Menikmati Keindahan Alam Pegunungan di Jawa Timur
February 13th, 2007
Bumi perkemahan Coban Talun, Batu, Jawa Timur. Sebuah kawasan wana wisata di lereng barat gunung Arjuna - Welirang dengan paduan panorama alam pegunungan dan pemandangan kota Batu serta air terjun yang menawan. Coban Talun dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi lebih kurang 30 menit dari kota Malang ke arah kota Batu. Dari alun-alun kota Batu kita bisa mengambil arah Selecta - Cangar. Atau jika kita dari Surabaya dapat langsung mengambil jalur Cangar melalui Trawas. Disarankan untuk tidak melalui jalur ini pada malam hari karena tidak terdapat lampu penerangan jalan serta kondisi jalan yang berliku-liku dengan turunan curam.
Ă‚Â
Kawasan wana wisata Coban Talun dikelola oleh pemerintah kota Batu dan telah disediakan berbagai fasilitas umum yang berhubungan dengan kegiatan alam. Kamar mandi, WC, air bersih, persewaan tenda, kayu bakar, lampu minyak, generator, dan perlengkapan lain. Di wana wisata ini juga banyak terdapat warung makan yang berjejer rapi di pintu masuk bumi perkemahan, warung cinderamata dan oleh-oleh, tanaman hias, tanaman buah khas Batu seperti apel dan stroberi, serta sayuran. Coban Talun (Coban = Air terjun) sendiri dikelilingi oleh areal perkebunan apel rakyat dan merupakan sentra penghasil apel di kota Batu. Sedangkan lokasi perkemahan berada di sebuah tanah lapang di tengah hutan pinus. Lokasi ini sering digunakan untuk perkemahan, diklat, outware bound, baik oleh instansi pemerintahan, swasta, universitas, sekolah, maupun masyarakat umum.Jika kita memandang lepas ke arah timur akan tampak puncak gunung Arjuna dan Welirang yang selalu mengeluarkan asap solfatara. Sementara di sisi barat terbentang lembah, dimana terdapat sebuah sungai yang sangat jernih dan dingin. Sungai inilah yang menjadi sumber dari air terjun Coban Talun. Sementara jika kita memandang ke arah selatan pada malam hari tampak kerlap kerlip kota Batu yang sangat menawan. Dari puncak punggungan bukit kita dapat menikmati hamparan kebun apel dengan buahnya yang siap untuk dipetik. Excited!
Sesuai dengan tema acara, peserta yang sebagian besar berasal dari perwakilan komunitas weblog Yogyakarta, Surabaya, dan Malang harus menggunakan tenda dan matras sebagai alas tidur. Panitia telah menyediakan beberapa tenda dome dan satu tenda kompi selama kegiatan berlangsung. Adapun peserta dan panitia yang berpartisipasi dalam acara ini diantaranya Ableh, Koebiz, Doneeh, Killy, Lala, Dino, Thomas (mewakili komunitas Angkringan), Ameck, Dibbie, Uyet, Idon (kriwul), Alarix, Balung, Mirza, Funs (mewakili komunitas Cangkrukan selaku penyelenggara), Dian dan Patri (mewakili komunitas BlogMal), serta Agnis (mewakili komunitas sipil).
Di hari pertama peserta dijamu makan malam bersama panitia pada acara welcome party. Api unggun dinyalakan semalam suntuk untuk mengusir hawa dingin. Selain itu bara dari api unggun dimanfaatkan untuk membakar ubi merah khas Batu. Rasanya cukup manis dan legit. Ditambah aroma gula yang keluar dari ubi terbakar sehingga menambah cita rasa tersendiri.
Acara sarasehan dan tukar pengalaman diadakan pada hari kedua. Dalam acara ini baik peserta maupun panitia membaur saling berbagi pengalaman dan ilmu baik yang berhubungan dengan weblog, internet, atau hal-hal lain yang sifatnya produktif. Umpan pak Idon dari Cangkrukan untuk mengembangkan simbiosis antar komunitas disambut positif oleh Doneeh dari Angkringan. Dimana nantinya dari beberapa komunitas dapat berkolaborasi untuk saling mendukung dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat baik untuk komunitas itu sendiri maupun untuk para anggota-anggotanya.
Pada hari ketiga hanya beberapa peserta yang tersisa. Dian dan Patri terpaksa kembali ke Malang karena tak kuasa menahan dinginnya udara di sana. Selain itu, Doneeh, Killy, Lala, Thomas, dan Dino juga harus meninggalkan perkemahan pada hari kedua. Praktis peserta yang tersisa hanya Koebiz dan Ableh, selebihnya adalah panitia merangkap peserta. Acara pada hari terakhir ini adalah jungle track menyusuri jalan setapak di sepanjang lembah untuk menuju air terjun. Perjalanan menuju ke sana sangat menyenangkan. Menyusuri jalan setapak, menyeruak di rimbunan semak, menyeberangi sungai, melintasi punggungan bukit, sampai menuruni lembah yang cukup curam. Pemandangan dari punggungan bukit cukup mempesona. Terlebih saat kita sampai di dasar air terjun, dimana air menghempas batu-batu besar dan menimbulkan butiran-butiran kecil air menyerupai kabut. Menyegarkan. Tak terasakan lelahnya perjalanan menuju ke sana. Pun pada saat kita menyentuh airnya. Jernih dan dingin. Sangat disayangkan, keindahan itu harus dicemari oleh limbah dan sampah. Banyak sekali plastik kemasan makanan, botol air mineral, dan kaleng minuman yang berserakan di sepanjang sungai dan kawasan air terjun meskipun telah disediakan tempat pembuangan sampah.
Intermezo!
Obyek-obyek yang dapat kita kunjungi di seputar Malang. Dari arah Surabaya, sebelum memasuki kota Pandaan, kita bisa singgah ke Taman Safari II. Selain itu, masih ada wisata pegunungan di daerah Trawas. Dan jika mengambil jalur Trawas, kita bisa langsung menuju Cangar - Selecta - Batu, namun jika mengambil jalur Pandaan - Malang maka kita bisa mampir sejenak ke situs purbakala di wilayah Singosari. Sepanjang perjalanan menuju kota Batu, masih banyak obyek yang bisa ditemui. Jika punya banyak waktu, kita bisa mampir di kota Malang. Lalu taman Sengkaling, wisata agro petik apel dan stroberi, Selecta, pemandian air panas Cangar, dan Coban Talun selain wilayah Batu sendiri cukup menawan untuk dinikmati. Apabila kita keluar dari Batu melalui Kediri, kita dapat melihat memandang lepas ke arah kota Malang dan Batu dengan leluasa serta belantara hutan punus sepanjang perjalanan. Tak ketinggalan obyek wisata Coban Rondo menanti untuk dijelajahi.
Selain obyek wisata, penikmat wisata kuliner-pun seakan dimanjakan oleh makanan-makanan khas di tiap-tiap daerah yang dilalui. KUD kota Batu menyediakan berbagai macam olahan susu, madu, aneka olahan apel dan stoberi, aneka keripik buah dan kentang. Sepanjang jalan menuju Batu penjaja buah terutama apel Batu, Manalagi dan apel Ana memajang dagangannya menggunakan keranjang nylon. Selain itu, Bakpao Telo yang mempunyai beragam menu berbahan dasar telo (ubi jalar) tentunya menjadi satu pengalaman menarik. Mulai dari bakpao, pizza, cone untuk es krim, aneka kue dan roti, keripik, semua berbahan dasar ubi jalar.
Akhirnya perjalananpun harus berakhir. Perpisahan bukanlah akhir dari segalanya. Perpisahan adalah awal dari pertemuan berikutnya. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari alam, termasuk di dalamnya tingkah laku dan kepedulian kita terhadap sesama dan alam. Sampai jumpa pada gathering berikutnya, blog to nature. Dan bus PATAS itu akhirnya membawa Koebiz dan Ableh kembali ke peradaban.
Sumber : http://angkringan.or.id
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed