Berburu Barongsai ke Tiongkok
BARONGSAI dan liang-liong sungguh tidak bisa dipisahkan dari pria berkacamata yang satu ini. Chandra Wuriyanto, kepala Yayasan Senopati, KSHK, Lima Naga, dan Dharma Mulya, adalah seorang pencinta kesenian Tiongkok sejati. Hingga kini, di rumahnya terdapat 20 barongsai dari berbagai negara.
“Kalau untuk koleksi barongsai, saya rela berkeliling dunia,” ungkapnya.
Masalah harga pun tidak menjadi pertimbangan bagi salah seorang tokoh kesenian Tionghoa Surabaya itu. Mulai barongsai senilai Rp 2 juta hingga puluhan juta ada dalam jajaran koleksi kesayangannya.
Meski semua kesayangan, ada satu barongsai yang paling difavoritkan pria yang pernah menjadi pemain barongsai saat muda itu. Barongsai seberat 1,8 kg adalah favoritnya. “Itu adalah barongsai teringan di dunia. Saya membelinya ketika ada kejuaraan dunia barongsai di RRT,” ujarnya bangga.
Selain barongsai, Chandra punya kegemaran lain. Yakni, mengarungi kolam renang. Itu dia lakukan tiap hari. Sebagai pengusaha dan pengurus yayasan, kesibukan Chandra seakan tidak ada habisnya. Tapi, dia selalu menyediakan waktu satu setengah jam setiap hari untuk memenuhi hobi tersebut. Dia juga sanggup menempuh 1.000 meter tanpa henti.
Agar tidak lupa, dia pun selalu menyediakan kostum renang di mobilnya. “Saya punya empat setel baju renang, jadi selalu siap kapan saja,” ujarnya lantas tersenyum. (ken/dos)
Source: Jawa Pos Online
Add comment February 26th, 2008