Makam Peneleh Jadi Wisata Historis
SURABAYA - Kompleks Pemakaman Belanda yang lazim disebut dengan Makam Peneleh di kawasan Undaan segera dipugar. Pemkot berencana merombaknya menjadi kawasan wisata bernilai historis.
Saat ini, dinas kebersihan dan pertamanan (DKP) sedang menggodok konsep wisata di kuburan yang aktivitas pemakamannya sudah vakum sejak 1955 itu. “Konsep desainnya kami lombakan untuk berbagai universitas,” kata Tri Rismaharini, kepala DKP.
Dia menjelaskan, Pemerintah Belanda bekerja sama dengan PBB sudah memberikan sinyal akan mengubah fungsi makam menjadi public space. Sinyal itu disambut DKP dengan merumuskan konsep wisata historis.
Risma menerangkan, makam peninggalan Belanda tersebut kini sudah tidak lagi bisa dijadikan pemakaman. Sebab, makam yang luasnya mencapai 4,5 hektare itu sudah penuh. “Belanda dan PBB ingin merevitalisasi Makam Peneleh. Kami sepakat, perubahan wajah makam itu dilakukan untuk membawa manfaat lebih bagi warga sekitarnya,” paparnya.
Rencana tersebut diperkuat catatan tulisan tangan peninggalan Pemerintah Belanda yang disimpan DKP. Dalam catatan itu disebutkan bahwa tidak semua makam diisi jenazah. Untuk makam yang terisi jenazah, rangka akan dipindahkan ke sebagian tempat. Sebagian tempat yang tidak digunakan itulah yang akan dimanfaatkan.
“PBB juga bersedia mengeluarkan dana untuk menghubungi ahli waris dari makam-makam yang sudah terisi. Mereka sangat mendukung,” jelasnya.
Mungkin, makam itu akan dipugar dengan penambahan taman, sudut-sudut penjualan suvenir hasil usaha warga, arena jalan-jalan, dan perlengkapan rekreasi pasif lainnya, seperti tempat duduk. “Paling tidak, dengan rencana pemugaran tersebut, kondisi makam bisa lebih terawat. Saya yakin, keluarga penghuni makam juga menyambut baik langkah itu,” terang Risma. (ode)
Source: Jawa Pos
Add comment September 10th, 2007