Waduk Bening Tak Hanya untuk Pertanian dan Pengendali Banjir, tetapi Juga Wisata

February 19th, 2007


SEDERET orang tengah asyik memancing ikan di Bendungan Serbaguna Bening, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim). Suasana benar-benar tenang. Hanya ada sesekali bunyi dari kecipak air atau deru kendaraan bermotor yang melaju perlahan. Tak jauh dari kolam buatan itu, beberapa ekor rusa tengah makan rumput di kandangnya. Seekor di antaranya berlari-lari kecil ke berbagai penjuru. Kandang itu tergolong luas, sehingga hewan-hewan tersebut leluasa berlarian.

Pemandangan lain yang acapkali terlihat adalah muda-mudi yang sedang berpacaran. Ketika Kompas datang pada Rabu (15/5) siang, dua tempat yang menjadi “arena strategis” bagi mereka adalah taman pepohonan dan beberapa sisi di tepi kolam buatan. Pohon-pohonan di pinggir kolam yang menjadi peneduh dari terik Matahari membuat para remaja betah memadu kasih di sana.

Bendungan Bening terletak di perbatasan Kabupaten Nganjuk dengan Kabupaten Madiun. Letaknya menjorok ke dalam atau tepatnya ke arah utara, sekitar tiga kilometer dari Jalan Raya Madiun-Nganjuk.

Sebelum memasuki kompleks waduk, pengunjung “dimanjakan” dengan deretan ribuan pohon jati di hutan Saradan, dengan melintasi jalan beraspal yang mulus dan rata. Betul-betul rimbun. Memasuki 2,5 kilometer dari jalan raya, sebuah pos kecil memungut karcis masuk sebesar Rp 1.500.

Waduk Bening seakan identik dengan ketenangan. Air waduk yang tenang bagai simbol keselarasan dalam hidup. Kehadiran waduk di perbatasan Nganjuk-Madiun ini dapat menjadi obat bagi mereka yang telah terbiasa sibuk dengan rutinitas kerja sehari-hari.

***
BENDUNGAN Serbaguna Bening merupakan salah satu waduk yang dikelola Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta. Menurut Kepala Divisi Jasa, Air dan Sumber Air (Asa) III Jasa Tirta Ir M Idham LO CES, pemanfaatan Waduk Bening sebagai obyek wisata merupakan fungsi kesekian.

“Fungsi utama waduk itu tetap sebagai bangunan pengendali banjir dan pengairan. Namun, karena bangunan waduk selalu menarik untuk wisata, kita arahkan ke sana seperti halnya Bendung Gerak Merijan di Gampengrejo, Kediri,” katanya kepada Kompas, Jumat lalu.

Untuk kepentingan pengairan, waduk tersebut memasok air untuk 9.000 hektar sawah di Nganjuk. Manajemen Jasa Tirta juga memanfaatkan waduk untuk perikanan, karena setiap tahun disebar puluhan ribu ekor benih ikan berbagai jenis.

Bicara soal obyek wisata Waduk Bening, Idham menyatakan, rata-rata pengunjung tiap bulan berkisar 6.000 hingga 7.000 orang. “Sebagai waduk yang relatif baru, wajar kalau masih ada banyak kekurangan di Waduk Bening. Tentu jauh kalau dibandingkan dengan Waduk Selorejo yang sudah lebih lama,” katanya.

Sebagaimana obyek wisata, pengunjung ramai biasanya pada Sabtu dan Minggu. Jasa Tirta tengah berusaha merencanakan pengembangan jangka pendek untuk lebih menarik wisatawan.

Program jangka pendek itu antara lain dengan penambahan sarana permainan anak-anak, seperti kereta mini, ayunan, komedi putar, dan sebagainya. Setelah ditambah dan beroperasi dalam jangka waktu tertentu, pihaknya akan mengevaluasi sejauh mana dampak dari penambahan sarana itu.

“Kalau dampaknya betul-betul bagus, kami akan pikirkan program jangka panjang. Apakah dengan menambah penginapan, atau kolam renang. Tergantung bagaimana pembahasan selanjutnya,” jelasnya lagi.

Namun, Idham mengingatkan, semua rencana pengembangan sangat tergantung pada kemampuan keuangan perusahaan. Ia melukiskan, biaya pembersihan waduk saja sudah menghabiskan Rp 100 juta per tahun. Belum lagi ongkos lain-lain, seperti operasional alat-alat elektro-mekanis, dan sebagainya.

Satu tugas yang masih tersisa, tentunya untuk makin membuat Waduk Bening populer di masyarakat di kawasan eks-Karesidenan Kediri dan Madiun. Idham mengakui, bendungan serbaguna itu masih belum banyak dikenal masyarakat.

Oleh karena itu, kini Jasa Tirta intens menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, antara lain dengan menggalakkan promosi. Ya, tanpa promosi rasanya percuma Waduk Bening dipoles sedemikian rupa sehingga menjadi makin indah. Siapa yang akan ke sana? (ADI PRINANTYO)

Sumber : Kompas

Entry Filed under: East Java News

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

February 2007
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Most Recent Posts