Air Terjun Coban Rondo juga merupakan salah satu obyek wana wisata yang dimiliki di Kabupaten Malang. Terletak 12 km dari Kota Batu, atau tepatnya di Desa Pandansari Kec. Pujon. Di obyek wana wisata ini akan anda temui sebuah air terjun dengan ketinggian 60 m. Kawasan Wana Wisata Air Terjun Coban Rondo adalah kawasan wana wisata yang paling mudah ditempuh. Jalan masuk menuju lokasi sudah beraspal, sehingga sangat memudahkan wisatawan apabila ingin mengunjungi obyek wana wisata ini.
Di sekitar air terjun Coban Rondo, dipenuhi pohon-pohon pinus dan cemara gunung, membuat suasana di obyek wisata ini serasa sejuk. Tidak hanya air terjun saja yang ada di obyek wana wisata ini. Anda juga dapat melihat panorama keindahan kota Batu, aneka tanaman toga, aneka satwa serta penginapan yang pada saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.
Air Terjun Coban Rondo menyimpan legenda unik. Konon, di bawah air terjun terdapat gua tempat tinggal seorang wanita bernama Dewi Anjarwati. Suaminya, Raden Baron Kusuma bertempur melawan Joko Lelono, pemuda yang tertarik akan kecantikan Dewi Anjarwati dan hendak menculiknya. Raden Baron tewas dalam pertempuran itu dan istrinya disembunyikan di gua oleh para punokawan-nya. Karena itulah tempat ini diberi nama Air Terjun Coban Rondo (air terjun janda - red.).
Cara Mencapai Daerah Ini

Akses ke Air Terjun Coban Rondo sangat mudah. Jika menggunakan angkutan umum, ambil bis jurusan Malang dari Surabaya (Rp. 12.000,- per orang). Lalu tumpangi bemo dari Terminal Arjosari, Malang, jurusan Landungsari (Rp. 1 .500,- per orang). Lanjutkan dengan bis tujuan Kediri via Pujon, turun di Patung Sapi yang merupakan pintu gerbang ke Coban Rondo (Rp. 2.500,-). Dari sana, tersedia ojek yang siap mengantar Anda hingga ke lokasi.
Tempat Menginap
Carilah penginapan di daerah wisata Songgoriti, sekitar 5-8 km dari lokasi Air Terjun Coban Rondo.
Tempat Bersantap
Di dalam area Coban Rondo banyak terdapat warung-warung yang menjajakan makanan.
Berkeliling
Jarak tempuh antara tempat parkir dengan Air Terjun Coban Rondo relative dekat, sehingga untuk Anda dapat berjalan kaki untuk mencapainya dan mengelilingi area ini.
Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan
Anda juga dapat melihat panorama keindahan kota Batu, aneka tanaman toga, serta aneka satwa.
Buah Tangan
Di sekitar areal parkir Coban Rondo, banyak ditemui kios-kios yang menjual berbagai cinderamata yang dapat Anda beli sebagai souvenir.
Tips
• Bawalah jaket atau sweater bila Anda tidak tahan udara dingin, mengingat Air terjun Coban Rondo terletak di kawasan yang memiliki iklim sejuk.
• Bawalah baju ganti untuk berjaga-jaga apabila baju anda basah.
Sumber : www.budpar.go.id
March 28th, 2007
TAMAN Wisata Selorejo merupakan salah satu bendungan di daerah Kabupaten Malang Jawa Timur yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta I. Keindahan bendungan yang dikelilingi oleh perbukitan dan gunung Anjasmoro, gunung Kelud, serta gunung Kawi menambahkan kesejukan udara yang dapat dirasakan. Suhu yang sejuk 22 Celcius membuat orang betah disana. Sepanjang perjalanan menuju ke Taman Wisata Selorejo, Anda akan disuguhi sekian banyak panorama alam yang begitu indah dan mempesona, sekaligus tantangan menapaki jalanan naik-turun yang berliku-liku.
Keadaan seperti itu dialami dari titik mana pun Anda bertolak, baik lewat Malang-Batu, Kediri-Pare, Jombang-Pare, maupun Blitar-Wlingi. Namun, perjalanan yang bisa disebut menyerempet “petualangan” itu segera berakhir begitu Anda memasuki kompleks wisata Waduk Selorejo.
Istirahatlah di lokasi “pasar makanan” yang didominasi berbagai jenis ikan goreng dan bakar. Pilih warung yang berlokasi di pinggir waduk, dan Anda bisa sepuas-puasnya menatap panorama indah di atas air sampai menembus desa-desa di seberang sana.
Jembatan gantung di Taman Wisata Selorejo menjadi sarana untuk menghubungkan kolam renang dengan taman wisata. Bagi mereka yang mempunyai hobi jalan sehat, jembatan gantung merupakan jalur jogging track di sepanjang sisi waduk. Keliling Taman Wisata Selorejo menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang ingin menikmati keindahan pemandangan waduk Selorejo dengan menggunakan sarana perahu mesin maupun perahu dayung.
Cara Mencapai Daerah Ini
Anda dapat mencapai taman wisata ini baik dengan menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Anda dapat mencapainya melalui beberapa jalur, yaitu jalur Malang-Batu-Selorejo, Kediri-Pare-Selorejo, Jombang-Pare-Selorejo, maupun Blitar-Wlingi-Selorejo.
Tempat Menginap
Cottage yang terletak di pinggir bendungan dapat menjadi salah satu pilihan bagi Anda yang ingin menginap di areal taman wisata ini. Cottage ini memiliki daya tarik tersendiri, dimana pemandangan waduk alam akan terlihat yang diiringi dengan kicauan burung yang akan menghiasi suasana pagi.
Tempat Bersantap
Nikmati kerenyahan makanan lokal khas warung dalam taman wisata yang mahir menggoreng ikan nila, mujair, dan ikan tombro. Konon, kelezatan nila goreng dan mujair bakarnya tak tertandingi dengan restoran manapun.
Berkeliling
Anda dapat mengelilingi taman wisata ini dengan berjalan kaki.
Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan
• Berperahu mengelilingi waduk.
• Kolam renang, tiga ban lapangan tenis, lapangan sepak bola, padang golf sembilan hole, arena sepeda gunung, sampai joging dan jalan kaki.
• Bagi pengunjung yang gemar buah-buahan bisa singgah di Pulau Jambu, di sebuah “tanjung” waduk, merupakan “hutan” jambu biji. Hanya dengan membayar Rp.1000 Anda sudah bisa menikmati Jambu biji sepuas-puasnya. Apabila Anda ingin membawanya pulang, maka akan dikenakan lagi biaya sebesar Rp.2000/10 buah.
Buah Tangan
Di dalam areal taman wisata ini banyak terdapat kios-kios cinderamata yang menjual beraneka macam cinderamata. Anda dapat membeli cinderamata di kios-kios tersebut
Tips
• Dalam perjalanan menuju Selorejo sebaiknya Anda mengemudikan kendaraan secara santai, sebab banyaknya tikungan yang harus dilewati bisa membuat perut mual.
• Bagi maniak durian, datanglah ke Selorejo bertepatan dengan musim buah tersebut. Durian asal Ngantang bukan saja terkenal di Malang, tetapi juga di kota-kota lain di Jatim.
• Perahu dayung bisa disewa Rp 40.000 per jam, dan perahu bermotor sekitar Rp 60.000 per jam
Source : www.budpar.go.id
March 28th, 2007