Archive for May, 2008

Dari Pameran Flora Surabaya Big Sale BG Junction

Meski Pamor Turun, Anthurium Tetap Laris Manis
Walaupun sudah tidak semencorong dulu, anthurium tetap memesona. Peminat tanaman hias kaya daun tersebut masih banyak. Setidaknya, itu terlihat pada Flora Surabaya Big Sale di BG Junction.

Flora Surabaya Big Sale yang dimulai 1 Mei lalu berakhir kemarin (11/5). Menurut Toni Soedarjo dari Gallery selaku pelaksana, hasil pameran yang diikuti 25 nurseri itu dinilai memuaskan. Masih banyak penghobi yang datang untuk berburu anthurium.

“Bedanya, mereka yang beli lebih banyak orang baru. Jadi, yang laku lebih banyak bibitan dibandingkan indukan anthurium,” jelasnya kemarin.

Ya, pameran yang berlangsung di Water Feature lantai GL, BG Junction, itu memang fokus pada anthurium. Jenis tanaman tersebut ditawarkan mulai gelombang cinta (wave of love), jemanii, hingga hookeri, lengkap dengan berbagai varian. Tak tertinggal, jenis lain seperti anthurium sirih, superboom, dan garuda hitam.

Menurut Toni, pengunjung yang datang ke pameran flora itu bukan hanya penghobi tanaman hias. Mengingat, kebanyakan nurseri yang menjadi peserta pameran merupakan “petani” di daerahnya sekaligus pedagang bunga yang datang dari sekitar Surabaya untuk berkulakan.

“Masing-masing stan melaporkan hasil penjualan cukup banyak. Bahkan, ada satu stan yang laku ber-troy-troy sekaligus dalam sehari,” katanya.

Satu troy berisi 50 bibit anthurium. Artinya, jika tiga troy, ada sekitar 150 bibit yang terjual.

Penjualan yang lumayan tersebut diakui Prayogi dari Sekar Jagad Indonesia Nursery. Pengusaha tanaman hias asal Singosari, Malang, itu mengungkapkan, mulai hari pertama hingga siang kemarin, dirinya sukses menjual 100 bibit anthurium jemanii. Anthurium garuda hitam medium koleksi nurseri itu juga diborong pembeli. Termasuk, anthurium superboom yang sukses terjual Rp 2 juta. “Nce Pectos koleksi kami juga terjual. Harga banderolnya Rp 3 juta,” ungkapnya.

Pada pameran yang diikuti berbagai nurseri dari Blitar, Batu, Malang, Sidoarjo, Pasuaruan, Jember, dan Surabaya tersebut juga diadakan sesi lelang pada 7, 8, dan 9 Mei. Dari tiga hari lelang tersebut, beberapa anthurium jenis hookeri sukses meraih harga lelang tertinggi. Masing-masing Rp 3,5 juta dan Rp 7,5 juta. “Artinya, peminat anthurium memang masih banyak,” tegasnya.

Mengenai anthurium, kata Toni, pesonanya memang tak semencorong tiga bulan lalu. Tak heran, harga jual tanaman berdaun indah itu cenderung turun. Anthurium indukan jenis jemanii, misalnya. Tiga bulan lalu, jenis tersebut bisa dijajakan Rp 100 juta-Rp 300 juta. Sekarang, harga pasarannnya Rp 25 juta-Rp 150 juta.

Bibitan gelombang cinta juga sama. Sekarang, harga jualnya Rp 10 ribu-Rp 15 ribu. Padahal, dulu bisa melejit Rp 30 ribu-Rp 50 ribu sebuah. Meski demikian, alih-alih turun, Toni lebih sreg menyebut harga antutrium saat ini kembali normal. “Kalau dipikir-pikir, dulu sebelum booming, harganya juga segitu,” jelasnya. (ign/tia)

Source: Jawa Pos Online

Add comment May 12th, 2008

Kampoeng Ilmu Jadi Wisata Pendidikan

SURABAYA - Makin banyak kelompok masyarakat yang peduli terhadap perkembangan Kampoeng Ilmu, sentra PKL buku bekas di Jalan Semarang Nomor 55. Misalnya, para dosen UK Petra dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Pimpinan Pusat Olahraga Seni dan Barongsai Indonesia (Persobarin), serta ketua tempat ibadah Jawa Timur.

Ketiga elemen Jawa Timur itu mengaku berempati terhadap perjuangan para PKL buku bekas dalam menghidupkan sentra perdagangan buku murah. Lantas, dibentuklah panitia pengembangan program-program Kampoeng Ilmu. Ditunjuk sebagai ketua panitia adalah Sidharta Adhimulya. Dia mengatakan, keinginan mengembangkan Kampoeng Ilmu berawal dari keluh kesah para pedagang. “Kami ini kan kebetulan langganan mereka. Para PKL curhat ke kami. Katanya, sejak relokasi ini, omzet mereka turun. Mereka berinisiatif jualan pada malam juga. Lantas, kami bantu untuk listriknya,” paparnya.

Nanti, jelas Sidharta, Kampoeng Ilmu tak sekadar tempat perdagangan buku bekas. Namun, juga mengusung misi mengajak masyarakat untuk menyukai membaca. “Kami ingin tempat ini menjadi wisata pendidikan,” ujarnya. Beberapa program penting sudah disiapkan. Antara lain, kursus membaca gratis, diskusi, pelatihan, seminar, bedah buku, dan taman baca. Di bidang sosial, para PKL diajak mengembangkan sarana olahraga, pengobatan gratis, dan membangun pendapa serbaguna. “Kami juga ingin tempat ini dapat menggerakkan roda perekonomian. Praktis, meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah, Red),” ujarnya.

Lebih lanjut, Sidharta menjelaskan, pelanggan PKL buku bekas tak hanya berasal dari Surabaya. Banyak juga para pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia Timur. “PKL buku bekas ini terbesar di Jawa Timur. Karena itu, kita harus bangga dan ikut mengembangkannya,” ujarnya.

Kegiatan wisata pendidikan, seperti galeri seni rupa, pengajian umum, dan pentas seni, juga bakal diadakan. Karena itu, kata Budi Santoso, salah seorang PKL, saat ini mereka sedang membangun pendapa. “Anggarannya swadaya kita sendiri. Pendapa itu akan digunakan untuk berbagai acara,” tuturnya. Budi merasa senang lantaran berbagai pihak turut membantu perkembangan Kampoeng Ilmu. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemkot yang sudah menyediakan lahan relokasi ini,” katanya.

Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UK Petra Rully Damayanti juga bakal membantu perencanaan dan penataan ruang di Kampoeng Ilmu. Kemarin (8/5) mereka meninjau lokasi tersebut. “Tempat ini benar-benar berpotensi untuk dikembangkan,” tuturnya. (kit/oni)

Source: Jawa Pos Online

Add comment May 9th, 2008

Mulai Batik, hingga Makanan Suroboyoan

Ada banyak cara yang dilakukan untuk merayakan Surabaya Shopping Festival (SSF) 2008. Di Mercure Grand Mirama Surabaya dilaksanakan serangkaian acara. Di antaranya Surabaya Food Festival, Pameran Batik dan Handicraft, serta pameran lukisan “Soerabaja Tempo Doeloe dan Kini”. Seluruh acara tersebut digelar selama Mei 2008.

Di pameran batik dan handicraft yang digelar di Coffee Café, Lobby Level, menyediakan berbagai kerajinan tangan. Mulai dari patung, mangkuk, serta pigura yang terbuat dari kayu. Selain itu, pameran tersebut juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk berkreasi. Syaratnya, cukup membayar Rp 25 ribu.

“Pengunjung bisa belajar seni membatik pada sapu tangan yang telah disediakan, kemudian bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan,” kata General Manager Hotel Mercure Grand Mirama, Neil GOW.

Tidak hanya itu, disediakan juga peralatan batik komplit. Untuk mendapatkannya, pengunjung cukup membayar Rp 275 ribu. Peralatan tersebut di antaranya kompor, wajan, canting, saringan malam, malam, sarung tangan, serta pewarna batik.

Selain pameran batik dan handicraft, dilaksanakan juga acara lainnya. Yaitu Surabaya Food Festival. Di acara tersebut disediakan berbagai jenis hidangan khas Surabaya. Pilihan hidangan utama di antaranya nasi krengsengan kambing, lontong kikil, nasi rawon buntut, lontong balap, lontong semanggi, nasi atau lontong sate kelapa, rujak cingur, lontong soto mie, tahu campur, dan nasi asem-asem bandeng. Hidangan penutupnya juga beragam. Mulai dari es degan, es cendol dan es cincau.

Bagi pecinta lukisan, bisa menyaksikan pameran lukisan “Soerabaja Tempo Doeloe dan Kini” di Trimurti Lounge, Lobby Level. “Dalam pameran tersebut kami bekerjasama dengan KPJT (Komunitas Pelukis Jawa Timur),” kata Neil.(rth/kum)

Source: Jawa Pos Online

Add comment May 9th, 2008

Wisata Murah di ITC Mega Grosir

Pedagang dari Luar Surabaya Serbu Harga Hemat
Seiring pelaksanaan Surabaya Shopping Festival (SSF) 2008, ITC Surabaya Mega Grosir kembali mengadakan Wisata Kulakan. Kali ini, 160 pedagang dari Blitar, Tuban, dan Batu diberi kesempatan belanja besar di pusat belanja grosir tersebut.

“Mereka kami undang dari kota masing-masing dan kami fasilitasi untuk datang ke sini,” jelas Bram Elyanis, promotion department ITC Surabaya Mega Grosir.

Pada acara tersebut, para pedagang dari berbagai pasar tradisional itu memiliki waktu belanja sepuasnya di seluruh tenant ITC. Hanya, waktu yang diberikan terbatas tiga jam. “Supaya tidak repot, pedagang bisa memanfaatkan jasa portir yang kami sediakan secara gratis,” katanya.

Kebanyakan peserta memanfaatkan momen belanja grosir itu untuk memborong item fashion. Misalnya, Syifa. Pedagang asal Batu, Malang, tersebut berancang-ancang memborong aneka baju dewasa, anak, remaja, baju muslim, hingga perlengkapan bayi. Banyak betul? “Saya punya dua toko di Pasar Batu. Barang jualannya baju dan perlengkapan bayi,” jelas pemilik toko Bang Hadi tersebut.

Hal serupa dilakukan Umi Masyitoh. Jauh-jauh dari Blitar, wanita 32 tahun sudah berniat kulakan bahan-bahan garmen. “Saya senang, di sini harganya lebih murah dibandingkan tempat saya biasa kulakan. Makanya, saya juga berniat belanja banyak,” ujar wanita yang menyediakan Rp 5 juta untuk kulakan hari itu.

Tak melulu pakaian, ada pula pedagang yang berburu perlengkapan toko. Misalnya, Hj Sumi. Pedagang Pasar Baru Tuban tersebut memborong setengah lusin mannequin. “Kebetulan, saya dapat harga murah. Sekalian beli banyak,” katanya lantas tersenyum.

Mannequin itu dibeli seharga Rp 24 ribu per buah. Menurut dia, itu lebih murah. Sebab, di tempat lain, item tersebut dijual Rp 30 ribu per buah. Tidak belanja baju? “Belanja juga. Tapi, tidak banyak. Koleksi di kios saya masih banyak. Beli beberapa saja,” ungkap Sumi yang hanya menyiapkan dana Rp 1 juta tersebut.

Tidak sekadar memberikan kesempatan belanja murah, 10 pedagang dengan pembelian terbanyak berkesempatan mendapatkan hadiah. Mulai setrika, magic com, hingga kipas angin. “Karena itu, struk belanja dari masing-masing pedagang dikumpulkan. Dari situ, akan diketahui 10 orang yang berhak mendapatkan hadiah,” kata Bram.

Selama SSF 2008, Wisata Kulakan dilaksanakan rutin seminggu sekali setiap Rabu. “Bila ada pedagang yang berminat, koordinator pasar bisa mengajukan surat permohonan kepada manajemen ITC Surabaya Mega Grosir. Setelah itu, kami akan menyurvei,” jelasnya. (ign/tia)

Source: Jawa Pos Online

Add comment May 8th, 2008

350 Tenant Berikan Diskon di Pasar Atum

SURABAYA - Perhelatan Surabaya Shopping Festival (SSF) 2008 berhasil meningkatkan kunjungan dan pembelian di Pasar Atum lama dan Pasar Atum Mall. Menurut R Woelyadi Simson, direktur PT Prosam Plano Pusat Perbelanjaan Pasar Atum, sejak SSF 2008 dibuka, jumlah pengunjung di Pasar Atum meningkat, terutama saat akhir pekan.

Pada hari biasa, pengunjungnya memenuhi 20-25 persen Pasar Atum lama dan Pasar Atum Mall. “Pada Sabtu dan Minggu, pengunjung bisa mencapai 50 persen sehingga Pasar Atum terlihat sangat penuh,” kata lelaki yang akrab dipanggil Didi itu.

Menurut Didi, pada hari libur, peningkatan jumlah pengunjung tampak jelas di area parkir. “Lokasi parkir yang kami sediakan tidak cukup untuk menampung mobil dan motor pengunjung. Jadi, sebagian parkir meluber di pinggir jalan,” ucap bapak dua anak tersebut.

Tidak hanya itu, antusias pengunjung tampak dari kotak undian Bank Mandiri yang disediakan. Menurut Didi, kotak undian tersebut sudah beberapa kali dikosongkan karena penuh.

Antusias masyarakat ke Pasar Atum meningkat tak lepas dari banyaknya diskon yang diberikan tenant-tenant pusat perbelanjaan itu. Ada 350 tenant di Pasar Atum lama dan Pasar Atum Mall yang memberikan diskon. Bahkan, sebagian outlet memotong harga sampai 70 persen.

Item yang menjadi incaran pengunjung juga beragam. Mulai baju, barang pecah belah, hingga makanan. “Setelah lelah berbelanja, biasanya pengunjung beristirahat sambil makan,” kata pria 58 tahun itu.

Bernice Boutique, salah satu penyewa di Pasar Atum, merupakan satu di antara sekian banyak tenant yang merasakan dampak SSF 2008. Butik yang menawarkan diskon sampai 50 persen tersebut mengalami kenaikan kunjungan serta pembelian sejak SSF 2008 dibuka, 1 Mei lalu.

“Sepanjang akhir pekan kemarin (1-4 Mei), situasi butik kami penuh sekali,” kata Rani dari Bernice Boutique. Butik yang terletak di lantai 3 Pasar Atum Mall itu menawarkan pakaian serta aksesori untuk anak hingga orang dewasa.

Hal serupa terjadi di Toko Moro Seneng Textile. Sejak pembukaan SSF 2008, pengunjungnya mengalami kenaikan. “Namun, keramaian lebih terlihat pada Sabtu dan Minggu lalu,” kata Sri Rahayu, pemilik Toko Moro Seneng Textile.

Ada beberapa item di gerai kain itu yang mendapatkan potongan harga. Untuk sebuah kemeja, misalnya, potongan yang diberikan 10-50 persen. “Kain-kain tertentu didiskon hingga 50 persen,” terangnya. (rth/tia)

Source: Jawa Pos Online

Add comment May 7th, 2008

Pameran Keramik Pererat Diplomatik

SURABAYA - Hubungan diplomatik yang terjalin antara Indonesia dan Jepang sudah berlangsung 50 tahun. Untuk menjaga kelanggengan, Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya punya cara tersendiri.

Bekerja sama dengan Japan Foundation dan Hotel JW Marriott, Konjen Jepang mengadakan pameran keramik di lobi utama hotel bintang lima tersebut.

Sekitar 70 keramik karya seniman Negeri Sakura itu terpajang cantik di atas sejumlah rak dalam acara yang berlangsung mulai kemarin (5/5) hingga 18 Mei tersebut. Bentuk keramik yang dipajang beragam. Mulai yang konvensional seperti mangkuk, guci, dan vas bunga hingga bentuk-bentuk abstrak dengan bermacam warna.

Karya seni dari tanah liat yang telah mengalami pembakaran itu didatangkan khusus dari 12 kota di Jepang yang terkenal akan produk keramiknya. Di tempat asalnya, awalnya sebagian keramik-keramik cantik tersebut digunakan untuk peralatan upacara minum teh. Namun, kini fungsinya mengalami perkembangan. Keramik itu berevolusi dalam bentuk yang lebih rumit dan artistik.

Misalnya, keramik dari daerah Arita dan Karatsu milik seniman Inoue Yasunori. Keramik dengan bentuk mangkuk tersebut diciptakan dari porselen dengan dekorasi bermotif garis-garis timbul. Dari daerah Kutani dan Kusawa, keramik-keramik dibuat dengan warna terang.

Selain pameran keramik Jepang, kemarin dipertontonkan prosesi Chanoyu (upacara minum teh Jepang) oleh beberapa dosen dan mahasiswa sastra Jepang Universitas Dr Sutomo (Unitomo). Seremoni itu dipercaya mampu memberikan ketenangan batin bagi yang mengikutinya.

Konsul Penerangan Konjen Jepang untuk Surabaya Yushi Suzuki berharap, acara tersebut bisa menjadi ajang pengenalan kebudayaan bagi masyarakat metropolis.

“Sekaligus juga untuk merayakan hubungan diplomatik Indonesia-Jepang yang telah mencapai setengah abad. Dengan saling mengenal budaya, kita bisa mempererat hubungan diplomatik yang terjalin sejak lama ini,” ujarnya. (ken/ayi)

Source: Jawa Pos Online

Add comment May 6th, 2008

Tambak Dukuh I Dicanangkan sebagai Kampung Batik Surabaya

Sering Terima Pesanan dari Malaysia dan Myanmar
Satu lagi ikon wisata Metropolis tercipta. Daerah Tambak Dukuh I, RT 1/RW IX, kemarin (4/5) dicanangkan sebagai kampung batik Surabaya. Pencanangan itu ditandai pembuatan logo batik raksasa yang tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri).

TITIK ANDRIYANI, Surabaya

Batik raksasa bermotif logo Kota Surabaya itu kemarin pagi dipamerkan di Taman Surya. Kain batik berukuran 9,8 x 19,4 meter tersebut berhasil menyita perhatian pengunjung. Bentuknya yang unik membuat tim penilai angkat jempol.

Penghargaan pun diberikan kepada Wali Kota Bambang D.H. dan Arek Production yang diwakili Faiqah Esmail serta Camat Genteng Bambang Udi Ukoro. Pemberian penghargaan itu sekaligus menjadi ajang pencanangan Tambah Dukuh I sebagai kampung batik. “Kami berharap kampung batik bisa menjadi ikon Surabaya dan Jatim,” ujar Bambang.

Peminat batik, kata dia, kini tak perlu lagi mencari batik ke luar kota. Mereka cukup datang ke Tambak Dukuh I yang menyediakan bermacam motif batik.

Bambang pantas berbangga. Selain menambah alternatif wisata kota ini, penghargaan tersebut menjadi kado istimewa menjelang Hari Jadi Ke-715 Kota Surabaya (HJKS) yang jatuh pada 31 Mei mendatang.

Manajer Muri Paulus Pangka menyatakan, penghargaan diberikan karena motif yang diangkat adalah logo kota terbesar yang dituangkan dalam bentuk batik. Dia mengungkapkan, batik merupakan kebanggaan tersendiri. “Sebab, batik adalah ikon bangsa. Karena itu, setiap mengesahkan rekor Muri, saya selalu memakai batik,” ungkapnya.

Sementara itu, perintis kampung batik, Faiqah Esmail, berharap permukimannya bisa menjadi sentra batik di Jatim. Karena itu, kini dia berupaya menggandeng ibu-ibu di kawasan permukimannya. “Terutama ibu-ibu yang menganggur, lantas kami ajari cara membatik,” jelasnya.

Kini, dia sudah memiliki 16 macam batik dari 16 daerah di Jatim. Termasuk, batik khas Surabaya yang bernama batik Sawunggaling.

Dia menceritakan soal ketertarikannya terhadap batik. “Saya tergugah waktu kali pertama mengikuti pelatihan membatik di Solo beberapa tahun silam,” katanya.

Saat itu, Faiqah bertekad mengembangkan serta melestarikan kebudayaan batik di negeri ini. Tak disangka, usaha kecil-kecilan yang dia rintis semakin berkembang. Kini, tiga di antara delapan anaknya mengembangkan bisnis yang sama. “Mereka sekarang mengembangkan usaha ini di Madura,” jelasnya.

Tak hanya melayani pasar lokal, bisnisnya sudah merambah ke luar negeri. Pesanan dari Malaysia, Myanmar, dan negara Asia lainnya sering diterima. “Pokoknya, begitu ada pesenan, langsung saya kirim,” tegasnya.

Padahal, Faiqah baru memulai usahanya pada 2002. Namun, dalam tempo relatif singkat, kini dia sudah memiliki 43 pekerja.

Camat Genteng Bambang Udi Ukoro berjanji membantu supaya merek dagang batik Faiqah terdaftar. “Di Disperindag Surabaya sih sudah, sementara Disperindag Provinsi masih dalam proses,” ujarnya. Kampung Batik, kata dia, diharapkan menjadi daya tarik baru kota ini. (oni)

Source: Jawa Pos Online

Add comment May 5th, 2008

Japanese consulate to hold ceramics Exhibition in Surabaya

Surabaya, East Java (ANTARA News) - The Japanese consulate general here is to hold a Japanese ceramic product exhibition in Surabaya from May 5 through 18, 2008, a spokesman said.

The exhibition will be held in a star-rated hotel in the Embong Malang area in cooperation with the Japan Foundation, Arvil Syahadat of the consulate general said here on Saturday.

“The exposition will be part of a series of activities being held to celebrate the 50th anniversary of Japan-Indonesia diplomatic relations,” he said.

Syahadat said ceramics have been one of Japan`s art products for a long time and continue to be developed and appreciated up till now.

“The ceramics to be displayed in the exhibition do not bear only artistic value but are also of practical use such as dishes, flower pots, cups and teapots,” he added.

According to Arvil, in the current anniversary celebration activities held to commemorate the relations between the two countries, various arts exhibitions and cultural activities had been held.

He said the activities were started in January and were not only held in Jakarta and Yoyakarta but also in other major Indonesian cities. (*)

Source: ANTARA News

Add comment May 5th, 2008

Pesta Shopping Terbesar di Indonesia

SURABAYA - Pesta belanja terbesar di Indonesia, Surabaya Shopping Festival (SSF) 2008, tadi malam resmi dibuka. Tepat pukul 19.00 WIB, 14 mal peserta kompak menembakkan kembang api secara bersamaan. Selama beberapa menit langit kota tampak gemerlapan.

Di Indonesia tidak ada pesta belanja sekompak Surabaya ini. Belum pernah ada 14 mal mau bergabung bersama, ditambah dukungan serius pemerintah kota, media terbesar Jawa Pos, dan sejumlah pihak lain. Pesta ini menjadikan perayaan Hari Jadi Ke-715 Kota Surabaya lebih dahsyat daripada tahun-tahun sebelumnya.

“Selama sebulan penuh, hingga ulang tahun Surabaya pada 31 Mei mendatang, lebih dari 5.000 tenant akan memberikan diskon hingga 70 persen. Ini sebuah even yang luar biasa,” kata Hendy Mustafa, ketua panitia SSF 2008, yang juga manajer iklan Jawa Pos, saat acara pembukaan di Atrium Tunjungan Plaza 1, tadi malam.

“Saya bermimpi Surabaya menjadi kota terbaik di Indonesia. Belum ada kota lain yang bisa sekompak Surabaya,” tambah Azrul Ananda, wakil direktur Jawa Pos yang memberi sambutan bersama Hendy.

Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono dalam pembukaan itu mengaku bangga dengan kekompakan ini. “Empat belas mal mau bergabung menjual Kota Surabaya merupakan suatu hal yang luar biasa. Ciri orang kota itu cerdas. Ciri orang cerdas adalah pandai menemukan titik temu dan sinergi,” ucapnya.

Pembukaan SSF 2008 ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Arif Afandi, Marketing Manager Bank Mandiri Kanwil 8 Surabaya Sugeng Hariadi, Technical Advisor Mal Galaxy Neil V. Storey, Direktur Marketing PT Pakuwon Jati Sutandi Purnomosidi, serta perwakilan dari mal-mal dan pendukung even yang lain.

Dalam acara itu, sebelum pesta kembang api diselenggarakan, Bambang D.H. menjatuhkan 715 balon berhadiah -jumlahnya sesuai dengan ulang tahun Surabaya- ke tengah atrium. Para pengunjung pun serentak menyerbu atrium, berebut balon-balon berwarna merah, biru, dan kuning tersebut. Hadiah-hadiahnya sangat atraktif, mulai voucher belanja sampai handphone Nokia.

Andy Hendro, salah satu pengunjung, termasuk yang paling banyak mendapat balon. Saking antusiasnya, dia mendapatkan lima hadiah. Di antaranya voucher salon dan makan. “Saya dan teman saya (Robby Hasan, Red) datang ke sini ingin merasakan pesta diskon SSF. Tapi, ternyata malah dapat rezeki balon hadiah,” kata Andy.

Bukan hanya balon berhadiah, SSF 2008 ini juga menyediakan hadiah undian bernilai total setengah miliar rupiah dari Bank Mandiri. Pengundian diselenggarakan di akhir acara nanti. (rth)

Source: Jawa Pos Online

Add comment May 2nd, 2008

Hunting Harga agar Tak Kecolongan

SURABAYA - Perhelatan Surabaya Shopping Festival (SSF) 2008 mendapat tanggapan beragam dari masyarakat metropolis. Bagi Diah Ismoyo, salah seorang pengunjung Supermal Pakuwon Indah, even SSF 2008 menjadi hiburan tambahan bagi dirinya beserta keluarga.

“Mal sudah tersebar di seluruh pelosok Surabaya. Tapi, kalau ada diskon, apalagi dengan embel-embel undian dan dilakukan di 14 mal, pasti belanjanya jadi seru,” ujarnya. 

Penghobi belanja itu mengaku memanfaatkan ajang diskon untuk membeli item yang diidamkan. “Hari ini saya beli tiga tas yang diskonnya 20-30 persen,” ungkapnya lantas menunjukkan tiga paper bag yang memuat buruannya.

Hal serupa diungkapkan Fitria Hikmasari, warga Pucang Anom, Surabaya, saat ditemui di Maspion Square kemarin. Ibu dua putri yang berbelanja bersama sang suami itu mengaku menunggu momen SSF 2008. Meski demikian, perempuan 32 tahun tersebut tidak sepenuhnya percaya pada diskon yang diberikan tenant. “Dulu, saya punya pengalaman buruk,” kisah Fitria.

Dia menceritakan, pada ajang Surabaya Big Sale 2004, dirinya berbelanja barang diskon cukup banyak. “Saya berpikir, mumpung diskon, jadi langsung borong. Ternyata, setelah program big sale berakhir, beberapa barang yang saya beli itu harganya normal. Sepertinya harga barang tersebut dinaikkan lebih dulu, baru didiskon,” kata pengusaha katering tersebut.

Kali ini, dia tidak ingin kecolongan. Beberapa hari sebelum SSF 2008 dibuka, dirinya hunting harga barang impian. “Saya sudah ingat-ingat harganya. Jadi, kalau diskonnya bohongan, saya tahu,” tegas Fitria yang mengincar sepasang sepatu dan pakaian brand asing tersebut.

Untuk Ridwan Alawi, pengunjung Hi-Tech Mall yang ditemui kemarin, SSF 2008 bisa menjadi ajang unjuk gigi bagi Surabaya. “Kita tidak kalah oleh Jakarta. Saat ini, apa yang dijual di Jakarta dijual di Surabaya,” ungkap lelaki 40 tahun yang berniat mencari notebook itu.

Bahkan, kata pemilik nursery tersebut, SSF 2008 bisa dimanfaatkan untuk menarik shopper yang biasanya berbelanja ke Hongkong, Singapura, atau Malaysia. “Memang harus ada komitmen dari brand-brand ternama juga. Sebab, yang belanja ke luar negeri biasanya mencari barang branded berbanderol ekonomis,” ujarnya. (ign/rth/tia)

Source: Jawa Pos Online

Add comment May 2nd, 2008

Next Posts


Calendar

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Posts by Month

Posts by Category