Jatim Unggulkan Wisata Ziarah
February 6th, 2007
Menghadapi persaingan yang semakin ketat di era perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara (AFTA), biro perjalanan wisata (BPW) Jawa Timur (Jatim) mengandalkan paket wisata ziarah. Sebagai daerah yang memiliki lima dari sembilan makam Wali Songo, penyebar syi’ar Islam, Jatim merupakan provinsi yang paling banyak dikunjungi peziarah. Direktur Eksekutif Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Jatim Sutawi mengungkapkan hal itu kepada Kompas di Surabaya, pekan lalu. Di Jatim terdapat makam Sunan Ampel di Surabaya, Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Sunan Drajat di Lamongan, dan Sunan Bonang di Tuban. “Khusus untuk sektor ini, enggak perlu bingung menghadapi penetrasi BPW asing.
Sumber daya manusia (SDM) kita pasti lebih menguasai persoalan wisata ziarah di daerahnya sendiri ketimbang SDM dari mana pun. Apalagi, peminat wisata ziarah selalu membanjir,” papar Sutawi. Sejak lima tahun terakhir, paket wisata ziarah memang berkembang pesat di Indonesia, terutama di Jatim. Bahkan, wisata ziarah ini tidak hanya bertujuan ke makam pahlawan dan Wali Songo di dalam negeri, tetapi juga merambah ma-kam di Arab Saudi (lewat paket umroh), Kuala Lumpur, dan Singapura. Tidak seperti obyek wisata lain yang memerlukan promosi gencar, makam Wali Songo khususnya yang ada di Jatim, mampu menarik ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara tanpa mengenal musim liburan. Tahan lama Prospek bisnis wisata di sektor ini dipastikan akan mampu bertahan lama. Saat ini, dari 152 BPW yang tercatat sebagai anggota Asita Jatim, tak kurang 20 persen di antaranya telah menggarap paket wisata ziarah secara serius. Direktur Linda Jaya Travel Arifin yang mengaku telah merintis wisata ziarah sejak 10 tahun lalu pun menyatakan bahwa keuntungan yang diperoleh dari penyelenggaraan wisata ziarah ini lumayan besar. Selama ini paket wisata ziarah yang mayoritas diikuti ibu-ibu itu mampu menjadi pengganjal, bahkan andalan utama BPW di saat paket-paket wisata lainnya lesu. Kepala Bagian Tour Nur Transport Surabaya Bagoes Lambang M menjelaskan, pihaknya memiliki dua macam paket wisata ziarah, yakni ziarah makam Wali Songo yang mencakup Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Barat (Jabar), serta makam Wali Lima yang hanya di wilayah Jatim. Tidak hanya itu, saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan paket wisata khusus ke Gunung Kawi untuk memenuhi permintaan wisatawan asal Jakarta. Tarif yang dipatok BPW ini sangat bervariasi, sesuai keinginan wisatawan, apakah ingin menyewa bus saja atau terima bersih. Namun, untuk paket wisata khusus Gunung Kawi, Bagoes mengaku belum dapat menghitungnya karena masih dievaluasi. Paket wisata ziarah Wali Lima yang mampu menarik 75 persen wisatawan dari seluruh peziarah dengan ongkos sewa bus Rp 1,4 juta per hari. Untuk peziarah yang memilih terima bersih dikenai tarif minimal Rp 75.000 per orang. Tarif ini sudah termasuk biaya pemandu wisata, tol, suvenir, sumbangan di obyek wisata, dan akomodasi. (RMA)
Sumber : Kompas
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed