Tak Muat, Penonton Rela Duduk di lantai

December 11th, 2006

SURABAYA - Antusiasme masyarakat Surabaya terhadap kejuaraan dunia Barongsai dan Naga bertajuk 3rd Dragon and Lion Dance World Championship sungguh luar biasa. Penonton yang datang pada hari terakhir even bertaraf internasional ini mencapai sekitar 20 ribu orang.


       
Praktis Multifunction Hall Kenjeran Park yang kapasitas tempat duduknya hanya 15 ribu, tak muat menampung semua penonton. Akibatnya, sebagian penonton rela duduk di lantai. Tempat duduk di tribun atas pun tidak mampu menampung seluruh penonton. Alhasil, penonton yang tidak kebagian tempat duduk harus rela berdiri bersandar di tiang pembatas.

Menurut Zhang Fab Qiang, wakil menteri olahraga Tiongkok yang juga menjabat sebagai Vice Minister International Dragon & Lin Dance Federation, hal ini menunjukkan bahwa Barongsai sudah menjadi milik semua masyarakat. “Barongsai kini tidak hanya dimonopoli oleh Tiongkok, tetapi sudah menjadi milik dunia,” katanya

Hari terakhir yang merupakan babak final itu, menampilkan semua peserta dari 12 negara. Mereka berusaha menunjukkan siapa yang terbaik dalam ajang ini. Tim Indonesia sendiri yang tadi malam turun di semua kategori mendapat tepuk tangan paling meriah.

Apalagi ketika tim Indonesia yang diwakili dari Tarakan beraksi di kategori Barongsai Selatan. Tim ini benar-benar memukau penonton. Gerakan yang ditunjukkan mempunyai tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Tak ayal, tim ini memperoleh nilai tertinggi, sama dengan nilai raihan tim Malaysia. Setiap kategori di ajang ini akan diambil tim terbaik. (ode)

sumber : www.jawapos.com

Entry Filed under: East Java News

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

December 2006
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Most Recent Posts