Pameran Lukisan Dua Generasi
SURABAYA - Pameran lintas generasi bertajuk Passages dihelat di Galeri Seni House of Sampoerna, 4 Oktober-4 November. Pameran yang dibuka nanti malam itu menampilkan karya-karya yang dibuat dengan dua medium yang berbeda: tradisional dan modern.
Keunikan pertama, karya-karya yang dipamerkan itu dibuat bapak dan anak, dr Jozef Kadi dan Ramon Markus Kadi. Kedua, dari media yang dipakai. Jozef menggunakan media water color on paper, Ramon memilih digital media dalam karya-karya fotografinya.
Menurut Ramon, Passages, tidak sekadar bermakna jalanan untuk dilalui. Akan tetapi mempunyai berbagai makna. Di antaranya sebagai metafora yang menggambarkan perjalanan kehidupan seseorang. Dan, yang tidak kalah penting adalah sebagai sebuah keberlanjutan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dalam foto-fotonya, Ramon lebih banyak menangkap suasana nostalgia di kota-kota berbagai negara. Seperti Tokyo, Shanghai, Paris, Zurich, dan Seattle. “Di era globalisasi ini, bila kita pergi ke suatu tempat, kita seperti tidak ke mana-mana. Sebab, identitas suatu tempat jadi membaur,” kata alumnus Academy of Art University di San Francisco itu.
Itulah sebabnya, Ramon tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan sebanyak mungkin suasana asli di kota-kota yang dikunjunginya. Misalnya suasana sebuah sudut di Tokyo. Bukannya gedung-gedung pencakar langit atau kesibukan penduduk Tokyo yang dibidik, melainkan berjajarnya jemuran serta sepeda yang disandarkan di sebuah rumah susun.
Sementara Jozef, yang dikenal sebagai dokter spesialis mata senior di Surabaya, menampilkan karya-karya yang dihasilkan dalam 12 tahun terakhir. Jozef pensiun dari dinas pada 1993 dan pada 1995 mengalami stroke. “Untuk menyelesaikan lukisannya, papi menggunakan tangan kirinya,” ucap Ramon. (dia)
Source: Jawa Pos Online
Add comment October 3rd, 2007