Archive for March 14th, 2007

Walikota Surabaya Janji Bangun Sarana Ski Air di Wiyung

Keluhan atlet ski air Surabaya yang harus berlatih ke Danau Ngipik Gresik, ternyata mendapat perhatian serius dari Walikota Surabaya, Drs. Bambang DH, MPd. Orang nomor satu di jajaran Pemkot Surabaya itu berjanji akan membangun fasilitas latihan dengan memanfaatkan Waduk Wiyung untuk berlatih maupun pariwisata.
Menurut Bambang DH, hampir seluruh atlet ski air yang bertanding di Pekan Olah Raga Nasional (PON) XVI Palembang berasal dari Surabaya.

Selain itu masih banyak lagi atlet-atlet junior berbakat yang kini berlatih di Danau Ngipik yang terletak tepat di PT Petrokimia Gresik berjarak sekitar 30 km dari Surabaya. \”Sudah selayaknya memang kalau Surabaya memiliki fasilitas sendiri untuk ski air, sebab hampir seluruh atlet ski air Jatim berasal dari Surabaya,\” kata Walikota Surabaya Drs Bambang DH MPd usai penandatanganan MoU antara KONI Surabaya dengan Pemkot Surabaya di Taman Rekreasi Jl Ketabang Kali Surabaya, Minggu (11/3).



“Untuk itulah kita akan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Surabaya untuk mengelola Waduk Wiyung menjadi obyek wisata, selain sebagai sarana olahraga, saya yakin Waduk Wiyung sangat berpotensi untuk pariwisata,\” katanya. 
Sementara itu di tempat yang sama Ketua Umum KONI Surabaya, H Saleh Ismail Mukadar SH sangat mendukung upaya Walikota Surabaya yang akan membangun Waduk Wiyung menjadi sarana olahraga ski Air, sebab ia mengaku prihatin dengan para atlet Surabaya yang harus menempuh jarak 30 km untuk berlatih ski air di Ngipik. Apalagi rata-rata para atlet tersebut masih berstatus pelajar dan mahasiswa.
Hal lain yang menjadi pemikiran Saleh Ismail Mukadar, KONI Surabaya memiliki dua agenda kejuaraan, yakni Piala Walikota Surabaya dan KONI Surabaya yang seharusnya digelar di kota pahlawan ini. \”Jadi aneh kalau kita menggelar Piala Walikota dan KONI Surabaya tapi tempatnya di Gresik. Saya ingin kedua even itu digelar di Surabaya,\” kata Saleh yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi E DPRD Jatim itu. 
Semenjak dijadikan sebagai Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim 100 Ski Air, Danau Ngipik banyak dihadiri oleh masyarakat yang ingin melihat atraksi para atlet Jatim. Selain itu banyak juga para penghobi olah raga pancing memanfaatkan danau tersebut untuk mencari ikan. 
Tidak jauh beda dengan Waduk Wiyung yang nantinya akan dijadikan tempat latihan sekaligus obyek wisata sebagaimana halnya Danau Ngipik. Keuntungan lainnya, waduk bisa terbebas dari tanaman enceng gondog yang selalu muncul tiap musim penghujan tiba, karena untuk berlatih ski air, waduk atau danau harus bebas dari gangguan tanaman air ini.

(jatim.go.id -her, 2007-03-13 )


Add comment March 14th, 2007

Sebelum 2010, Hutan Jawa dan Madura Harus Hijau

Perum Perhutani berkomitmen untuk merehabilitasi dan mereboisasi lahan dan hutan di Pulau Jawa dan Madura sebelum tahun 2010. Langkah ini juga dilakukan untuk hutan lindung seluas 40 ribu hektare di Jawa dan Madura yang dikelola Departemen Kehutanan melalui Dinas Kehutanan setempat.

Direktur Utama Perum Perhutani Transtoto Handadhari melalui Kasi Humas Perum Perhutani Unit II Jatim, Ir Murgunadi MM ditemui di kantornya, Selasa (13/3) mengatakan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) setempat harus bekerjasama dengan pemkab/pemkot dalam mewujudkan Indonesia Hijau 2010. 
Saat ini Perhutani membuka pintu lebar-lebar untuk seluruh stakeholder, termasuk pondok pesantren, untuk ikut membantu menjaga dan memanfaatkan hutan dengan biaya Perhutani yang dikemas dalam program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) plus,” katanya.



Ini bisa dilihat dari penanaman bibit terakhir yang dilakukan bersama Bupati Jombang, H Suyanto sebagai tanda telah selesainya penanaman di kawasan lindung petak 16 b Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Carangwulung, BKPH Jabung, KPH Jombang pada Selasa (6/3) lalu. Kegiatan penanaman itu dilaksanakan di petak 16 b dan 16 c seluas 60,7 hektare dan didanai APBD Kabupaten Jombang 2006 sebesar Rp 137 juta lebih.
”Ini merupakan wujud komitmen sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Jombang dengan Perum Perhutani Jombang dalam reboisasi dan rehabilitasi lahan dan hutan yang tertuang dalam MoU yang ditandatangani Bupati Jombang dan Administratur Perhutani KPH Jombang pada 24 Agustus 2006 lalu,” ujarnya.
Sinergitas itu harus tercipta dan harmonis antara Pemkab Jombang dan Perum Perhutani, karena adanya kesamaan wilayah dan komitmen kepentingan. Sinergitas ini diberlakukan di seluruh wilayah desa hutan di Jombang. Tujuan sinergitas yang dilakukan untuk mengembalikan fungsi hutan, baik dalam aspek ekonomi, lingkungan maupun sosial, termasuk merehabilitasi sumber-sumber air, baik di hutan Perhutani maupun hutan rakyat.
Selain itu, Perhutani juga akan terus melakukan Operasi Hutan Lestari Tanpa Batas (OHL TB) yang bekerjasama dengan Polri untuk menindak pelaku illegal logging (pembalakan kayu liar, Red). OHL TB ini dilakukan dengan memberikan pembinaan kepada masyarakat akan pentingnya hutan dan mengupayakan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, melalui pengembangan ekonomi kerakyatan dan membentuk unit-unit bisnis kecil. 
”Pada tahun 2007, Perhutani akan memprogramkan bea siswa pendidikan gratis dan pengobatan gratis dengan membuka klinik-klinik kesehatan secara bertahap pada masyarakat di sekitar hutan,” imbuhnya.
Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Jombang, NP Adnyana menambahkan, kegiatan penanaman kawasan lindung petak 16 b dan 16 c itu merupakan implementasi dari Perda Kab Jombang No 3 tahun 2006 tentang Rehabilitasi Hutan Lindung, Rawan Bencana dan Lahan Kritis. 
”Kami berterimakasih kepada Muspida Jombang dan DPRD Jombang, karena pada tahun anggaran 2007 ini dalam APBD Kabupaten Jombang dialokasikan biaya pemberdayaan masyarakat desa hutan sebesar Rp 9,635 miliar,” tuturnya.

Sumber : jatim.go.id

Add comment March 14th, 2007


Calendar

March 2007
M T W T F S S
« Feb   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Posts by Month

Posts by Category