Presiden Juluki Wisata Bantimurung sebagai Kingdom of The Butterfly
February 26th, 2007
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan keindahan alam sepanjang jalan menuju Bantimurung tak kalah hebatnya dengan klif atau karst di Quilin, Republik Rakyat Tiongkok, yang membentang di sepanjuang Sungai Litian.
Pemandangan bukit karst yang menjulang dan berderet dari wilayah Kabupatren Maros hingga Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, itu merupakan keajaiban dunia. Karena itu, Presiden mengusulkan agar taman dunia itu dijuluki sebagai Kingdom of The Butterfly.
“Sehingga taman ini tetap dijaga kelestariannya, karena ustau saat akan dikembangkan potensinya,” ujar Presiden.
Julukan Kingdom of The Butterfly, menurut Presiden, karena selain keindahan air terjungnya juga ribuan kupu-kupu yang berkembang biak di sana. Memang, di tempat tersebut lebih dari 300 species kupu-kupu yang terbang di alam bebas.
Kawasan taman wisata ini juga terdapat fauna dan flora endemik dan situs purbakala. Jenis flora yang mendominasi penutupan kawasan seperti bitti (Vitex copassus), jambu-jambuan (Eugenia,sp), kenanga (Alstoniasholaris, aren (Arenga pinatta), dao (Dracontomelon dao), kayu hitam (Dyospyros celebica), jati (Tectona grandis), kemiri (Aleurites moluccana), randu (Bombax sp), bambu (Bambussa sp), rotan (Callamus sp) dan masih banyak lagi.
Adapun fauna di Banrimurung yakni kera hitam (Macaca maura), kuskus (Phalanger ursinus), tarsius (Tarsius spectrum), rangkong (penelopides ezarnatus), kakatua (Cacatua sulpharea), burung udang (Helycon sp) dan berbagai jenis satwa lainnya.
Taman tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No 37/Kpts/Um/III/1981 pada 30 Maret 1981. Luas taman nasional ini sekitar 118 hektare. Di sini terdapat Danau Toakala dan Kassi Kebo sebagai sumber mata air dan tempat satwa berkumpul.
Sumber : TempoInteraktif.com
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed