Archive for February 1st, 2008

Sparkling Surabaya Dibukukan

SURABAYA - Sebuah branding diyakini mampu menjual potensi pariwisata Surabaya. Itulah yang menjadi salah satu alasan peluncuran buku Sparkling Surabaya: Pariwisata dengan Huruf L. Buku yang ditulis Yusak Anshori dan Dewa Gde Satrya itu menggambarkan rumitnya mengembangkan pariwisata Kota Surabaya. Buku tersebut sudah diluncurkan pada Sabtu (26/1). Namun, secara resmi, peluncuran itu dilakukan kemarin (31/1) di Balai Kota Surabaya.

Executive Director Surabaya Tourism Promotion Board (STPB) Yusak Anshori mengatakan, buku itu memantapkan posisi Surabaya sebagai pintu masuk Indonesia Timur, layaknya Singapura sebagai palang pintu Asia. Karena itu, kata Yusak, sebuah brand dinilai penting bagi pengembangan pariwisata kota karena menentukan posisi sebagai destinasi wisata.

Sejatinya, Sparkling Surabaya yang menjadi city branding sejak 2005 telah berhasil memosisikan Surabaya sebagai kota wisata yang nyaman ditinggali oleh pengunjung lokal maupun internasional. “Juga, tak pernah sepi berkegiatan dari pagi hingga pagi berikutnya,” ujarnya. Itu dibuktikan dengan peningkatan jumlah pengunjung ke kota metropolis ini. Pada 2005, jumlah pengunjung domestik ke Surabaya mencapai 3.546.532 orang. Setahun kemudian (2006) menjadi 3.726.389 orang. Lebih lanjut, Yusak menjelaskan, simbol L pada bukunya merepresentasikan pelat nomor mobil Kota Surabaya. “Sudah saatnya kita melakukan intellect branding, yakni melalui buku,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Arif Afandi teringat ketika kali pertama logo Sparkling Surabaya diluncurkan beberapa tahun lalu. “Kita waktu itu berpikir, kok kemenyek banget Surabaya saja pakai Sparkling,” kenangnya. Namun, sejak itu pemkot dan STPB bertekad mengembangkan wisata Surabaya. “Dengan memakai branding tersebut, kami berharap hal itu dipahami dan diimplementasikan dari wali kota hingga tingkat ke bawah, kelurahan,” tuturnya.

Arif meminta buku itu diterjemahkan dalam beberapa bahasa. “Sebagai suvenir bagi tamu-tamu asing yang bertandang ke Surabaya,” tambahnya. (kit/oni)

Source: Jawa Pos Online

Add comment February 1st, 2008

Bangun Taman Anak di Tepi Jagir

SURABAYA - Tak lama lagi, taman bermain untuk anak bertambah. Lokasinya di Jalan Ngagel, persis di tepi Kali Jagir. Lahan milik Perum Jasa Tirta tersebut kemarin (31/1) sudah dibersihkan.

Camat Wonokromo Kartika Indrayana menjelaskan, lahan seluas 65 x 15 meter persegi itu akan disulap menjadi sarana bermain untuk anak. “Pemilik tanah (Perum Jasa Tirta, Red) memang menginginkan lahan tersebut dijadikan taman,” ungkapnya kemarin.

Saat ini, lahan itu digunakan warga setempat sebagai tempat penitipan sepeda, parkir becak, dan warung liar.

Dia mengungkapkan, biaya pembangunan taman tersebut ditangung PDAM Surabaya. “Itu sesuai keputusan bersama antara Jasa Tirta dengan PDAM. Yang mendesain taman adalah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemkot,” ungkapnya.

Indrayana menjelaskan, pembangunan taman akan dimulai akhir Januari hingga Juni mendatang. Proyek tersebut diperkirakan menghabiskan dana Rp 135 juta. “Anggaran sebesar itu dipakai untuk biaya pengerjaan hingga pemenuhan fasilitas. Untuk saat ini masih akan dilelang dulu,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Hidayat Syah menuturkan, pihaknya memang dimintai bantuan untuk mendesain taman tersebut. DKP sudah membuat layout taman dan fasilitas di dalamnya. Menurut dia, fasilitas yang akan disediakan dalam taman tersebut, antara lain, jungkat-jungkit, jogging track, komidi putar, bangku taman, serta sarana penunjang lainnya. “Namun, yang terpenting adalah tanaman itu. Rencananya dihiasi berbagai jenis tanaman,” tegasnya.

DKP juga mendesain parkir khusus mobil serta kendaraan roda dua. Itu berbeda dari taman-taman lain di Surabaya. “Intinya, kami ingin membuat taman itu tampak cantik dan bisa dikunjungi banyak orang. Selain itu, lokasinya kan strategis dan dekat sungai,” ujar Hidayat.

Sementara itu, Kepala Divisi Jasa Asa IV Perum Jasa Tirta 1 Sunu Suprapto mengaku senang terhadap ide pembangunan taman tersebut. “Asalkan tidak mengganggu aliran air sungai, tentu kami akan mendukung,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pembangunan taman tersebut akan mengubah wajah kumuh tempat itu. Lagi pula, kata dia, aturan telah melarang adanya bangunan di sekitar sempadan sungai. “Baik itu bangunan permanen maupun semipermanen,” ujarnya. (bal/uan/oni)

Source: Jawa Pos Online

Add comment February 1st, 2008

Nuansa Bar, di Cak Durasim

SURABAYA - Nuansa bar begitu terasa di Gedung Cak Durasim, kompleks Taman Budaya Jawa Timur (TBJT). Ingar-bingar musik dangdut, kepulan asap rokok, plus gelas-belas minuman keras yang berseliweran terasa mendominasi atmosfer. Gedung kesenian tersebut tak sedang berubah fungsi. Itu adalah setting panggung lakon Perjalanan Panjang yang dipentaskan Teater Gapus, Fakultas Sastra Universitas Airlangga (Unair).

Pentas sepanjang 75 menit itu adalah adaptasi naskah Long Voyage Home karya Eugene O’Neill. Cerita yang berlatar belakang pelabuhan itu memang ditampilkan tak sama persis dengan aslinya.

Menurut Muhammad Attikurrahman, pimpinan produksi, kelompok itu ingin mengangkat hal-hal yang berlatar laut. Selain itu, teater besutan sutradara Kharisma L.J. itu bertema gender. “Sampai saat gender masih menjadi perbincangan hangat dalam masyarakat,” ujar Maman, panggilan akrab Attikurrahman.

Lakon itu mengisahkan kisah keseharian anak manusia. Inti ceritanya adalah kisah cinta dan perebutan kekuasaan. “Tidak ada yang menang atau kalah dalam cerita ini,” ujar Mamam. Semua tokoh adalah korban.

Mak Sun, tokoh utama perempuan, harus rela kehilangan Marjono yang dicintainya. Padahal, sebelumnya dia berhasil merebut bar milik Marjono. Marjono, selain kehilangan bar, juga hidup jauh dari Mak Sun. Dia menjadi budak di Argentina. Teater Gapus coba menampilkan cuplikan hidup seseorang yang berasal dari desa, merantau ke kota, terjebak ke dunia hitam, dan kegagalan dalam meraih cinta.

Perjalanan Panjang adalah lakon yang dipentaskan di tiga kota. Mereka akan tampil di Bandung pada 6 Februari. Setelah itu, Teater Gapus menyinggahi Solo pada 9 Februari. (dee/dos) 

Source: Jawa Pos Online

Add comment February 1st, 2008


Calendar

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Posts by Month

Posts by Category