Tren Busana Zaman Majapahit
SURABAYA - Cerita Panji adalah salah satu ikon budaya Jawa Timur yang diyakini mulai tumbuh pada saat kerajaan Majapahit (13 M) berkuasa di Nusantara. Kisah percintaan dan kepahlawanan ini menyebar bersamaan dengan meluasnya kekuasaan Majapahit ke negara-negara di Asia Tenggara.
Kisah itu ternyata juga menarik minat Lydia Kieven, seorang arkeolog dari Jerman untuk menjadikannya bahan penelitian tesis doktoralnya di Universitas Koln. Hal itu diungkapkan Kieven saat seminar Tata Busana Budaya Panji di House of Sampoerna kemarin (4/9).
“Tokoh Panji memiliki karakter yang sangat menarik, khas Jawa Timur. Tidak bergaya Jawa Barat, atau pun India. Padahal saat itu, kebudayaan Nusantara sangat dipengaruhi kultur India,” tuturnya lancar dalam bahasa Indonesia.
Kieven pertama kali melihat tokoh Panji ketika dia mengamati relief Candi Kendalisodo yang terletak di lereng gunung Penanggungan pada 1996. Hal pertama yang membuat dia tertarik adalah penutup kepala yang dikenakan oleh tokoh Panji. Dan, ternyata, di beberapa candi lain, khususnya di Jawa Timur, Kieven juga mengamati tokoh dengan penutup kepala yang diidentifikasikan sebagai Panji.
Kieven menuturkan, pada relief-relief yang dilihatnya, penutup kepala tidak hanya dikenakan oleh Panji yang berasal dari kalangan bangsawan. Tapi, beragam kalangan juga memakai penutup kepala. Gaya berbusana Panji, menurutnya, adalah mode pakaian yang diusung oleh orang-orang zaman tersebut.
“Pada zaman Majapahit, sepertinya penutup kepala adalah sebuah tren berbusana, di samping aksesori-aksesori yang dikenakan oleh orang-orang pada masa itu,” ungkap Kieven.
Usai seminar, para peserta yang datang dari beberapa sekolah desain di Surabaya, seperti Susan Budihardjo, La Salle College, dan Arfa, serta dari Jurusan Tata busana Unesa, dan Seni Rupa Unesa itu diminta membuat sketsa tata busana yang inspirasinya didasarkan dari tren busana orang-orang pada masa Majapahit. “Semoga dengan ini generasi muda Indonesia dapat lebih mengapresiasi budaya Indonesia sendiri, daripada berkiblat ke kepada budaya barat,” harap Kieven. (nar)
Source: http://www.jawapos.co.id/
Add comment September 5th, 2007