Archive for March 26th, 2008

Tanjung Perak Abadi dalam Seni

SURABAYA - Pembukaan pameran seni rupa Jansen Jasien bertajuk Tandjoeng Perak Tepi Laoet di Semanggi Room, Graha Pena Lt V, kemarin (25/3) terasa istimewa. Selain disaksikan sejumlah pengusaha dan seniman, peresmian dilakukan lima tokoh Surabaya sekaligus.

Lima tokoh itu adalah mantan Gubernur Jatim H M. Noer, Konjen Tiongkok di Surabaya Fu Shuigen, Chairman/CEO Jawa Pos Dahlan Iskan, Kosul Kehormatan Hungaria J.R. Radjimin, dan Ketua Kadin Jatim Erlangga Satriagung. Hadir dalam acara tersebut, antara lain, Ketua Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya Liem Oe Yen, mantan Ketua REI Jatim Teguh Kinarto, bos PT Sekar Alam Loddy Gunadi, penasihat Yayasan Seni Surabaya Kadaruslan, dan perupa Nug Asri.

Secara simbolis, pameran dibuka kelima tokoh itu dengan menorehkan cat minyak di atas kanvas yang kemudian diselesaikan Jasien dalam 20 menit. Suasana “Tanjung Perak” terasa sejak para undangan memasuki Semanggi Room. Seniman ludruk Supali bersama manajer Persebaya Indah Kurnia yang didaulat menjadi MC menyambut para tamu dengan menyenandungkan lagu Tanjung Perak Tepi Laut. Tak lama kemudian, Dahlan Iskan membacakan “puisi” gubahannya yang berkisah tentang Tanjung Perak seabad di kemudian hari.

“Seabad di kemudian hari/ Banyak wajah tidak berseri lagi/ Banyak lokasi berganti fungsi/ Banyak bayi tidak berpipi/ Tanjung Perak?/ Tidak di pinggir laut lagi/ Jadi Wonokromo/ Atau kawasan Darmo/ Lenyapkah Tanjung Perak?/ ’Tidak!’/ Tetap abadi/ Di dalam seni,” ungkap Dahlan dalam puisi tak berjudul itu.

Ketika giliran H M. Noer memberi sambutan, sejarah kebesaran pelabuhan Surabaya itu pun di-jlentereh-kan. Penggagas Jembatan Suramadu tersebut menambahkan bahwa Jawa Timur memerlukan pelabuhan lagi yang dia beri nama Tanjung Bumi. “Tanjung Bumi nanti ada di pantai utara Madura,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Konjen Tiongkok Fu Shuigen juga banyak membahas pentingnya sebuah pelabuhan untuk menyejahterakan rakyat. Dalam sambutan dalam bahasa Tiongkok yang diterjemahkan Konsul Kehormatan Hungaria J.R. Radjimin, Fu Shuigen berharap adanya jembatan yang melancarkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.

Setelah seremonial selesai, para tamu kemudian diajak menyaksikan sekitar 40 lukisan ekspresionis Jansen Jasien yang dipajang di lobi Graha Pena. Yang hebat, begitu selubung lukisan masterpiece Jasien Monumen and Historical Building of Tandjoeng Perak dibuka, enam lukisan Jasien langsung “terbang” ke tangan para kolektor.

Tak berapa lama kemudian, Jasien beruntung lagi. Dua menteri yang berkunjung ke redaksi Jawa Pos menyempatkan untuk menyaksikan pameran lukisannya. Dua menteri itu adalah Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menteri Pertanian Anton Apriantono.

“Wah, saya wajib bersyukur. Orang-orang memberi apresiasi yang luar biasa kepada lukisan saya. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih atas penghargaan itu,” komentar Jasien.(dee/ari)

Source: Jawa Pos Online

Add comment March 26th, 2008


Calendar

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Posts by Month

Posts by Category