Kawah Kelud Tertutup Kubah 150 Meter
KEDIRI - Anak Gunung Kelud yang tumbuh di kawah lava terus menunjukkan perkembangan. Gundukan itu sudah menutup hampir seluruh kawah yang berdiameter 300 meter tersebut. Tingginya pun sudah menjulang 150 meter dan membentuk gunung baru.
Perkembangan anak Gunung Kelud yang sering juga disebut kubah itu begitu cepat. Awal terdeteksi pada 5 November 2007, saat gunung itu diprediksi bakal meletus. Bukan muntahan lahar yang keluar, tapi justru muncul anak gunung yang menutup mulut semburan (kawah).
Situasi saat ini, leleran lava pijar sudah mulai mengecil. Karena kondisi bekas kawah itu semakin mengiring, asap yang terlihat pun semakin tipis. Hingga kemarin, akses ke Kelud ditutup total dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah.
Menurut Kasubbid Pengamatan Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Agus Budianto, anak Gunung Kelud atau kubah tersebut terus berkembang. “Semua aktivitas itu menunjukkan bahwa kubah masih tumbuh,” ujarnya.
Seismograf di Pos Pengamat Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Ngancar, Kabupaten Kediri, mencatat, mulai pukul 12.00 hingga 18.00 kemarin masih ada 227 gempa embusan. Dari kubah, masih keluar leleran lava pijar. Namun, tidak terekam gempa tremor.
Dalam kondisi tersebut, masyarakat harus tetap waspada. Dalam radius tiga kilometer, areal di sekitar kawah harus disterilkan dari aktivitas warga. Tidak tertutup kemungkinan, radius steril tersebut diperluas jika kubah lava semakin tinggi. Sebab, jika terjadi letusan, lontaran materialnya diyakini akan semakin jauh. (dea)
Source: Jawa Pos Online
Add comment November 21st, 2007