Tradisional Tetap Favorit
BUDAYA daerah masih menjadi salah satu alternatif utama tata rias. Itu tampak dalam lomba Make-Up Competition Inez 2007 di Royal Plasa kemarin (10/12). Unsur warna daerah masih menjadi pilihan utama untuk make-up pengantin maupun pesta.
Nuniek Silalahi, salah seorang juri, mengatakan, untuk pengantin atau tamu yang menghadiri pesta, tata rias tradisional yang mengandalkan warna mencolok masih jadi pilihan utama. “Meskipun ada modifikasi, warna merah dan hijau sebagai dasar eye shadow dan perona pipi tetap dipakai,” katanya.
Lomba make-up modifikasi tradisional tersebut diikuti oleh 25 peserta dari Surabaya, Malang, Kediri, dan Blitar. Peserta harus memadankan kebaya modern dengan riasan tradisional. “Yang terpenting, warna riasan sesuai dengan gaun yang dipakai. Tapi, unsur warna tradisional jangan ditinggalkan,” tuturnya.
Pemilik Citra Ratna Wedding itu mengatakan, modifikasi pengantin tradisional mampu mendongkrak apresiasi generasi muda terhadap budaya pengantin daerah. “Mereka tidak ragu-ragu lagi untuk memilih riasan tradisional atau modern. Biasanya, saat ijab, pakai tradisional. Baru, resepsinya pakai modifikasi tradisional,” ujarnya.
Lea Carla Bastarani, promotion staff Inez kosmetik, menyatakan bahwa ajang tahunan yang diadakan di kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, Semarang, Solo, dan Depok tersebut diharapkan dapat memacu kreativitas penata rias pengantin. Selain lomba make-up modifikasi tradisional, Inez melombakan make-up gaun malam dan pemilihan Inez model 2007. (uji/dos)
Source: Jawa Pos Online
Add comment December 11th, 2007