SURABAYA - Oh oh, kamu ketahuan, tidak puasa… Pelesetan lagu Ketahuan milik grup Matta itu kemarin (12/9) melantun di kawasan Lokalisasi Bangunsari. Lagu tersebut meluncur dari kelompok TPA AL-Hadi kemarin sore. Kelompok yang berkostum tas kresek itu merupakan salah satu peserta Kirab Ramadan yang diikuti sekitar 300 anak.
Anak-anak tersebut berasal dari 30 TPA dan SD se-Kecamatan Krembangan. Mulai pukul 16.00, mereka berjalan memutari kawasan lokalisasi, Jalan Rembang, Jalan Demak, dan Jalan Lasem. Kirab itu bermula di depan Masjid At-Taqwa dan juga berakhir di masjid tersebut.
TPA Al-Hadi yang menyanyi lagu Ketahuan merupakan salah satu peserta yang atraktif. Peserta lain pun tak mati gaya. Para remaja putri dari Nasyiatul Aisyiyah Kecamatan Krembangan, misalnya. Mereka berjalan sembari membagi-bagikan selebaran berisi pesan Ramadan untuk para penghuni lokalisasi. Selebaran berukuran 10 x 20 sentimeter itu bertajuk Pesan untuk Sahabat di Lokalisasi.
Yang cukup unik adalah tiga setan cilik yang kemarin ikut berpawai. Tentu, yang menjadi setan adalah tiga anak yang tubuhnya dilumuri cat oleh panitia. Kadang-kadang, mereka bertingkah cukup kocak.
Meski sudah berjalan sekitar 2 kilometer, anak-anak itu tak memperlihatkan raut muka capai. “Saya senang sekali ikut acara seperti ini,” tegas Yudha dari TPA AL-Hadi yang kemarin kebagian tugas membawa spanduk.
Acara kemarin sudah berlangsung tujuh kali. “Tujuannya, mengingatkan masyarakat untuk selalu mawas diri karena kita akan memasuki Ramadan,” jelas Alimuddin, ketua panitia.
Kemarin, Angkatan Muda Muhammadiyah juga membagikan hadiah kepada kelompok karnaval terbaik sebagai bentuk apresiasi. “Yang menjadi pertimbangan penilaian adalah kekompakan dan kreativitas,” ujarnya. (nar)
Source: http://www.jawapos.co.id
September 13th, 2007
The Jakarta Post, Jakarta
All 33 of the country’s provinces will showcase their economic potentials during a three-day regional investment promotion expo to be held in Batam starting today.
This will be only the second exhibition ever to promote business and investment opportunities in all of the country’s provinces, according to a release from the Investment Coordinating Board (BKPM), which is organizing the event in collaboration with the Batam Authority.
BKPM chairman M. Lutfi is scheduled to open the event, at which a number of foreign trade agencies and business associations have confirmed their participation.
According to the release, these include the Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Japan External Trade Organization (Jetro), Korea Trade Center (Kotra), Korean Chamber of Commerce and Industry, British Chamber of Commerce, and Indonesia-Australia Business Council.
Indonesia is in dire need of more investment, in particular from overseas, in order to fuel the economy so that it can grow by more than 6 percent annually, in line with the government’s target.
The government is hoping that the desire to attract investment will promote competition among the provinces in terms of ensuring a business-friendly climate.
As of the end of the first semester, total realized investment in Indonesia in 2007 stood at US$4.10 billion, an almost 20 percent rise from the same period last year, when the figure for the same period was $3.51 billion, involving 486 projects.
Of this, the chemical and pharmaceutical sector accounted for $1.52 billion worth of investment, followed by the paper and printing sector ($423 million), food processing ($298.7 million), mining ($282.5 million), and trade and repair sector (239.6 million).
By location, East Java came first with $1.57 billion, followed by Jakarta ($1.05 billion), West Java ($410.8 million), and Riau ($403.8 million).
The release added that after Batam, the BKPM will organize a similar event in Surabaya in October.
Source: http://www.thejakartapost.com/
September 13th, 2007