Archive for January 11th, 2008

Alunan Angklung Penanda Pergantian Tahun

SURABAYA - Anak-anak Sanggar Alang-Alang memiliki cara berbeda dalam merayakan Tahun Baru 1429 Hijriah. Tak banyak permohonan yang mereka panjatkan. Mereka memilih menonton film dan memainkan angklung di markas Sanggar Alang-Alang, Joyoboyo, kemarin (10/1).

“Saya meminta anak-anak untuk tidak terlalu banyak meminta permohonan kepada Tuhan. Sebab, Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik kepada umatnya,” ujar Didit H.P., pemimpin Sanggar Alang-Alang.

Ansambel angklung tersebut memainkan lagu Mars Alang-Alang, Lihat Kotaku, Kukuruyuk, dan Tombo Ati. Kelompok musik yang baru dirintis dua bulan lalu itu mampu beranggota sekitar 28 anak. Namun, hingga kini baru 15 anak yang sudah intensif mengembangkan keterampilan bermain angklung itu.

“Kami terus mencoba membuat terobosan-terobosan baru untuk memberikan pembekalan kepada anak-anak. Angklung ini, saya rasa, cukup bagus untuk mengembangkan kinerja otak mereka,” ujar Didit.

Perayaan kemarin juga diisi ceramah agama. Ceramah bertema syukur tersebut disampaikan Ustad Wahid asal Sidoarjo. Setelah ceramah, anak-anak sanggar salat magrib berjamaah.

Untuk mengetahui perkembangan dunia Islam selama setahun lalu, anak yang rata-rata berusia di bawah 18 tahun itu disuguhi film tentang perkembangan Islam. “Sebagai umat-Nya, anak-anak perlu tahu tentang perkembangan akidah,” katanya.

Sanggar Alang-Alang pun telah menyiapkan program Konser Tenda untuk anak-anak yang berumur 18 tahun. “Setelah mereka memiliki keterampilan di bidang musik, dengan ini minimal mereka memiliki tempat untuk bisa menyalurkan bakat agar mereka tidak kembali ke jalanan,” ujar Didit.

Rencananya, konser tenda tersebut diadakan di tempat-tempat keramaian. Misalnya, Taman Bungkul, Taman Prestasi, dan Taman Flora. “Secara bergilir, kami mengadakan konser,” tuturnya.

Program itu, lanjut Didit, bakal efektif mulai April mendatang. “Kami akan urus perizinannya dulu, semoga pemkot bisa membantu. Ini kan bagian dari usaha mengatasi anak jalanan,” tandasnya. (top/dos)

Source: Jawa Pos Online

Add comment January 11th, 2008

Satu Suro di Kelenteng Cokro

SURABAYA - Kelenteng Hong San Ko Tee, Jalan Cokroaminoto, kemarin (10/1) mengadakan doa bersama menyambut tahun baru Jawa, 1 Suro 1941 Saka. Di kelenteng yang juga disebut Kelenteng Cokro itu, diadakan tumpengan dan doa bersama demi keselamatan bangsa.

Beberapa harapan pun disampaikan. Yakni, agar Indonesia diberi keselamatan dan selalu berada dalam kesatuan, agar korban tanah longsor diberi ketabahan, serta lumpur Lapindo segera tertangani. Umat juga berdoa agar masyarakat Indonesia diberi kesejahteraan, kelimpahan rezeki, kesehatan, dan kesejahteraan.

Syukuran semacam itu memang menjadi tradisi Kelenteng Cokro. Menurut pengurus, Suro, bulan pertama penanggalan Jawa, merupakan saat yang tepat untuk berintrospeksi dan membersihkan diri. “Baik ragawi maupun rohani perlu disucikan kembali. Inilah saat yang tepat,” ujar Ketua Kelenteng Hong San Ko Tee Juliani kemarin (10/1).

Sebelum tumpengan, umat melekan. Mereka tidak tidur semalam suntuk. Itu merupakan usaha mendekatkan diri kepada Tuhan. “Semoga tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” katanya. (top/dos)

Source: Jawa Pos Online

Add comment January 11th, 2008


Calendar

January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Posts by Month

Posts by Category