Kolaborasi Seni Surabaya-Jogjakarta
February 18th, 2008
SURABAYA - Mulai kemarin (17/2), di eks Museum Mpu Tantular, perupa Jogjakarta turut serta dalam pameran yang bertajuk Art to Art. Lima belas karya pelukis Jogja dipajang pada pameran yang ditujukan untuk penggalangan dana Surabaya International Performance Art Event (SIPAE) 2008 yang berlangsung April itu.
Perupa Jogja yang ikut dalam pameran tersebut, antara lain, S. Teddy, Nanang Zul, dan Cahyo “Yopie” Basuki. Bob “Sick” dan Ugo Untoro akan menyusul di tengah-tengah pameran.
Kedekatan emosional dari perupa Jogja itulah yang membuat mereka turut serta dalam pameran tersebut. “Ada semangat gotong royong,” ujar S. Teddy yang dihubungi lewat telepon. Semangat itu membuat Teddy mengirim sebuah lukisannya. Mengapa hanya satu? Alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) tersebut enggan menjawab. “Yang penting semangatnya,” kata pelukis kelahiran Padang itu.
Sebelum pameran dibuka, lukisan milik S. Teddy sudah dipesan kolektor asal Surabaya. “Padahal, si pemesan belum tahu harga dan wujud lukisannya seperti apa,” tutur Ilham J. Baday, pelaksana pameran. Menurut Ilham, banyak juga yang menanyakan lukisan tersebut. “Mereka penasaran seperti apa lukisan Teddy,” ujarnya.
Sebagai penyelenggara acara, Ilham mengaku salut dengan partisipasi pelukis-pelukis Jogja. Selain itu, ada partisipasi dari pelukis kawakan Jawa Timur, Supar Pakis. “Lukisan milik Supar juga sudah dipesan,” ujar Ilham. Pelukis kontemporer Surabaya, Dukan Wahyudi, turut berpartisipasi.
Kemarin, pelukis yang tergabung dalam Komunitas Seniman Muda Surabaya (Kosmubaya) dan Ikatan Guru Lukis Surabaya (Iglusurya) juga berpameran. Bertempat di Galeri Surabaya, kompleks Balai Pemuda, kedua komunitas tersebut berkolaborasi memamerkan karya 22 pelukis.
Menurut Muit Arsa, ketua panitia, tidak ada perbedaan mendasar antara guru lukis dan pelukis yang bukan guru. “Mungkin ada pada pemilihan warna,” ujar warga Rungkut Tengah itu. Pelukis sering bereksperimen dengan mencampurkan warna-warna. “Ada penemuan baru,” jelasnya.
Pameran kemarin adalah yang pertama bagi Iglusurya. “Sebagai penyemangat,” kata Muit.(dee/dos)
Source: Jawa Pos Online
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed