SURABAYA -Batik masih diminati. Buktinya, kain motif ini masih menjadi komiditas andalan gerai-gerai pakaian di berbagai mal kota ini.
Menurut Toetik Hastoeti Ganiadi dari Nice Collection, Royal Plaza, peminat batik kini tidak hanya orang-orang tua. Anak-anak muda juga makin senang mengenakan pakaian berbahan batik.
”Yang dicari anak-anak muda kebanyakan memang yang kasual. Biasanya yang bisa dipakai untuk jalan-jalan atau acara santai lainnya,” ujar Toetik kemarin.
Meski demikian, batik formal juga tak kehilangan peminat. ”Untuk busana formal begini banyak yang mencari untuk ke kantor atau acara resmi seperti undangan pernikahan,” jelasnya.
Susi Adikantari dari Bandara Batik menambahkan, motif yang dipilih juga tak melulu yang berkesan kuno dan rumit. ”Motif simpel seperti motif flora dengan warna cerah banyak juga senang,” ujarnya.
Sedangkan untuk jenisnya beragam. Kebanyakan memang atasan. Tetapi yang memilih untuk bawahan juga ada. Biasanya bawahan batik itu digunakan sebagai alternatif kain panjang.
Toetik menyatakan, tingginya minat terhadap kain khas Indonesia itu bisa jadi karena daya jual batik yang terbilang miring. Di butuk-butik, batik dijual berkisar Rp 60 ribu-Rp 85 ribu. ”Makanya, banyak orang cari batik karena harganya terjangkau, kualitasnya tidak diragukan,” katanya (ign/ari)
Source: Jawa Pos Online
June 30th, 2008
SURABAYA - Pengunjung Hypermart Cito kemarin (29/6) berebut hot dog yang dijual supermurah. Tak heran, 590 roti berisi sosis itu langsung ludes diserbu pengunjung. Hot dog tersebut dijual Rp 1.000 per potong.
Sebelum diserbu pengunjung, makanan asal Amerika itu sempat dipamerkan. Bila diukur, panjangnya mencapai 118 meter. Panitia pun mengklaim deretan hot dog tersebut sebagai hot dog terpanjang yang pernah ada di Surabaya.
Meski dijual murah, pengunjung hanya boleh membeli dua potong. ”Supaya bisa dinikmati lebih banyak pengunjung,” ujar Hendry Iskandar Putra, store general manager Hypermart.
Untuk membuat 590 hot dog tersebut, panitia harus menyiapkan 60 kg tepung terigu. Untuk isinya, dihabiskan 15 kg sosis, bawang Bombay dan lettuce French (masing-masing 8 kg), mayones dan saus (masing-masing 2,5 kg), serta tomat dan salad (masing-masing 6 kg). Pembuatannya dilakukan mulai pukul 22.00 hingga pukul 06.00 di bawah komando baker Agus D.K.
Menurut Hendry, pihaknya berani menjamin hot dog itu tetap fresh, meski dibuat malam sebelumnya. Sebab, waktu delapan jam pembuatan hanya untuk membuat rotinya. Untuk topping, penataan isi hot dog, dilakukan pukul 07.00 hingga pukul 09.00. ”Jadi, ketika disajikan, kondisinya masih hangat, fresh,” tegasnya.
Beberapa pembeli mengaku penasaran pada hot dog supermurah tersebut. ”Harganya murah banget sih, jadi pingin membuktikan bagaimana rasanya,” ujar Ani Susilawati, pengunjung asal Waru, Sidoarjo.
Jajaran hot dog terpanjang tersebut digelar untuk meramaikan ulang tahun pertama Hypermart Cito. ”Karena itu, harga hot dog dipatok hanya Rp 1.000,” kata Hendry. (ken/ari)
SOurce: Jawa Pos Online
June 30th, 2008