Perlu Pengembangan Integral, Memoles Pariwisata Malang Raya

February 27th, 2007


Kompleksitas potensi wisata Malang Raya sebenarnya menarik untuk ditelusuri. Namun, selama ini, ratusan obyek potensi wisata ini tidak banyak tergarap secara terintegrasi sehingga wisatawan tidak bisa menikmati semua potensi ini secara utuh. Kondisi ini tejadi karena faktor egoisme masing-masing daerah dalam mengambangkan pariwisatanya diiringi ambisi pribadi mengeruk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang sebesar-besarnya.

Padahal, kalau dikembangkan secara integral ketiga daerah maka PAD yang akan didapatkan masing-masing daerah dari sektor pariwisata akan jauh lebih besar. Imbas pengelolaan yang masih parsial itu berpengaruh langsung pada kepuasan wisatawan dalam menikmati obyek wisata yang sebenarnya bisa mereka gapai secara maksimal. Contoh, saat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Malang atau Kota Malang, maka yang tersirat dibenaknya adalah obyek wisata yang ada di dua daerah itu.

Padahal, ada Kota Batu yang juga mengandung segudang potensi wisata cukup menarik dan unik. Selain persoalan manajemen pengelolaan, potensi wisata ketiga daerah itu cenderung berkembang parsial karena manajemen informasi yang bertujuan menjustifikasi masing-masing potensi masih sangat minim. Contoh kecil, tiga daerah ini tidak memiliki guide (pemandu wisata) lokal yang berfungsi menemani wisatawan berkeliling sembari menjelaskan latar historis maupun gambaran masing-masing obyek wisata.
Model manajemen informasi wisata seperti ini dapat ditemui di Pulau Dewata, Bali. Alangkah bermanfaatnya kesatuan itu. Sebab masing-masing obyek wisata di Malang Raya bisa berkembang bersama. Kabupaten Malang memiliki sederet pantai yang laik dikunjungi. Seperti pantai Ngliyep, Bale Kambang dan Sendangbiru. Kemudian pantai Kondang Merak, Kondang Iwak, Jonggring Saloko, Modangan, Bantol yang belum dikembangkan sebagai obyek wisata.

“Berbagai isu (tsunami, gempa bumi) membuat kunjungan wisata ke lokasi pantai menurun hingga 70 persen,” ungkap Direktur PD Jasa Yasa, Drs Rahmat pada Surya akhir pekan lalu. Melihat kondisi itu, Pemkab Malang tidak tinggal diam. Saat ini Pemkab tengah mengkaji untuk mengembangkan dan menggali potensi wisata yang ada. Seperti pantai Sendangbiru, Bale Kambang, Ngliyep dan Wendit. Untuk melakukan studi kelayakan telah dianggarkan dana Rp 600 juta.
“Kalau dari potensi yang ada, wisata Bale Kambang memang menyerupai Tanah Lot di Bali. Apakah nanti akan dikembangkan seperti Bali atau lainnya, bisa dilihat dari hasil studi kelayakan,” urai Purnadi SH MM, Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata Kabupaten Malang. Khusus untuk wisata Wendit, mulai tahun ini Pemkab akan mengembangkan menjadi wisata air (saujana) kelas internasional. Anggaran yang dibutuhkan Rp 40 miliar. Tahap awal, Rp 7 miliar untuk perbaikan internal dan pembebasan lahan 3,5 hektare. st25/st19

Sumber : www.surya.co.id

Entry Filed under: East Java News

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

February 2007
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Most Recent Posts