Mulai Sulaman Brokat sampai Papan Catur

May 30th, 2008

SURABAYA - Para perancang muda dari sekolah mode dan fashion tampil dalam Surabaya Fashion Parade 2008 di atrium Tunjungan Plaza kemarin. Selain itu, perancang busana ternama Indonesia, Ramli, juga menyajikan sejumlah koleksinya.

Sekitar 70 ragam busana hasil karya siswa sekolah-sekolah mode di metropolis menyemarakkan panggung utama. Antara lain Gaun tanpa Jahitan dari Bunka School of Fashion, Urban Composition dari LaSalle College Int’l, sejumlah kreasi gaun pesta dari Susan Budihardjo Fashion School, dan Arva School of Fashion.

Keragaman tema dan kreasi itu mencerminkan karakter dan keunikan masing-masing perancang. Misalnya, Siaouw Lung, alumnus Susan Budihardjo Fashion School. Mengusung tema square of chest, pria 21 tahun itu menampilkan dua gaun pesta bernuansa broken white dan hitam. Gaun berpotongan long dress dan sackdress itu mengandalkan sulaman brokat sebagai aksen. Bahkan, pada sackdress sepanjang 7/8 tersebut, Siauw Lung menyajikan tampilan bak papan catur dari bahan chiffon yang dianyam.

Berbeda dengan karya Stephanie Dannies. Meski nuansa warna gaun nyaris serupa dengan rancangan Siauw Lung, perancang 25 tahun yang juga dari Susan Budihardjo Fashion School itu, menampilkan nuansa dualism pada ketiga gaunnya yang berbahan duchess. ”Saya terinspirasi dari warna hitam putih komik,” ujarnya. Mengandalkan aksesoris bordir, Stephanie mengaplikasikan gambar malaikat pada gaun-gaunnya.

Selain peragaan busana dari para perancang muda itu, hadir sang maestro busana Indonesia, Ramli. Perancang 58 tahun itu menampilkan 30 karyanya dalam dua sesi. Diperagakan oleh 15 model ibukota, Ramli menyajikan atasan-atasan formal seperti kebaya, blus, dan kemeja. Semuanya dipadu dengan bawahan berbahan sarung.

Pada sesi kedua, perancang berdarah Sunda-Betawi tersebut menyajikan 15 busana bernuansa hitam mulai rok, celana, blus hingga sackdress. Juga, gaun hitam berbentuk babydoll dari bahan chiffon dengan bagian bawah asimetris.

Di tempat yang sama, juga digelar final pemilihan Model Indonesia 2008 tingkat Jawa Timur. Kegiatan tahunan itu merupakan gawe Ramli. ”Ajang semacam ini bertujuan memberikan kesempatan kepada para pendatang baru di dunia model. Terutama di berbagai daerah di Indonesia agar mendapat kesempatan berkarir menjadi model profesional di Jakarta,” jelas perancang yang terkenal dengan aksen bordir pada setiap gaunnya itu. (ken/cfu)

Source: Jawa Pos Online

Entry Filed under: East Java News

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts