagu berjudul Surabaya dan Ayo Mama (versi bahasa Mandarin). Namun, kedua lagu itu akan ditampilkan saat penutupan CCF di Taman Surya, Minggu malam nanti.
Paduan suara yang beranggotakan 31 orang -kebanyakan sudah berusia di atas 40 tahun–itu dipimpin Wu Huorong dengan konduktor Li Zuofan. Kemarin mereka berkunjung ke redaksi Jawa Pos. Selain menyanyikan lagu Happy Birthday dalam bahasa Mandarin untuk ulang tahun ke-59 Jawa Pos, mereka juga mempertunjukkan kebolehannya menyanyi lagu Surabaya dan Ayo Mama. Perpaduan warna suara sopran, alto, tenor, dan bas yang mereka tunjukkan begitu ciamik.
”Kualitas vokalnya betul-betul terlatih dan matang,” komentar Chandra Wurianto, ketua Yayasan Senopati, yang memandu dan menjadi penerjemah rombongan dari Tiongkok itu.
Tak mau kalah, utusan seni Busan, Korea, juga akan membuat decak kagum masyarakat Surabaya. Mereka akan tampil dengan orkestra musik tradisional. Delapan pemusik yang tergabung dalam Busan Metropolitan Traditional Music Orchestra itu pernah mendapatkan penghargaan Bongsaeng Cultural Award atas kontribusinya dalam mengembangkan kebudayaan Kota Busan.
”Mereka tampaknya ingin menunjukkan kepada kita sebuah orkestra musik tradisional yang bisa digarap dengan profesional,” kata Wiwik Widayati, kepala bagian kerja sama Pemkot Surabaya, yang menyambut kedatangan para duta seni dari manca itu.
Sementara itu, delegasi Thailand akan menampilkan Tari Manorah, tari tradisional yang bersumber dari cerita rakyat terkenal berjudul Pra Suthon-Manorah. Tarian ini akan dibawakan tiga penari Negeri Gajah itu.
Tuan rumah juga menyiapkan penampilan khusus untuk pembukaan CCF. Bina Tari Jawa Timur menyiapkan tari Gebyar Surabaya dan Kencak untuk meramaikan festival tahunan itu. ”Meski kedua tari berangkat dari tradisi, penampilannya kami kemas secara modern,” ujar Tri Broto Wibisono, selaku penata musik.
CCF 2008 juga diikuti delegasi dari Seattle (AS), Malaysia, Brunei Darussalam, Brazil, dan Kochi (Jepang). Sedangkan dari dalam negeri, antara lain dari Banyuwangi, Sumenep, Lamongan, Pacitan, Ponorogo, dan Jogjakarta.
”Salah satu ikon CCF adalah Festival Tari Yosakoi Surabaya. Tahun ini kita adakan di Taman Bungkul pada Sabtu (5/7) besok. Silakan masyarakat berbondong-bondong menyaksikan hiburan kesenian ini. Gratis,” ajak Wiwik. (jan/ari)
Source: Jawa Pos Online
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed