Sinterklas v Santa Claus

December 10th, 2007

SURABAYA - Kemeriahan Natal sudah mulai terasa di berbagai tempat. Kemarin (9/12), ITC Mega Grosir Surabaya mengadakan acara Wonderful Christmas. Acara itu menampilkan Sinterklas dalam versi Eropa.

Sinterklas yang diperankan Dedianto, arsitek yang bermukim di Surabaya, tersebut memang tampak lain. Janggutnya pirang, tidak putih. Dia juga tidak memakai topi hangat dan mantel merah. Yang dia pakai adalah jubah uskup berwarna merah. Sebagai penutup kepala, digunakan mitra, topi kebesaran seorang uskup. Sinterklas itu juga memakai tongkat gembala yang juga biasa dipakai uskup.

Seorang anak sempat nyeletuk di depan panggung. “Kok sinterklasnya kaya gitu?” ujarnya sembari menunjuk Dedianto.

Sinterklas ala Eropa tersebut memang sudah lama tidak dipertunjukkan di Indonesia. Yang beken sekarang adalah Sinterklas dalam sosok pria gendut, bermantel merah, dan berjanggut putih. Padahal, sejatinya sosok seperti itu adalah ciptaan Haddon Sundbloom untuk iklan Coca-Cola pada 1931. Di Amerika, Sinterklas dalam sosok seperti itu disebut sebagai Santa Claus. Ternyata, sosok tersebut lebih beken dan mengalahkan tradisi asli Sinterklas yang berkembang di banyak negara.

Tokoh Sinterklas muncul dari kisah Santo Nikolas, uskup di Myra (sekarang Turki) pada abad ke-4. Dia dikenal dermawan. Kedermawanannya itu akhirnya melegenda. Dalam perjalanan waktu, legenda tersebut bercampur dengan mitos yang diturunkan dari mulut ke mulut.

Berbeda dari Santa Claus yang selalu didampingi peri, Sinterklas didampingi Zwarshte Piet atau Piet Hitam. Orang Belanda percaya, Piet Hitam itu bertugas menghukum anak-anak nakal. Kemarin, ada tiga Piet Hitam yang mendampingi Sinterklas. Namun, alih-alih menghukum, tiga Piet Hitam tersebut justru membagi-bagikan hadiah untuk anak-anak. Ada ratusan permen dan cokelat yang dibagikan.

Pesta Natal itu dimeriahkan artis cilik Gio Asisi, putra Dedianto. Dia menyanyikan lagu Lima Desember. Itu adalah lagu tentang kelahiran Sinterklas.

Raut muka bahagia tampak di wajah anak-anak saat menerima kado istimewa dari Sinterklas. Namun, tidak sedikit yang ketakutan. Devano, misalnya, merasa sangat bahagia saat mendapatkan kado sepeda baru dari Sinterklas. Dia juga diberi nasihat agar rajin belajar supaya pintar dan jangan malas. “Kami memang ingin menampilkan sesuatu yang baru,” ujar Promotion Manager Yenni Sampoerno.

Di tempat yang sama, pada acara yang berbeda, sesosok Sinterklas ala Amerika (Santa Claus) mengelilingi ITC dalam rangka Natal. Karena itu, kemarin banyak anak-anak yang menyaksikan dua versi Sinterklas yang juga sama-sama beken di negara asal masing-masing tersebut. (top/dos) 

Source: Jawa Pos Online

Entry Filed under: East Java News

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

December 2007
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Most Recent Posts