Pesta Umat Buddha Lintas Negara

June 27th, 2008

SURABAYA - Para biksu dari berbagai negara kemarin berkumpul di Surabaya Supermal Convention Center (SSCC) Supermal Pakuwon Indah. Mereka menghadiri pembukaan Buddhist Festival 2008, festival keagamaan Buddha yang cukup besar di Indonesia. Acara itu juga dihadiri duta besar beberapa negara dan ketua Buddhist Education Center (BEC) Taiwan Hai Tao Fa Shi.

Biksu dari Myanmar berjumlah tujuh orang. Selain itu, ada lagi dari Thailand (5 orang), Taiwan (20 orang), Nepal (3 orang), dan Srilanka (9 orang). Festival kemarin dibuka Budi Setiawan, Dirjen Pembimbing Masyarakat Buddha. Festival itu juga memancing minat ratusan umat.

Salah satu yang diinginkan umat adalah bertemu dan memohon berkat para biksu dari beberapa negara tersebut. Hai Tao Fa Shi mengungkapkan rasa hormatnya atas terselenggaranya festival ini. Dia juga mengajak agar semua umat manusia bisa bersatu dan menciptakan kedamaian. ”Meskipun memiliki budaya yang berbeda-beda,” katanya dalam bahasa Taiwan yang dibantu oleh penerjemah.

Pembukaan festival kemarin dimeriahkan tarian dari India, Odyssey Dancer dari Kedutaan Besar India (Jawaharlal Nehru Cultural Center). Dalam acara itu juga diserahkan dua sertifikat Museum Rekor Indonesia kepada BEC Surabaya (Buddhist Education Centre). Rekor yang dibuat adalah reclining Buddha dan stupa terbesar di Indonesia. Meski sertifikat sudah diserahkan kepada ketua BEC Surabaya Sutanto Adhi, para pekerja masih membenahi patung Buddha yang belum selesai dirangkai.

Di salah satu sudut festival itu terdapat kitab Tripitaka yang ditulis pada daun lontar dalam huruf Myanmar. Daun lontar berbentuk persegi panjang tersebut diikat menjadi satu dengan tali. Ada beberapa bagian tulisan yang terlihat hampir hilang. Menurut salah seorang panitia dari BEC kitab tersebut sudah berusia ratusan tahun.

Selain menampilkan benda-benda yang menggambarkan sejarah agama, beberapa perkumpulan umat Buddha mendirikan stan. Mereka menampilkan buku, film dan lukisan-lukisan tentang Buddha. Juga terdapat pameran foto human interest karya Peter Wang, Lendi, Mamuk Ismuntoro, dan Tjahjani Retno Wilis.

Sanjaya Kanginnadhi, humas acara, mengungkapkan, festival itu untuk menggali peninggalan budaya Buddha yang ada di Indonesia. Selain itu peninggalan tersebut juga mengandung unsur seni. Sehingga festival ini bisa dinikmati oleh semua orang, tidak hanya umat Buddha. ”Di tengah kondisi negara yang panas, kami berharap orang bisa menikmati seni budaya Buddha,” kata Sanjaya. Hari ini di festival tersebut ada workshop zen meditasi oleh Guo Jun (Singapore), pergelaran seni, dan dharma talk Pengendalian Bathin dan Pikiran oleh Hai Tao. (jan/dos)

Source: Jawa Pos Online

Entry Filed under: East Java News

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

June 2008
M T W T F S S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Most Recent Posts