Duo Pianis Belanda bikin Takjub
April 18th, 2008
SURABAYA - Alunan musik orkestra membius undangan di ruang Multifunction Hall Plaza Tunjungan tadi malam. Alunan musik klasik tersebut datang dari kelincahan jemari duet pianis asal Belanda, Wyneke Jordans dan Leo van Doeselaar.
Keduanya dengan kompak memainkan komposisi Tocatta en Fuga in D karya Johann Sebastian Bach dengan satu piano dalam Resital Piano Amsterdam Duo.
Komposisi karya musisi ternama dari segala zaman tersebut mengalun indah dan menakjubkan sekitar 350 undangan. Konser piano duet itu dibuka oleh komposisi milik Johann Sebastian Bach. Kemudian, nuansa rancak menyapa dalam komposisi Rondo in A, op 17 karya Franz Schubert. Berturut-berturut, duo pianis tersebut memainkan komposisi Uit Traumblatter (Robert Nasveld), 3 Legenden, op 59 (Antonin Dvorak), Uit L’Enfant et Les Sortileges (Maurice Ravel), Uit “Façade” (William Walton), hingga Rhapsody in Blue (George Gershwin).
Permainan piano dari deret komposisi tersebut merupakan gabungan nuansa zaman baroque hingga modern. Misalnya, komposisi 3 Legenden, op 59 yang dimainkan dengan tempo agak cepat, sedang, dan cepat tersebut merupakan komposisi zaman romantik. Dari masa modern, duet pianis yang sudah memiliki nama di belantika musik Eropa tersebut memainkan karya George Gershwin, Rhapsody in Blue, yang mengalun ringan, namun rancak.
Di antara sekian komposisi yang dimainkan, Wyneke Jordans dan Leo van Doeselaar memiliki komposisi yang spesial, yaitu karya Robert Nasveld bertajuk Uit “Traumblatter”. “Komposisi tersebut khusus diciptakan Nasveld buat kami berdua,” ujar Wyneke.
Sebelum mengadakan konser, keduanya sempat memberikan masterclass di Sekolah Musik Irama Mas. Layaknya duo pianis tersebut, yang menghadiri kelas tersebut kebanyakan adalah pianis yang bermain berpasangan dalam satu piano.
Salah satunya adalah kakak-beradik Juliana Njoviana dan Jenny Njoviana. Dua guru privat piano itu mengaku puas dengan pengajaran singkat oleh duo pianis tersebut. “Kami jadi mendapat ide-ide baru sekaligus belajar menempatkan feel yang cocok ketika memainkan sebuah komposisi,” ungkap Juliana diiringi anggukan adiknya, Jenny. (ken/nw)
Source: Jawa Pos Online
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed