Pemanasan Jelang Imlek
January 21st, 2008
SURABAYA - Tahun Baru Imlek 2559 memang baru dirayakan pada 7 Februari. Namun, beberapa kawasan kota metropolis sudah berhias warna merah sebagai lambang kemakmuran. Berbagai tempat umum juga mulai mempersiapkan penyambutan tahun tikus tersebut.
Hotel JW Marriott, misalnya, sudah mempersiapkan pertunjukan operet Fu Lu Shou Show pada 6 Februari. Fu Lu Shou adalah nama tiga dewa lambang rezeki, berkah, dan panjang umur. Kemarin (20/1), mereka hadir di lobi hotel tersebut untuk memberikan jeruk kepada pengunjung hotel. “Jeruk adalah lambang kemakmuran,” ujar Marketing Communications JW Marriott Hotel Surabaya Wike Trisnadhini.
Dia memaparkan, operet itu akan mengambil kisah tentang sebuah negeri di Tiongkok yang dilanda kelaparan selama berbulan-bulan. Bencana kekeringan dan kelaparan membuat penduduknya sulit mendapatkan bahan makanan. Kedatangan tiga dewa Fu Lu Shou ke bumi mampu menyuburkan kembali tanah sehingga rakyat bisa hidup makmur. “Diiringi musik klasik dan tari Tiongkok, kami berharap doa yang dipanjatkan pada awal tahun dapat terkabul,” katanya.
Kemeriahan penyambutan Tahun Baru Imlek juga sudah terasa di Pasar Atum. Pedagang-pedagang di Pasar Atum menata pernak-pernik Imlek seperti lampion, angpau, lilin, dan bunga uang. Hari minggu kemarin dimanfaatkan warga etnis Tionghoa untuk berburu pernak-pernik tersebut. “Mumpung liburan. Sebelum Imlek, bersama keluarga kami berburu hiasan Imlek,” kata Hendro Widjaya kepada Jawa Pos kamarin (20/1).
Angpau, lanjut dia, adalah barang yang kali pertama dibeli. Tradisi Tiongkok untuk berbagi rezeki menjelang perayaan Imlek selalu dipegangnya. Bunga uang dan lilin untuk sembahyang juga dibelinya. (uji/nw)
Source: Jawa Pos Online
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed