Archive for March 31st, 2008

Petani Temukan Fosil Gajah Purba

Suryalive | Karanganyar - Saat akam mengairi sawahnya, Tukimin, warga Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menemukan fosil yang diduga merupakan bagian tubuh gajah purba.

“Sebelumnya, Tukimin juga pernah menemukan fosil binatang purba di desa tersebut, seperti tanduk rusa, kepala kerbau, dan kaki kura-kura,” kata Iskandar, Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi (KIK) Kabupaten Karanganyar, Minggu (30/3).

Di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar selama ini dikenal sebagai kampung purba, dan secara bertahap akan diwujudkan sebagai museum lapangan. “Dengan adanya museum lapangan, setiap wisatawan yang datang ke daerah ini akan diajak oleh petugas museum ini untuk melihat dari dekat temuan berbagai fosil purba yang ada di wilayah setempat,” jelas Iskandar.

Pembangunan museum lapangan ini sudah mulai digarap oleh Pemkab Karanganyar, Pemerintah Pusat juga sudah menyetujui program pembangunan museum tersebut, katanya.

Pemkab Karanganyar sengaja membuat museum lapangan, lanjut Iskandar, bukan museum konvensional sebagaimana yang ada di Sangiran, dimana benda-benda purbakala di pajang dalam satu ruangan.

“Justru dengan museum lapangan ini masyarakat atau wisatawan yang datang ke lokasi dapat melihat langsung keindahan alam dan benda-benda purbakala yang tersebar di sejumlah kawasan di daerah ini,” katanya menjelaskan.

Ada empat titik (lokasi) penemuan fosil purbakala di Desa Dayu masing-masing meliputi fosil tengkorak manusia purba homo erectus berumur 1,8 juta tahun lalu, fosil kepala buaya dan kerbau purba dan peralatan manusia purba yang jumlahnya mencapai ratusan alat.

“Rumah-rumah warga yang masih bercorak tradisional juga akan dipertahankan. Semuanya ini dimaksudkan untuk mendukung wisata kepurbakalaan di daerah ini,” kata Iskandar. ant

Source: Surya Live

Add comment March 31st, 2008

Whirlwind damages hundreds of houses in Madiun

Madiun (ANTARA News) - A whirlwind attack was reported to have destroyed at 200 houses in Pajaran village, Madiun district, East Java, on Saturday evening.

Two of the total damaged houses could no longer be used a shelter, as the whirlwind had levelled them down to the ground.

Beside damaging the houses, the whirlwind also uprooted some trees down, thus blocking the vehicle to pass certain roads.

Lamini (36), a resident in Pajaran village said the whirlwind came at a sudden and blowed so hard. She and members of her family immediately sought for a shelter to prevent them from the attack.

“At a sudden, anything went down. I and my husband including the children escaped from the rubble and went out of the house,” she said while sweeping her house of the rubbles.

According to her, when the whirlwind came, we could only save members of the family. All our belongings in the house were totally damaged.

“After the whirlwind subsided, the rain poured down heavily. All items in the house were damaged and wet by the rain,” she said.

Under the current condition, she only hoped for possible assistance from donators to enable her to renovate her damaged house.

In the meantime, Pepe village head Wagiono said based on the inventory data, it was recorded that there were 200 houses damaged by the whirlwind.

This was the first attack of the whirlwind which has damaged hundreds of houses, so that many residents panicked and went out to save themselve. However no casualties were reported, he said.
(*)
Source: ANTARA News

Add comment March 31st, 2008


Calendar

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Posts by Month

Posts by Category