Pamerkan Makanan Suroboyoan
Tinggal Pilih Di Food Court Level 1 BG Junction
Tak perlu jauh-jauh jika ingin mencari aneka makanan khas Surabaya. Sebab, mulai hari ini hingga 18 Mei, BG Junction menghelat Festival Masakan Khas Surabaya di food court level 1. Ada beragam sajian tradisional khas Surabaya yang bisa dinikmati. Mulai semanggi Surabaya, lontong kikil, lontong balap, lontong mi, rujak cingur, hingga bubur Madura.
Menurut Yeni Novilia, asisstant manager advertising & promotion BG Junction, festival makanan itu merupakan bagian dari even rutin bulanan. Setiap sebulan sekali, pengunjung kami suguhi beragam masakan bertema. “Temanya bergantung momen,” ujarnya. Karena Mei bertepatan dengan hari ulang tahun Surabaya, tema masakan khas Surabaya pun dipilih.
Dia menambahkan, festival makanan memang menjadi even unggulan BG Junction. Sebab, animo masyarakat terhadap acara tersebut cukup bagus. Setiap diadakan, menu makanan yang dijajakan selalu habis terjual. “Terutama saat akhir pekan. Sebelum jam tutup, banyak makanan habis duluan,” jelasnya.
Untuk even itu, BG Junction menggandeng pedagang-pedagang kaki lima yang cukup dikenal. Bubur Madura, misalnya. BG Junction mengundang pedagang bubur Madura dari Pasar Atom yang cukup dikenal. Begitu juga rujak cingur. Yang mengisi stan adalah penjual rujak cingur dari Jagiran. “Tapi, ada juga yang berasal dari tenant kami sendiri. Seperti, lontong balap dan lontong mi Gloria,” tuturnya.
Para pedagang yang diundang tersebut menempati stan-stan gerobak yang telah disediakan. Untuk memudahkan pembeli, setiap gerobak dipasangi papan petunjuk tentang informasi menu yang dijajakan. Per porsi makanan dijual mulai Rp 4 ribu-Rp 10 ribu.
Salah satu stan yang cukup diapresiasi oleh pengunjung adalah stan semanggi Surabaya. Masakanan legendaris yang terdiri atas daun semanggi rebus yang diguyur petis itu dikunjungi cukup banyak pembeli. “Lumayan, sudah laku sepuluh porsi lebih,” ucap Kunati, si peracik semanggi, ketika baru buka dua jam. Olahan semanggi Surabaya perempuan 48 tahun itu cukup nikmat. Selain bumbu petisnya memikat lidah, daun semangginya berasa berbeda. Tidak berbau langu, rasanya pun gurih.
Kunati memang mengolahnya dengan teknik khusus. Menurut dia, daun semanggi tidak sekadar direbus. “Setelah direbus, daun semanggi saya taruh di atas wajan. Lalu, saya panaskan lagi sampai airnya hilang,” jelasnya. Dengan begitu, bau langu akan lenyap bersama dengan menghilangnya uap air.
Selain menikmati makanan lezat, dihadirkan hiburan band akustik El-Quarto. Pertunjukan musik tersebut hadir kemarin (15/5) dan saat penutupan pada Minggu, 18 Mei. Festival Masakan Khas Surabaya itu dibuka mulai pukul 10.00 hingga 21.30. (ign/kum)
Source: Jawa Pos Online
Add comment May 16th, 2008