Berharap Menjadi Tradisi Tahunan
April 28th, 2008
SURABAYA - Surabaya berusaha membangun tradisi baru. Yakni, menggelar pawai bunga sebagai pembuka perayaan Hari Jadi Kota Surabaya. Memang, pawai bunga itu baru pertama digelar (sebelumnya, tiap tahun juga ada parade budaya, tapi khusus pawai bunga baru kali ini).
Namun, melihat antusiasme warga, pemkot ingin mentradisikan hal itu tiap tahun. Apalagi, acara semacam itu juga bisa menjadi kegiatan yang bagus untuk menarik wisatawan. Baik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.
Itu pula yang terlihat kemarin. Di antara jubelan warga yang memenuhi tepi jalan mulai kawasan Tugu Pahlawan (lokasi pemberangkatan), Kramat Gantung, Tunjungan, Gubernur Suryo, Jalan Yos Sudarso, hingga Taman Suryo, terdapat beberapa turis mancanegara. Bukan sekadar menyaksikan, mereka juga larut dalam kegembiraan.
Seperti yang tersaji di depan Hotel Majapahit. Seorang tamu hotel bule berjoget mengikuti irama musik tongtong (semacam musik patrol) asal Desa Pasongsongan, Sumenep. Kesenian ini ditampilkan Dinas Pajak.
Wali Kota Bambang D.H. sendiri cukup puas melihat hal itu. Meski mengkritik bahwa selisih keberangkatan satu mobil pawai dengan mobil lain terlalu mepet, orang nomor satu di Pemkot Surabaya itu mengaku bangga dengan semakin banyaknya warga asing yang mengikuti pawai. “Kalau dulu cuma dari Malaysia saja, kini ada WNA dari belasan negara yang ikut,” ucapnya bangga.
Data dari pemkot, pawai kemarin juga diikuti warga asing yang tinggal di Surabaya. Mereka antara lain dari Prancis, Sudan, Mali, Korea Selatan, Myanmar, Aljazair, dan Belanda. “Tahun depan komunitas warga Amerika di Surabaya menyatakan ingin ikut ambil bagian,” imbuhnya, dengan muka berseri-seri.
Parade budaya dan pawai bunga digelar sebagai pembuka rangkaian acara menyambut Hari Jadi Ke-715 Surabaya. Dilepas Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi sekitar pukul 10.00 di Tugu Pahlawan, peserta berjalan sejauh sekitar empat km menuju Taman Surya. Di sana peserta disambut Wali Kota Bambang D.H. Sekitar pukul 14.00, seluruh peserta pawai telah masuk Taman Surya.
Selama acara berlangsung, lalu lintas di jalan-jalan yang dilalui ditutup. Arus lalu lintas dialihkan ke jalan-jalan sekitarnya.
Sekretaris Panitia Yayuk Eko Agustin mengatakan, selain menghibur masyarakat, acara tersebut membawa dampak ekonomi. “Ada perputaran ekonomi di sana. Penjual bunga yang notabene masyarakat menengah ke bawah bisa merasakan keuntungan. Setelah itu ada multiplier effect positif dari kegiatan ekonomi itu,” papar wanita yang sehari-hari menjabat Kabag Kepegawaian Pemkot itu. (ano/dee/nw)
Source: Jawa Pos Online
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed