Archive for December 4th, 2006
SURABAYA - Sebanyak 150 mobil dari berbagai jenis kemarin mengikuti rally putar-putar kota. Mereka adalah peserta Jawa Pos-Indosat 3G City Fun Rally yang juga didukung Hard Rock FM.
      ÂÂ
Start mengambil lokasi di pelataran Monumen Jalasveva Jayamahe Mako Armatim kawasan Ujung. Sebelum menuju start, peserta berkumpul di halaman Graha Pena pukul 06.30. Di sini, mereka melakukan registrasi. Setiap mobil berisi tiga hingga lima orang. Mereka kebanyakan keluarga muda.
“Minat masyarakat cukup tinggi. Sebab, acara ini memang dikemas untuk ajang hiburan keluarga di akhir pekan. Tidak dinilai dan tidak ada kompetisi. Peserta justru kami sediakan berbagai doorprize,” terang Idris Hutasuhut, panitia dari Jawa Pos.
Sejak awal, peserta rally memang dimanjakan dengan aneka hiburan. Ketika tiba di Mako Armatim, mereka langsung disambut aksi terjun payung personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) AL. Puluhan personel Kopaska unjuk kebolehan dengan membentuk berbagai formasi di udara.
Di lokasi itu, peserta rally juga diperbolehkan blusukan melihat-lihat Monumen Jalasveva Jayamahe. Bahkan, peserta diperbolehkan mengunjungi kapal-kapal yang kebetulan sedang bersandar di sana. Salah satu di antaranya KRI KS Tubun.
Tak ayal, banyak di antara mereka yang hampir lupa waktu. Misalnya, keluarga Soemarno yang kemarin membawa lima orang anggota keluarganya. Mereka keasyikan melihat-lihat monumen sampai lupa rombongan berangkat. “Untung, panitia mengomando. Kalau nggak, bisa-bisa kami tertinggal,” gurau Somarno di atas mobil Panther lansiran 2002.
Dari Mako Armatim, peserta digiring menuju beberapa pos yang sudah ditentukan. Ada empat pos yang harus disinggahi. Yakni, Kantor Indosat Kayoon, pos bayangan di daerah Bratang, Kraton Residence, dan berakhir di Ciputra Waterpark. “Rute-rutenya tidak diatur secara khusus. Yang penting, mereka mampu mencapai pos yang ditentukan,” kata Idris.
Panitia menyediakan fasilitas 3G untuk memberikan petunjuk menuju pos berikutnya. “Identitas pos ditunjukkan lewat teknologi 3G. Selain itu, pertanyaan-pertanyaan lain di tiap pos juga dikirim melalui video call,” jelas Idris. Hard Rock FM didaulat memandu games-games yang disiarkan langsung.
Setelah garis finis, peserta rally diperbolehkan menikmati Waterpark terbesar di Indonesia, Ciputra Waterpark. Meski demikian, tidak semua orang yang ikut dalam mobil diperbolehkan menikmati Waterpark. Maksimal empat orang yang boleh mengunjungi Waterpark.
“Acara ini diselenggarakan rutin tiap tahun. Pesertanya pun umum. Semoga tahun depan pesertanya semakin banyak,” kata Idris. (ode)
sumber : www.jawapos.com
December 4th, 2006
SURABAYA - Sebanyak 150 mobil dari berbagai jenis kemarin mengikuti rally putar-putar kota. Mereka adalah peserta Jawa Pos-Indosat 3G City Fun Rally yang juga didukung Hard Rock FM.
      ÂÂ
Start mengambil lokasi di pelataran Monumen Jalasveva Jayamahe Mako Armatim kawasan Ujung. Sebelum menuju start, peserta berkumpul di halaman Graha Pena pukul 06.30. Di sini, mereka melakukan registrasi. Setiap mobil berisi tiga hingga lima orang. Mereka kebanyakan keluarga muda.
“Minat masyarakat cukup tinggi. Sebab, acara ini memang dikemas untuk ajang hiburan keluarga di akhir pekan. Tidak dinilai dan tidak ada kompetisi. Peserta justru kami sediakan berbagai doorprize,” terang Idris Hutasuhut, panitia dari Jawa Pos.
Sejak awal, peserta rally memang dimanjakan dengan aneka hiburan. Ketika tiba di Mako Armatim, mereka langsung disambut aksi terjun payung personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) AL. Puluhan personel Kopaska unjuk kebolehan dengan membentuk berbagai formasi di udara.
Di lokasi itu, peserta rally juga diperbolehkan blusukan melihat-lihat Monumen Jalasveva Jayamahe. Bahkan, peserta diperbolehkan mengunjungi kapal-kapal yang kebetulan sedang bersandar di sana. Salah satu di antaranya KRI KS Tubun.
Tak ayal, banyak di antara mereka yang hampir lupa waktu. Misalnya, keluarga Soemarno yang kemarin membawa lima orang anggota keluarganya. Mereka keasyikan melihat-lihat monumen sampai lupa rombongan berangkat. “Untung, panitia mengomando. Kalau nggak, bisa-bisa kami tertinggal,” gurau Somarno di atas mobil Panther lansiran 2002.
Dari Mako Armatim, peserta digiring menuju beberapa pos yang sudah ditentukan. Ada empat pos yang harus disinggahi. Yakni, Kantor Indosat Kayoon, pos bayangan di daerah Bratang, Kraton Residence, dan berakhir di Ciputra Waterpark. “Rute-rutenya tidak diatur secara khusus. Yang penting, mereka mampu mencapai pos yang ditentukan,” kata Idris.
Panitia menyediakan fasilitas 3G untuk memberikan petunjuk menuju pos berikutnya. “Identitas pos ditunjukkan lewat teknologi 3G. Selain itu, pertanyaan-pertanyaan lain di tiap pos juga dikirim melalui video call,” jelas Idris. Hard Rock FM didaulat memandu games-games yang disiarkan langsung.
Setelah garis finis, peserta rally diperbolehkan menikmati Waterpark terbesar di Indonesia, Ciputra Waterpark. Meski demikian, tidak semua orang yang ikut dalam mobil diperbolehkan menikmati Waterpark. Maksimal empat orang yang boleh mengunjungi Waterpark.
“Acara ini diselenggarakan rutin tiap tahun. Pesertanya pun umum. Semoga tahun depan pesertanya semakin banyak,” kata Idris. (ode)
sumber : www.jawapos.com
December 4th, 2006
SURABAYA - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mulai melanjutkan pembangunan taman di bekas lahan SPBU jalur hijau. Di Jalan Kombes M. Duryat, pengerukan lahan dilakukan sejak tiga hari lalu. Gara-gara hujan, lahan tersebut menjadi kubangan air yang cukup dalam.
      ÂÂ
Rencananya, DKP bakal menyelaraskan jalur hijau tersebut dengan taman di depan Hotel Cendana dan di samping gedung CitiBank. “Kami membangun taman di sana agar serasi dengan kanan kirinya,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Tri Rismaharini.
Dia menambahkan, pembangunan taman tersebut butuh banyak tenaga. Dia harus mengerahkan peralatan berat untuk mengeruk aspal yang tebalnya mencapai 80 cm. “Berkali-kali Jalan Kombes M. Duryat diaspal. Ketika dikeruk, aspalnya sangat tebal. Dalam sehari, ada 30 truk yang mengangkut galian tersebut,” kata Risma.
Jika pengerukan selesai, DKP berencana menanami lahan itu dengan ratusan tanaman, seperti pembangunan taman di bekas lahan Pasar Burung Kupang. “Perlu cukup waktu untuk menggarap taman ini. Minggu pun tetap kami kerjakan,” jelasnya.
Pemkot memang berencana mengubah seluruh lahan bekas SPBU jalur hijau menjadi taman yang asri. Di pusat kota, ada empat titik yang terkena proyek itu. Yakni, di Jl dr Soetomo sebelah barat dan timur, Jalan Kombes M. Duryat, dan Jalan Taman Sulawesi.
Dana yang disiapkan tidak kecil, yakni Rp 319.683.200. Rinciannya, untuk bekas SPBU Jl dr Soetomo sisi timur dan sisi barat masing-masing Rp 72 juta. Bekas SPBU Jl Kombes M. Duriyat Rp 97 juta dan eks SPBU Taman Sulawesi Rp 150 juta. (git/ris)
sumber : www.jawapos.com
December 4th, 2006