Melihat Persiapan Kirab Seni Budaya dan Prosesi Arya Wiraraja
November 29th, 2006
Buat Panggung Mirip Pendapa Agung di Tengah Kota
Pada 30 Oktober 2006 lalu, Sumenep telah berumur 737 tahun. Setiap tahun hari jadi dirayakan dengan meriah. Bagaimana dengan tahun ini?
テつテつテつテつテつテつテつ
A. ZAHRIR RIDLO, Sumenep
—
SAMBIL menyelam minum air. Selain merayakan hari jadinya, Pemkab Sumenep melalui dinas pariwisata dan kebudayaan ternyata memanfaatkan perayaan ini sebagai ajang promosi wisata, seni, dan budaya. Sehingga, tak heran jika perayaan kali ini bakal berlangsung meriah.
Berbagai kegiatan digelar untuk menyambut ultah kabupaten ini. Mulai dari pameran pembangunan sampai pagelaran pesta seni dan budaya yang berlangsung selama beberapa hari mulai dari tanggal 23 November sampai 23 Desember 2006.
Puncak dari beberapa kegiatan tersebut adalah kirab seni budaya dan prosesi Arya Wiraraja yang akan diadakan pada tanggal 27 November 2006 hari ini. Kirab akan menyajikan pementasan kolosal prosesi penobatan Arya Wiraraja sebagai raja Sumenep yang pertama.
Dalam pementasan itu, panitia melibatkan sedikitnya 350 seniman. Mereka akan berperan sebagai Arya Wiraraja, permaisuri, dan tokoh pembesar keraton lainnya. Prosesi penobatan Arya Wiraraja itu akan digelar di depan Masjid Agung. Panitia telah membangun panggung besar yang menyerupai Pendapa Agung.
Prosesi penobatan Arya Wiraraja jarang sekali digelar pemkab. Sebelumnnya pernah sekitar 11 tahun lalu. Tapi, prosesinya dilakukan di dalam Pendapa Agung. “Tahun ini akan kita adakan di depan Masjid Agung. Agar masyarakat semua dapat menikmati dan menonton. Kalau di keraton kan hanya orang terbatas saja yang bisa menonton,” kata Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Sumenep Ir Edy Mustika kepada koran ini.
Sebelum prosesi digelar, panitia menggelar kirab seni budaya. Kirab berupa parade kereta kencana, putri keraton, busana keraton, pasukan keraton, pasukan berkuda, dan pusaka keraton. Kirab dan prosesi itu dilakukan untuk menggambarkan kepada masyarakat tentang keunikan dan keagungan budaya Keraton Sumenep.
Selain akan menampilkan parade kerata kencana, dalam kegiatan itu akan dipertontonkan tari khas keraton, parade dokar hias, parade musik tong-tong, parade seni budaya, dan musik Tradisional.
Kirab tersebut akan menampilkan seni dan budaya tahun ketika Arya Wiraraja memerintah. Kemudian seni budaya masa Islam masuk ke kabupaten ini dan penampilan seni dan budaya era sekarang. Jika dilihat banyaknya kegiatan, perayaan hari jadi kali ini bisa dikatakan sebagai pesta seni budaya terbesar di Jawa Timur.
Untuk menyukseskan acara ini, panitia melibatkan ribuan seniman dan pelajar. “Kegiatan seperti ini sangat jarang diadakan. Sebab, prosesi dan kirab ini membutuhkan biaya yang cukup besar,” kata Edy.
Panitia sengaja menskenario perayaan hari tahun ini dengan semeriah mungkin. Alasannya, berbagai kegiatan tersebut berdampak positif bagi peningkatan wisata. “Secara tidak langsung, kita mempromosikan aset daerah, baik itu wisata, budaya, dan seni,” ujarnya.
Untuk itu, dalam kegiatan tersebut, pihaknya tidak hanya mengundang pejabat maupun tokoh masyarakat lokal. Sejumlah investor dan pejabat di luar kabupaten juga diundang untuk melihat dari dekat kekayaan budaya dan seni yang dimiliki Kabupaten Sumenep.(*)
sumber : www.jawapos.com
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed