Kampoeng Ilmu Jadi Ikon Wisata Pendidikan
May 26th, 2008
Dilengkapi Perpustakaan, Ruang Seni, hingga Kafetaria
SURABAYA - Kepedulian berbagai kalangan terhadap pengembangan Kampoeng Ilmu -sentra PKL buku- menggugah pemkot untuk segera membangun tempat tersebut. Sekarang detail engineering design (DED) Kampoeng Ilmu tengah dimatangkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko).
Kepala Bappeko Tri Rismaharini mengatakan, sentra PKL buku bekas tersebut menjadi prioritas instansinya. Sebab, pemkot menyadari bahwa pembeli buku bekas di tempat itu terdiri atas berbagai kalangan. “Sayang kalau pengelolaannya seperti itu. Karena itu, kami terus mematangkan desain tempat,” ujarnya. Untuk desain tempat, pemkot mendapat bantuan dari para desainer muda Surabaya. “Mereka sangat kreatif dan ide-idenya baru,” tuturnya.
Apalagi, kata Risma, para PKL buku bekas berencana menjadikan tempat tersebut sebagai wisata pendidikan. Berbagai fasilitas penunjang pun harus disediakan. Misalnya, perpustakaan, ruang belajar terbuka atau ruang serbaguna, ruang seni, ruang administrasi, kafetaria, dan area parkir. “Kami menyediakan ruang terbuka dan kafetaria supaya para pengunjung bisa menikmati buku bacaan sambil bersantai dan kongko-kongko. Membaca buku tak harus di perpustakaan, meski ada sebagian orang yang senang membaca di perpus,” jelasnya.
Apalagi, kata Risma, saat ini minat membaca masyarakat Surabaya sedang menggeliat. Itu bisa dilihat dari jumlah pengunjung di perpustakaan Surabaya. Hanya, lantaran jumlah perpus di Surabaya sangat terbatas, warga kota belum memiliki sebuah tempat wisata bacaan yang dinilai menyenangkan. “Karena itu, konsep Kampoeng Ilmu akan kami bikin menyenangkan, jauh dari kesan formalitas,” tutur alumnus ITS itu.
Jika DED sudah selesai, penggarapan bangunan Kampoeng Ilmu bisa segera dimulai. “Anggarannya, kami usahakan melalui PAK (perubahan anggaran keuangan, Red),” jelasnya. Saat ini ada 56 PKL di Kampoeng Ilmu. Bakal ada penambahan PKL di tempat itu. Total, Kampoeng Ilmu akan menampung 113 PKL. “Untuk kios PKL, kami akan bikin secantik-cantiknya,” ujarnya. Dengan demikian, warga kota diharapkan memiliki tempat bacaan yang murah. (kit/dos)
Source: Jawa Pos Online
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed